Fakta tentang Corona B1351, “Varian Raja” dari Afrika Selatan

Fakta tentang Corona B1351, “Varian Raja” dari Afrika Selatan
Tampilan virus B1352 (Foto: NIAID)

Salah satu jenis varian yang sangat ditakuti dunia dan diwaspadai WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) selain B117 yang muncul di Inggris adalah varian B1351. Varian yang merupakan mutasi virus Corona ini muncul di Afrika Selatan pada Oktober tahun lalu.

Menurut Riza Arief Putranto, peneliti genomik molekuler dan anggota Konsorsium Covid-19 Genomics UK, kasus varian Corona Afrika Selatan ini melonjak di Filipina, lebih dari 50 kasus.

“B1351 ini, joke-nya di antara teman-teman yang melakukan riset genomic atau virolog itu, varian raja,” katanya dalam diskusi online CISDI, Sabtu (6/3) lalu.

Berikut ini ada beberapa fakta penting tentang “varian raja” ini:

Ada laporan reinfeksi

Fakta tentang Corona B1351, “Varian Raja” dari Afrika Selatan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan bahwa ada kemungkinan reinfeksi terjadi akibat varian ini. Dalam studi di Afrika Selatan, ada 2 persen orang, yang pernah terinfeksi virus Corona, kembali terpapar varian baru Corona B1351 ini.

Menjadi perhatian WHO

Fakta tentang Corona B1351, “Varian Raja” dari Afrika Selatan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Corona B1351 ini menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dinamakan variant of concern (VOC). VOC ini dikhawatirkan berdampak pada penularan yang meningkat hingga memicu infeksi parah dan efikasi pada vaksin Corona. Selain B1351, varian yang juga masuk dalam perhatian WHO adalah B117 dan P1 atau 501Y.V3, yaitu varian Corona yang pertama kali dilaporkan oleh otoritas kesehatan Jepang pada 4 orang dari Brasil.

Menurunkan efikasi vaksin

Fakta tentang Corona B1351, “Varian Raja” dari Afrika Selatan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Varian Corona B1351 terbukti menurunkan efikasi vaksin Corona. Vaksin Corona Novavax, misalnya. Efikasinya turun dari 96 persen menjadi 60 persen.

“Karena dia merupakan varian yang mengumpulkan mutasi yang banyak dan memungkinkan untuk escape antibodi dan sudah dibuktikan di dunia. Beberapa vaksin di dunia ini efikasinya turun terhadap varian ini, meskipun terhadap varian B117 masih relatif lebih baik,” kata Riza.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry