Fakta tentang Black Box, Benda yang Paling Dicari dalam Kecelakaan Pesawat

News | 10 January 2021
Fakta tentang Black Box, Benda yang Paling Dicari dalam Kecelakaan Pesawat
Ilustrasi pesawat lepas landas (Foto: Freepik)

Sabtu (9/1) lalu, pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182 itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada pukul 14.36 WIB. Empat menit setelah lepas landas, pesawat dilaporkan terbang ke arah barat laut. Tidak lama kemudian, pesawat hilang dari radar ATC (Air Traffic Controller).

Beberapa saat kemudian, pesawat dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Tepatnya di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang. Pesawat dengan 6 kru aktif itu mengangkut 40 orang penumpang dewasa, 7 orang anak, dan 3 orang bayi.

Saat ini, proses pencarian para korban sedang dilakukan. Selain para korban, yang juga dicari adalah black box. Perangkat itulah yang akan mengungkapkan apa yang menjadi penyebab jatuhnya pesawat. Di dalamnya terekam percakapan antara pilot kepada kru atau menara pengawas. Juga berbagai informasi yang didapatkan dari banyak sensor di pesawat terkait masalah yang menyebabkan kecelakaan pesawat.

Berikut ini beberapa fakta menarik tentang black box yang dihimpun dari berbagai sumber.

Tidak berwarna hitam

Fakta tentang Black Box, Benda yang Paling Dicari dalam Kecelakaan Pesawat
(Foto: Reuters)

Perangkat itu disebut “black box”. Namun, warnanya bukanlah warna hitam. Sebenarnya warna perangkat ini adalah oranye. Mengapa oranye? Supaya mudah ditemukan.

Punya dua bagian

Fakta tentang Black Box, Benda yang Paling Dicari dalam Kecelakaan Pesawat
(Foto: Intisari/Science)

Perangkat ini sebenarnya punya dua bagian yang punya fungsi masing-masing. Kedua bagian itu adalah Flight Data Recorder (FDR) untuk menyimpan data penerbangan dan Cockpit Voice Recorder (VCR) untuk menyimpan percakapan antara pilot kepada krunya atau menara pengawas. Versi terbaru black box telah menggunakan memori jenissolid-state sebagai media penyimpanannya. Kapasitasnya bisa menampung sampai 700 parameter data penerbangan.

Terinspirasi dari tragedi

Fakta tentang Black Box, Benda yang Paling Dicari dalam Kecelakaan Pesawat
David Warren dan hasil karyanya (Foto: Google)

Pencipta black box adalah Dr. David Warren dari Australia. Dia mendesain perangkat ini pada tahun 1950. Latar belakangnya adalah kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa ayahnya pada tahun 1934. Ketika itu, dia masih berusia 9 tahun. Prototipe pertama dibuat pada 1956 dengan nama ARL Flight Memori Unit. Butuh waktu sekitar 5 tahun bagi Warren untuk mendapatkan pengakuan dari dunia penerbangan bahwa alat yang diciptakannya penting untuk sebuah pesawat.

Aktif bila terkena air

Fakta tentang Black Box, Benda yang Paling Dicari dalam Kecelakaan Pesawat
Ilustrasi bangkai pesawat (Foto: Freepik)

Black box dilengkapi dengan pemancar. Pemancar itu baru akan aktif bila black box terkena air. Pemancar bisa bertahan kedalaman laut mencapai 4 km. Setelah aktif, pemancar akan terus-menerus mengirimkan sinyal per satu detik selama 30 hari. Itu berarti bahwa jika setelah satu bulan belum juga ditemukan, black box akan sulit ditemukan. Namun, sudah ada alat khusus yang bisa mendeteksi lokasi black box bila pemancarnya sudah tidak aktif. Alat yang bernama Towed Pinger Locator itu diklaim bisa mengenali black box meski berada di kedalaman laut hingga 20.000 m.

Bukan “black box”?

Fakta tentang Black Box, Benda yang Paling Dicari dalam Kecelakaan Pesawat
(Foto: Flickr)

Nama perangkat itu sebenarnya bukanlah black box, melainkan electronic flight data recorders. Entah dari mana asal sebutan “black box” itu. Siapa yang mulai menyebutnya pun tidak diketahui. Beredar spekulasi bahwa perangkat itu disebut black box karena bagian dalam dari perangkat itu berwarna hitam. Spekulasi lainnya adalah black box pertama kali dipopulerkan oleh seorang jurnalis yang menyebut kotak itu sebagai kotak hangus karena kerap ditemukan dalam keadaan hangus.

Tahan pada kondisi ekstrem

Fakta tentang Black Box, Benda yang Paling Dicari dalam Kecelakaan Pesawat
Ilustrasi bangkai pesawat (Foto: Freepik)

Black box dilindungi material titanium atau stainless steel dua lapis. Bagian yang melindungi komponen-komponen penting black box diklaim bisa menahan tekanan sampai 3.400G, bisa menahan beban seberat ratusan kilogram dari ketinggian 3 m, dan bisa menahan semburan api sampai ribuan derajat Celcius.

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry