Epidemiolog: Corona B117 30% Lebih Mematikan

News | 4 March 2021
Epidemiolog: Corona B117 30% Lebih Mematikan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sejak muncul di Inggris pada November 2020 lalu, virus Corona varian baru, B117, disebut sangat cepat menular dan lebih mematikan. Varian baru itu sudah masuk Indonesia. Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, mengumumkan bahwa dua perempuan warga Kabupaten Karawang positif varian baru itu. Keduanya merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi.

Masuknya varian baru ini, menurut Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University, Australia, merupakan ancaman yang cukup serius.

“Ancaman strain baru ini (B117) sangat serius. Tahun 2021 ini bisa saya sebut sebagai tahun lahirnya banyak strain baru,” katanya seperti dikutip YUKK dari detikcom.

Epidemiolog: Corona B117 30% Lebih Mematikan
Jaga jarak (Foto: Freepik)

Varian baru ini lebih cepat menular ketimbang virus SARS-CoV-2 yang sudah lama menyebar di Indonesia. Tingkat kematiannya pun cukup tinggi.

“Sebesar 30 persen lebih cepat menyebabkan kematian karena virologinya tinggi,” katanya.

Epidemiolog: Corona B117 30% Lebih Mematikan
Cuci tangan (Foto: Freepik)

Pemerintah dan warga diminta untuk memperketat gerakan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“(Jika) kita tidak menerapkan 5M, hanya 3M saja, kita namanya menggali lubang kubur sendiri,” sambungnya.

Epidemiolog: Corona B117 30% Lebih Mematikan
Pakai masker dan faceshield (Foto: Freepik)

Penggunaan masker rangkap sangat disarankan untuk melawan varian baru ini.

“Saya kira masker nggak bisa satu lapis. Masker kain minimal dua lapis. Kalau bisa, tiga lapis. Masker bedah pun harus ditambah dengan lapisan lain seperti masker kain atau tambah face shield,” katanya.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry