Duka Usai Pesta Pernikahan: Satu Per Satu Kerabat Positif Covid-19, Ada yang Meninggal

News | 23 June 2020
Duka usai pesta pernikahan di Semarang, Jawa Tengah
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Seharusnya, setelah pernikahan, keluarga kedua mempelai berbahagia. Seharusnya, setelah pernikahan, tidak ada air mata duka. Seharusnya, setelah pernikahan itu, hanya ada tawa yang mengisi hari-hari kedua mempelai. Seharusnya demikian. Namun, yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah, ini berbeda telak.

Semuanya berawal dari sebuah pesta pernikahan yang digelar pada pertengahan Juni lalu. Sebuah keluarga menggelar pesta pernikahan. Namun, pesta ini tidak mengindahkan ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

“Kejadian empat hari yang lalu. Ada pernikahan yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan karena lebih dari 30 orang,” kata Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang, Sabtu (20/6) lalu, seperti dikutip dari kompas.com.

Duka usai pesta pernikahan di Semarang, Jawa Tengah
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Setelah pesta pernikahan itu, rangkaian duka dimulai. Satu per satu anggota keluarga kedua belah pihak sakit. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

“Tersiar kabar ibu salah seorang pengantin meninggal dunia. Kemudian menyusul ayahnya sakit kritis positif Covid-19,” sambung lelaki yang akrab disapa Hendi ini.

Tidak lama setelah itu, anggota keluarga yang lain juga meninggal dunia.

“Terus anak atau adiknya yang pengantin juga meninggal. Lalu kita tracing,” katanya.

Duka usai pesta pernikahan di Semarang, Jawa Tengah
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Hasil tracing menunjukkan bahwa takmir masjid pelaksanaan acara pernikahan itu terinfeksi virus Corona.

“Dari 9 orang, ada 5 orang yang tertular positif Covid-19. Tracinglagi ke keluarganya, banyak yang positif,” jelasnya.

Dia membenarkan bahwa pesta pernikahan ini menyumbang lonjakan kasus positif Covid-19 di Semarang. Agar peristiwa serupa tidak terulang, dia meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

 

 

 

#YUKKpakeYUKK 

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry