Dishub DKI: Angkutan Umum Tak Terima Penumpang Tak Bermasker Mulai 12 April

News | 6 April 2020
Yang naik angkutan umum harus pakai masker
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus bertambah. Hingga hari ini, Senin (6/4), tercatat 1.124 orang terinfeksi virus Corona. Jumlah itu membuat DKI Jakarta tercatat sebagai daerah dengan jumlah pasien Covid-19 paling banyak di Indonesia.

Untuk menghentikan rantai penyebaran virus Corona, Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai upaya. Selain meminta perusahaan-perusahaan swasta memperpanjang masa kerja dari rumah menjadi hingga 19 April, pemprov juga meminta masyarakat untuk wajib memakai masker ketika keluar dari rumah. Dinas Perhubungan DKI Jakarta menegaskan akan melakukan pengetatan peraturan bermasker di luar rumah. Salah satunya adalah mewajibkan pengguna transportasi umum bermasker.

Ilustrasi (Foto: iStock)

“Kita tidak izinkan yang bersangkutan naik angkutan umum (jika tak bermasker). Apakah itu TransJakarta, MRT, LRT. Kita koordinasi dengan KCI (KRL), dan organda, serta Railink (kereta bandara) untuk bersama kita terapkan ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, Minggu (5/4), seperti dikutip YUKK dari detikcom.

Peraturan itu akan mulai berlaku pada 12 April mendatang. Kebijakan ini sejalan dengan Seruan Gubernur Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker untuk Mencegah Penularan Corona Virus Disease (COVID-19).

“Organda setuju mulai hari ini lakukan sosialisasi operator di Jakarta, bahkan Jabodetabek untuk melaksanakan. Kita memang memberi waktu satu minggu untuk sosialisasi. Kita harapkan pada 12 (April 2020) nanti keseluruhan sudah laksanakan ini,” terang Syafrin.

Yang naik angkutan umum harus pakai masker
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sejumlah kota di dunia sudah menerapkan aturan serupa. Dan aturan itu membuat penurunan penyebaran virus cukup signifikan.

“Kita laksanakan seminggu ke depan sosialisasi penumpang wajib menggunakan masker dan kita mulai 12 April. Berdasarkan kota lain di dunia, dengan mengunakan masker, potensi penyebaran virus bisa dihilangkan,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memerintahkan Dirut PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), Dirut PT MRT Jakarta, dan Dirut PT LRT Jakarta untuk membuat kebijakan terkait kewajiban para penumpang memakai masker.

Yang naik angkutan umum harus pakai masker
Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo (Foto: detikcom)

Perintah tersebut disampaikan Anies melalui surat Gubernur DKI Jakarta tertanggal 4 April 2020 perihal penggunaan masker. Surat tersebut ditujukan kepada Dirut PT TransJakarta, Dirut PT MRT Jakarta, dan Dirut PT LRT Jakarta.

“Harap buat kebijakan untuk mewajibkan semua penumpang menggunakan masker. Bila tanpa masker, maka tidak diizinkan untuk naik kendaraan umum,” kata Anies.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry