Diduga karena Corona, Pengantin Pria Ini Meninggal Sehari Setelah Menikah

News | 28 June 2020
Pengantin pria meninggal sehari setelah menikah karena Corona
Ilustrasi (Foto; Freepik)

Sebuah cerita miris datang dari India. Dikutip YUKK dari gulfnews.com, seorang pengantin pria meninggal dunia sehari setelah pernikahannya pada 17 Juni lalu. Diduga kuat dia meninggal dunia karena infeksi virus Corona.

Pengantin pria yang tidak disebutkan namanya itu bekerja di daerah Gurgaon. Pada 15 Juni lalu, dia datang ke Naubatpur, Patna, dengan kendaraan pribadinya. Dua hari kemudian, upacara pernikahannya digelar.

Menurut penduduk desa, pria itu sakit sejak datang ke Patna. Bahkan masih sakit ketika menjalani upacara pernikahan itu. Pada sore hari, acara resepsi digelar. Acaranya meriah. Banyak sekali tamu dan undangan yang datang.

Pengantin pria meninggal sehari setelah menikah karena Corona
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Keesokan harinya, kondisi pengantin pria semakin memburuk. Dia lalu dibawa ke pusat kesehatan pemerintah setempat di Paliganj. Karena kondisinya tak juga membaik, dia dipindahkan ke All India Institute of Medical Sciences di Patna. Namun, dia malah pingsan ketika kendaraan yang mengantarnya baru sampai di gerbang tempat perawatan itu. Tidak lama setelah itu, dia dinyatakan meninggal dunia.

Tidak ada tes
Tanpa menginformasikannya kepada otoritas kesehatan, jenazah lelaki itu dibawa pulang keluarganya. Tes untuk membuktikan apakah dia terinfeksi virus Corona atau tidak pun tidak dilakukan.  Jenazahnya pun dikremasi.

Beberapa penduduk desa telah menginformasikan kepada pejabat setempat bagaimana peristiwa meninggalnya sang pengantin pria setelah hari pernikahannya. Mereka mengatakan kepada pejabat setempat bahwa pengantin pria itu tiba dari Gurgaon, sebuah wilayah di Haryana. Di India, Haryana adalah salah satu negara bagian yang paling terdampak virus Corona. Jumlah kasus di situ sangat banyak.

Pengantin pria meninggal sehari setelah menikah karena Corona
Tes Covid-19 (Foto: Istimewa)

Pihak Departemen Kesehatan Negara kemudian bergegas ke Patna dan mengumpulkan beberapa sampel dari 125 orang penduduk desa yang menghadiri pernikahan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 15 dari 125 sampel positif Covid-19. Pada 20 Juni, otoritas kesehatan negara bagian mengumpulkan sampel lebih dari 81 orang dari area terdampak. Dari 81 sampel itu, 16 orang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

“Kebanyakan orang yang positif mengidap corona adalah mereka yang menghadiri pernikahan,” kata Dr. Ramanujam, seorang pejabat kesehatan, Rabu (23/6) lalu.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry