Di Amerika Serikat, Banyak Anak Muda yang Terinfeksi Virus Corona

News | 3 April 2020
Banyak anak muda Amerika Serikat yang positif Covid-19
Seorang tentara sedang memasang bendera di atas USNS Mercy, kapal rumah sakit (Foto: Reuters)

Sejak muncul pertama kali pada akhir tahun lalu, para lansia disebut sebagai orang yang sangat rentan terhadap serangan virus Corona. Banyak lansia yang meninggal dunia. Faktor utama adalah karena daya tahan tubuh mereka tidak kuat ketika menghadapi serangan virus Corona.

Dalam perjalanan pandemi ini, rupanya tidak hanya lansia yang menjadi korban. Data menunjukkan bahwa tidak sedikit anak muda yang meninggal dunia. Di New York, Amerika Serikat, misalnya. Para dokter dan petugas kesehatan menemukan fakta bahwa ada banyak pasien berusia muda yang dirawat di rumah sakit karena terinfeksi virus Corona.

Data dari Departemen Kesehatan Kota memperlihatkan bahwa New York menjadi daerah episentrum virus di Amerika Serikat. Satu dari lima pasien rawat inap berusia di bawah 44 tahun. Sementara itu, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa kasus infeksi virus corona sedang hingga parah secara global terjadi pada 10—15% orang dewasa di bawah usia 50 tahun.

Banyak anak muda Amerika Serikat yang positif Covid-19
Para tenaga medis di Amerika pun mengalami kekurangan APD (Foto: Reuters)

Pada Jumat (27/3) lalu, seorang pasien berusia 32 tahun di Rumah Sakit Mount Sinai Morningside Manhattan mendatangi dr. Kaedrea Jackson dan bertanya, “Apakah saya akan mati?” Anak muda itu tidak memiliki kondisi medis yang mendasarinya. Namun, dia mengalami demam, sesak napas, dan kadar oksigennya turun dengan cepat. Dia datang ke unit gawat darurat empat hari sebelumnya, tetapi disuruh pulang, minum air, minum Tylenol, dan karantina mandiri.

Anak muda itu kembali ke rumah sakit dengan kondisi yang semakin buruk.

“Tingkat ketakutan di matanya sangat mencolok bagi saya. Ia sangat takut dan masih sangat muda,” kata dr. Jackson seperti dilansir dari Bloomberg.

Banyak anak muda Amerika Serikat yang positif Covid-19
Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia (Foto: Photoshot)

Sejak Januari lalu, anak-anak muda diminta untuk diam di rumah. Dengan demikian, mereka tidak akan menulari para lansia yang dianggap memiliki risiko yang tinggi. Namun, pada pertengahan Maret lalu, seorang pejabat tinggi kesehatan memperingatkan Amerika bahwa orang-orang muda di Italia dan Perancis jatuh sakit.

“Banyak sekali pasien yang tidak cocok dengan gambaran yang kami sampaikan dari Tiongkok atau Italia. Ini bukan hanya pasien usia lanjut; siapa saja,” kata Jackson. Dia memperkirakan bahwa sebanyak 20% dari kasus yang dikonfirmasi di rumah sakit merupakan pasien dengan usia di bawah 50 tahun.

Gejala akurat Covid-19
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Saat ini, Amerika Serikat tercatat sebagai episentrum baru Covid-19. Hingga Jumat (3/4) ini, seperti dikutip YUKK dari Worldometers, Amerika mengonfirmasi 245.373 kasus Covid-19. Tercatat sebagai yang paling parah di dunia. Dari total kasus itu, 6.095 orang di antaranya meninggal dunia dan 10.403 orang dinyatakan sembuh,

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry