Critical Eleven: 11 Menit Paling Krusial dalam Penerbangan

News | 10 January 2021
Critical Eleven: 11 Menit Paling Krusial dalam Penerbangan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sebuah tragedi terjadi pada awal tahun ini. Sabtu (9/1) lalu, pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat dengan 6 kru aktif itu mengangkut 40 orang penumpang dewasa, 7 orang anak, dan 3 orang bayi.

Pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182 itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada pukul 14.36 WIB. Empat menit setelah mengudara, pesawat dilaporkan terbang ke arah barat laut. Beberapa detik kemudian, pesawat hilang dari radar ATC (Air Traffic Controller). Ternyata pesawat itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Tepatnya di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Critical Eleven: 11 Menit Paling Krusial dalam Penerbangan
Sriwijaya Air (Foto: Google)

Tragedi ini membuat masyarakat menyebut-nyebut frasa ini: critical eleven. Apakah critical eleven itu? Dan apa pula hubungannya dengan sebuah penerbangan?

Frasa ini sebenarnya merujuk pada 11 menit krusial dalam sebuah penerbangan. Dikutip dari flightsafety.org, critical eleven itu adalah 3 menit setelah pesawat lepas landas dan 8 menit sebelum pesawat mendarat. Dalam 11 menit yang penting itu, pilot akan berkomunikasi secara intensif dengan ATC.

Critical Eleven: 11 Menit Paling Krusial dalam Penerbangan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Tiga menit setelah pesawat lepas landas, pilot akan menstabilkan posisi pesawat dan mengontrol kecepatannya. Pada 8 menit sebelum pendaratan, pilot akan mengurangi kecepatan pesawat dan menyesuaikan pesawat dengan landasan pendaratan. Pada saat-saat yang krusial ini, tidak boleh ada satu orang pun di dalam pesawat itu yang boleh berkomunikasi dengan awak di kokpit.

Pada 11 menit krusial itu, seluruh penumpang diminta untuk tetap duduk di kursi masing-masing. Sabuk pengaman dipakai, ponsel dimatikan, sandaran kursi ditegakkan, meja dilipat, dan penutup jendela dibuka. Tujuannya adalah mempermudah proses evakuasi jika terjadi situasi darurat.

Critical Eleven: 11 Menit Paling Krusial dalam Penerbangan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Jika terjadi kondisi darurat ini, pesawat akan melakukan pendaratan darurat. Penumpang hanya punya waktu 90 detik atau 1,5 menit untuk menyelamatkan diri karena oksigen akan berkurang. Itulah mengapa, sebelum pesawat terbang, pramugari mendemonstrasikan cara penggunaan masker oksigen dan pelampung.

Sebelas menit krusial ini tidak boleh dipandang remeh. Menurut data flightsafety.org, sebanyak 80 persen kecelakaan pesawat terjadi pada 11 menit krusial ini. Worldwide Commercial Jet mencatat bahwa selama 2007—2016, kecelakaan pesawat terbanyak terjadi pada 8 menit sebelum pendaratan, yaitu saat pesawat menurunkan kecepatan, dan ketika pesawat lepas landas.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry