Corona Belum Selesai, Dunia Sudah Diintai G4

News | 1 July 2020
Corona belum selesai, dunia sudah diintai G4
Virus G4 ditemukan pada babi (Foto: Freepik)

Wabah Covid-19 belum selesai. Hingga hari ini, Rabu (1/7), jumlah orang yang terinfeksi virus Corona terus bertambah. Dikutip YUKK dari Worldometers, jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai 10.592.134 kasus. Dari jumlah total kasus itu, sebanyak 5.801.132 orang berhasil disembuhkan. Sementara itu, yang meninggal dunia bertambah menjadi 514.072 orang.

Para ahli memprediksi bahwa wabah ini tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Paling kurang 5 tahun lagi. Itu pun jika vaksin sudah berhasil ditemukan.

Belum juga selesai wabah ini, muncul lagi virus baru yang berpotensi memicu pandemi baru. Sama seperti virus penyebab Covid-19, virus ini pun muncul di China. Namanya virus G4. Virus yang ditemukan pada babi ini masih berkerabat dengan H1N1 yang mewabah pada 2009 lalu.

Corona belum selesai, dunia sudah diintai G4
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Virus ini ditemukan para ilmuwan dari China Agricultural University ketika menganalisis hampir 30.000 swab hidung dari babi di rumah pemotongan antara tahun 2011—2018. Dari pemeriksaan itu, para ilmuwan berhasil mengisolasi 179 jenis virus flu babi.  Kebanyakan di antaranya adalah virus G4 atau salah satu dari 5 strainG lainnya.

“Virus G4 menunjukkan peningkatan tajam sejak 2016 dan merupakan genotip predominan yang beredar pada babi yang terdeteksi di sedikitnya 10 provinsi,” tulis para ilmuwan dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciencesseperti dikutip dari Sciencemag.

Corona belum selesai, dunia sudah diintai G4
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Para ilmuwan telah melakukan sejumlah eksperimen, termasuk pada ferret (Mustela putorius furo). Pada umumnya, mamalia ini digunakan sebagai bahan penelitian tentang flu karena mengalami gejala yang mirip pada manusia, termasuk demam, batuk, dan bersin. Hasil eksperimen itu menunjukkan bahwa virus G4 sangat menular. Virus ini bereplikasi pada sel-sel manusia dan menyebabkan gejala yang lebih serius pada ferret dibanding virus lain.

Para ilmuwan melihat bahwa manusia belum punya kekebalan terhadap virus baru ini. Tes antibodi menunjukkan bahwa 10,4 persen pekerja dalam industri jual-beli babi telah terinfeksi. Dan tes antibodi itu juga menunjukkan bahwa 4,4 persen dari populasi umum sudah terpapar.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
1
haha
0
wow
0
sad
0
angry