Cerita tentang Proses Penguburan Jenazah Korban Corona

News | 25 March 2020
Cerita tentang penguburan korban Covid-19
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Daniel, seorang warga Jakarta, kehilangan neneknya. Selasa (24/3) lalu, pukul 21.00 WIB, neneknya meninggal dunia di sebuah rumah sakit.

“Oma saya meninggal diduga karena Covid-19. Delapan puluh hingga Sembilan puluh persen gejala atau symptommengarah ke sana. Diduga karena mereka nggak bisa pastikan,” ceritanya seperti dikutip YUKK dari detikcom,Selasa (24/3).

Sesuai dengan SOP (Standard Operational Procedure), jenazah korban virus Corona harus dimakamkan maksimal 4 jam kemudian.

“Karena diduganya itu, ya, SOP-nya memperlakukan jenazah sesuai pasien Covid-19. Harus langsung dikuburkan 4 jam paling lama setelah meninggal. Jangan lebih dari 4 jam,” ungkapnya.

Ilustrasi (Foto: AP Photo)

Yang menjadi persoalan adalah tidak ada kuburan yang masih melayani pemakaman pada malam hari itu. Karena alasan itulah, neneknya baru dikuburkan pada pukul 10.30 WIB. Dan proses penguburan pun berlangsung sesuai dengan SOP.

Sebelum dikuburkan, jenazah dan peti neneknya terlebih dahulu dibungkus dengan plastik. Keluarganya tidak diizinkan mengganti pakaian almarhum neneknya.

“Iya, dibungkus plastik. Petinya, kalau nggak salah, juga dibungkus plastik. (Sesuai dengan) SOP-nya, jenazah dibungkus plastik. Tadinya Oma sudah disiapkan baju. Ternyata requestuntuk ganti baju nggak bisa,” ceritaya.

Jenazah neneknya kemudian diantar oleh 6 orang dari Dinkes DKI Jakarta menuju TPU Kampung Pulo. Mereka mengenakan alat pelindung diri (APD) berwarna biru.

Ilustrasi virus corona (Foto: Istimewa)

“Mereka jalan, tuh, cepetdan buru-buru dimasukkan ke liang kubur. Masukinnyajuga cepet banget. Terus dari pihak kuburan, saat proses menurunkan (peti jenazah) itu selalu kasih disinfektan. Selama proses itu, disemprot disinfektan terus,” ungkapnya.

Proses penguburan berlangsung sangat cepat. Sekitar 20 menit. Saat itu, mereka diminta menjauh dari kubur sejauh 30 m.

“Ada satu pria berpakaian loreng juga membantu memberi arahan keluarga jangan mendekat. Menjauh sekitar 30 m. Setelah peti ditutup tanah, baru bisa (mendekat),” katanya.

Dalam proses penguburan itu, tidak ada prosesi apa pun. Tidak ada satu pun orang yang melayat. Dan keluarga yang hadir berdoa dan menaburkan bunga ketika peti jenazah sudah ditutup tanah.

“Enggak ada yang ngelayat, enggak ada ibadah pelepasan juga. Langsung dikubur,” katanya.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry