Catat Ini: Bersih-Bersih Rumah Bisa Tekan Risiko Kanker Payudara

Bersih-bersih rumah bisa tekan risiko kanker payudara
Ilustrasi (Foto: tportal.hr)

Ibu muda itu tunduk dan mengangkat seember pakaian kotor di pojok kamar tidur anaknya. Ada celana jin biru, T-shirt merah, kaos kaki hitam dan putih, kemeja putih bermotif kotak-kotak, dan beberapa sarung bantal yang sudah mulai kecokelatan.  Ember itu ia letakkan di depan mesin cuci di depan kamar mandi.

Sebelumnya ia sudah mencuci piring, mengepel lantai di dapur, merapikan kamar tidur kedua anaknya, dan membersihkan gudang kecil di bawah tangga menuju loteng. Ia “bersih-bersih” rumah pagi itu ditemani lagu-lagu cinta era 80-an. Kadang-kadang ia bergumam. Kadang juga ia bernyanyi kecil. Dan beberapa kali ia mengusap peluh di keningnya.

Bersih-bersih rumah bisa tekan risiko kanker payudara
Ilustrasi (Foto: tportal.hr)

Pekerjaan ibu itu memang tidak berat-berat amat. Sebuah pekerjaan biasa untuk seorang ibu rumah tangga. Tapi pekerjaan yang sudah terlanjur dianggap “biasa” itu sebetulnya telah membantunya menekan risiko penyakit ganas: kanker payudara.

Menurut beberapa peneliti kanker di Inggris, perempuan yang selalu mengerjakan pekerjaan rumah 6 jam sehari, berjalan cepat setiap pagi, bertaman atau berkebun akan terhindar dari kanker payudara. Aktivitas semacam itu bisa menekan risiko kanker payudara sebanyak 13%. Yang melakukannya 2,5 jam hanya bisa menekan 8%.

Bersih-bersih rumah bisa tekan risiko kanker payudara
(Foto: google)

Kesimpulan ini diambil setelah dilakukan penelitian terhadap lebih dari 8.000 perempuan yang diserang kanker payudara—yang terbanyak dalam sejarah sebuah penelitian tentang pengidap kanker payudara. “Penelitian ini menunjukkan manfaat menjadi orang yang aktif. Ada juga banyak bukti yang muncul bahwa sebuah pekerjaan atau olahraga bisa mengurangi risiko kanker usus besar. Meskipun demikian, memang harus ada penelitian lebih lanjut terkait kanker lainnya,” terang Prof. Tim Key, salah seorang peneliti kanker dari Pusat Penelitian Kanker Inggris Raya. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam International Journal of Cancer. 

Sebelumnya, pada tahun 2010 lalu, telah dilakukan penelitian serupa. Hasilnya, lebih dari 3% orang menderita kanker payudara, lebih dari 5% orang menderita kanker usus besar, dan sekitar 4% perempuan menderita kanker rahim. Apa penyebabnya? Orang melakukan aktivitas fisik kurang dari 150 menit setiap minggu. “Menjaga berat badan dan menghindari alkohol memang dua jalan terbaik untuk menekan risiko kanker payudara. Tapi aktivitas fisik pun memainkan peran yang penting. Anda tak memerlukan banyak uang atau waktu untuk melakukannya,” jelas Sara Hiom.

Bersih-bersih rumah bisa tekan risiko kanker payudara
(Foto: livestrong.com)

Aktivitas fisik itu, imbuh Sara, tak perlu berat. Berkebun atau bertaman, jogging, atau membersihkan rumah bisa punya pengaruh yang besar terhadap kesehatan, khususnya dalam menekan risiko berbagai kanker. “Sebuah perubahan kecil dalam rutinitas dapat membuat perbedaan besar. Misalnya, daripada naik lift, lebih baik naik tangga, lebih baik berjalan kaki ketimbang naik kendaraan,” katanya.

#YUKKpakeYUKK

 

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry