Cantiknya Madeline Stuart, Model Down Syndrome Pertama, dengan Batik

Model Down Syndrome tampil cantik dengan batik
Madeline dan ibunya (Foto: Okezone)

Pada tahun 1862, seorang fisikawan asal Inggris bernama John Langdon Down menjelaskan sebuah gangguan genetika. Gangguan itu terjadi karena kelebihan kromosom. Gangguan itu kemudian disebut dengan Down Syndrome.

Harus diketahui bahwa setiap orang membawa 46 kromosom dalam tubuhnya: 23 dari ayah dan 23 dari ibu. Namun, pada penderita down syndrome, ada kromosom ekstra pada kromosom 21, sehingga jumlah kromosomnya menjadi 47. Karena kelebihan itu, terjadi keterlambatan pertumbuhan, perbedaan kerja otak, dan karakteristik wajah tertentu.

Gangguan ini tidak dapat disembuhkan. Hanya dengan perawatan dan pemeliharaan yang tepat, penderita bisa tumbuh sehat, bahagia, dan bahkan bisa produktif. Salah satu contoh penderita down syndrome yang sukses adalah Madeline Stuart.

Model Down Syndrome tampil cantik dengan batik
Madeline di atas catwalk (Foto: detikcom)

Madeline adalah seorang gadis cantik kelahiran Brisbane, Australia, 13 November 1996. Ia lahir dengan kelainan genetik itu. Namun, ibunya, Rossane Stuart, tidak menyerah. Ia merawat Madeline dengan kasih sayang. Dan Madeline tumbuh sehat dan kuat. Bahkan menjadi model terkenal di dunia.

Pada tahun 2015 lalu, Madeline terjun ke dalam dunia modeling. Sejak saat itu, ia sudah naik turun panggung mode di berbagai belahan dunia. Ia, antara lain, pernah tampil dalam New York Fashion Week, Paris Fashion Week, London Fashion Week, Runway Dubai, Russian Fashion Week, dan Mercedes Benz Fashion Week di China. Dan Kamis (21/3) lalu, ia tampil di Jakarta dalam pagelaran mode yang diselenggarakan oleh Alleira Batik.

Model Down Syndrome tampil cantik dengan batik
Madeline dan teman-temannya (Foto: detikcom)

Pada Hari Down Syndrome sedunia itu, Madeline memperlihatkan talentanya sebagai seorang model profesional. Ia tampil anggun dengan gaun panjang berwarna ungu bercorak batik dari Alleira Batik. Ia berlenggang-lenggok dengan sepatu hak tinggi di hadapan para fotografer dan tamu.

“Saya bahagia. Saya senang menginspirasi orang lain,” katanya dalam jumpa pers sebelum berjalan di atas catwalk di La Moda, Plaza Indonesia, Kamis (21/3) lalu.

 Lisa Mihardja, CEO Alleira Batik, menggandeng Madeline karena merasa terinspirasi oleh perjuangannya.

Model Down Syndrome tampil cantik dengan batik
Madeline dan CEO Alleira Batik (Foto: detikcom)

“(Pada tahun) 2017, (kami) bertemu Madeline. We just fell in love. We got inspired by her. Madeline, dengan keterbatasannya, bisa menjadi first profesional model. Kita sudah ajak dia dari tahun lalu, tapi dia sangat sibuk dan baru bisa saat ini,” ungkapnya.

Fashion show ini terasa istimewa karena sekaligus menjadi ajang penggalangan dana bagi anak dengan Down syndrome. Bekerja sama dengan Lions Club Jakarta Selatan (Tulip), Alleira mengadakan lelang. Hasil lelang itu akan disumbangkan kepada Ikatan Sindroma Down Indonesia dan Persatuan Orang Tua dan Anak dengan Down Syndrome.

Dalam pagelaran mode ini, tidak hanya Madeline yang tampil. Ada 16 orang anak dengan Down syndrome yang juga menjadi model dari baju koleksi Alleira Batik. Mereka mengenakan baju berwarna merah.

Model Down Syndrome tampil cantik dengan batik
Madeline dan anak-anak penderita Down Syndrome (Foto: Instagram/@alleira_batik)

“Mereka berani dalam keterbatasan. Dan it’s always colour of confidence,” kata Lisa.

Melalui ibunya, Madeline berpesan kepada anak-anak yang juga menderita Down syndrome untuk tidak putus asa.

“Yakinlah pada diri sendiri dan selalu percaya bahwa tidak ada hal yang mustahil. Madeline menampilkan yang terbaik dari talentanya untuk menginspirasi orang lain,” kata sang ibu, Rossane Stuart.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry