Bukannya Surat Tilang, Dokter yang Ngebut Ini Justru Diberikan Masker N95 oleh Polisi

News | 1 April 2020
Dokter dikasih masker N95 oleh polisi
Dr. Sarosh Ashraf Janjua (Foto: CNN)

Hingga Rabu (1/4), seperti dikutip YUKK dari Worldometers,Amerika berada pada urutan pertama dalam daftar negara dengan dampak Covid-19 paling parah di dunia. Negara Paman Sam mengonfirmasi 188.592 kasus Covid-19 dengan 4.056 pasien yang meninggal dunia. Sementara itu, yang berhasil disembuhkan sebanyak 7.251 orang.

Semua tenaga medis berjuang untuk menolong sebanyak mungkin orang dari wabah ini. Di barisan paling depan berdiri para dokter dan perawat. Dr. Sarosh Ashraf Janjua adalah salah satunya. Bahkan demi menolong orang lain, dia sampai mengabaikan keselamatannya sendiri.

Akhir pekan lalu, kardiolog dari Boston, Massachusetts, ini meninggalkan rumahnya dan bergegas ke unit karantina pasien Covid-19 di Duluth, Minnestoa. Dia melaju dengan kecepatan 85 km/jam. Padahal batas kecepatan maksimum yang ditentukan adalah 70 km/jam.

Dokter dikasih masker N95 oleh polisi
Para petugas medis di luar Brooklyn Hospital Center di Brooklyn, New York (Foto: AP via NBC News)

Tentu saja dia sudah menyalahi aturan. Dan benarlah ketika polisi bernama Brian Schwartz menghentikannya. Namun, sesuatu yang berbeda terjadi di sini segera setelah sang polisi mengetahui identitasnya.

“Dia kembali ke mobil patrolinya untuk melihat SIM saya. Dia mengatakan bahwa sangatlah tidak bertanggungjawab jika saya melaju dengan kecepatan tinggi. Tidak hanya karena saya membahayakan nyawa saya, tapi juga karena saya pasti tidak bisa menolong pasien,” ceritanya seperti dikutip YUKK dari dailymail.co.uk.

Brian Schwartz tidak menilangnya. Dia justru dibiarkan pergi dengan peringatan agar dia berhati-hati. Bahkan memberikannya masker N95.

“Ketika saya meminta maaf dan mengucapkan terima kasih, dia mengulurkan tangan dan memberikan sesuatu yang saya pikir adalah SIM saya. Saya berkaca-kaca ketika tahu apa yang dia berikan kepada saya. Lima masker N95 yang dibagikan pemerintah untuk keselamatannya sendiri,” sambungnya.

Dokter dikasih masker N95 oleh polisi
Masker dari polisi (Foto: Dok. Dr. Sarosh Ashraf Janjua)

Dia langsung menangis ketika melihat apa yang diberikan Brian. Dia tidak menyangka bahwa Brian memberikan kepadanya apa yang saat ini semua orang ingin miliki.

“Dia tidak mengenal saya sama sekali. Juga tidak punya utang apa pun kepada saya. Dan yang terpenting lagi dia juga ada di barisan depan (melawan Corona) seperti saya. (Tapi) dia berbagi maskernya yang berharga itu dengan saya, bahkan tanpa bertanya dulu ke saya,” ungkapnya.

Dokter dikasih masker N95 oleh polisi
Minnesota State Patrol (Foto: Dok. Minnesota State Patrol via dailymail.co.uk)

Beberapa waktu kemudian, Brian bercerita bahwa dia membagikan maskernya karena melihat 2 masker N95 bekas yang ada di dalam tas sang dokter. Dan dia menduga bahwa masker itu akan digunakan lagi oleh dr. Sarosh.

“Terima kasih kepada Sarosh atas kerja keras dan dedikasinya. Kami bekerja keras di tengah pandemi ini dan memikirkan mereka yang menjadi tim respons cepat (petugas medis) untuk merawat warga Minnesota dalam kondisi kritis seperti ini,” balas Minnesota State Patrol melalui akun resmi di Facebook.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry