Benarkah Makan Nasi 3 Kali Sehari Bisa Picu Diabetes?

Benarkah Makan Nasi 3 Kali Sehari Bisa Picu Diabetes?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Mungkin kamu pernah mendengar saran ini: jangan makan nasi yang masih panas. Mengapa? Karena nasi hangat atau yang masih panas dianggap mengandung kadar gula yang tinggi.

Orang lain mungkin disarankan untuk tidak terlalu banyak dan terlalu sering makan nasi. Mengapa? Karena nasi dianggap bisa memicu meningkatnya risiko diabetes tipe 2.

Benarkah kedua anggapan itu? Benarkah makan nasi panas bisa memicu diabetes? Benarkah makan nasi terlalu sering bisa membuat kadar gula darah meningkat?

Benarkah Makan Nasi 3 Kali Sehari Bisa Picu Diabetes?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Pada tahun 2012 lalu, hasil sebuah penelitian tentang hal ini dipublikasikan dalam British Medical Journal. Penelitian itu dilakukan oleh Harvard School of Public Health. Para peneliti menelaah empat studi yang melibatkan 352 ribu orang dari China, Jepang, dan Amerika Serikat.

Emily Hu dan Qi Sun beserta tim memantau perkembangan kesehatan dan kebiasaan makan 352 ribu orang selama 4—22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang paling banyak makan nasi, yaitu 3—4 kali per hari, memiliki risiko 1,5 kali lebih banyak terkena diabetes dibandingkan orang yang makan paling sedikit nasi. Risikonya meningkat 10% jika orang menambah porsi nasi.

Benarkah Makan Nasi 3 Kali Sehari Bisa Picu Diabetes?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Nasi memicu meningkatnya risiko diabetes karena indeks glikemik pada nasik cukup tinggi, yaitu sekitar 70. Indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi meningkatnya gula darah. Makanan dengan indeks glikemik tinggi mengandung karbohidrat yang diproses secara cepat untuk menjadi energi. Dan hal ini menyebabkan kadar gula darah meningkat.

Selain nasi putih, makanan dan minuman dengan indeks glikemik tinggi adalah kentang, gula, roti putih, minuman bersoda, dan minuman manis. Makanan dan minuman ini disarankan untuk dikurangi agar risiko terkena diabetes tipe 2 bisa ditekan. Orang juga disarankan untuk membangun pola makan yang sehat, yaitu mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gizi seimbang. Dalam hal ini, mengombinasikan makan dengan indeks glikemik rendah dan tinggi adalah langkah yang tepat.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry