Bagaimana Merebut Perhatian Orang Sewaktu Berbicara?

Bicara di Depan Umum
Ilustrasi (Foto: tipsciamik.com)

Anda pernah begitu gugup, sehingga hampir tak tahu harus berbicara apa di depan banyak orang? Jika ya, Anda bukanlah satu-satunya. Banyak orang juga gugup ketika mendadak ditodong untuk berbicara di depan banyak orang. Dan itu reaksi yang wajar. Namun, Anda sebetulnya bisa keluar dari hantu kegugupan itu jika tahu bagaimana menyikapinya.

Sukses atau tidaknya Anda dalam bekerja atau berbisnis sedikit banyak ditentukan oleh kepandaian Anda dalam berbicara. Sekalipun kepintaran Anda tak bisa semata-mata dipatok dalam kategori itu, skill dan teknik berbicara Anda bisa memberikan gambaran siapa sebetulnya Anda.

Apa yang harus Anda lakukan agar bisa merebut perhatian orang ketika Anda berbicara? Apa yang harus Anda lakukan agar Anda tidak gugup ketika berbicara di depan banyak orang? Berikut beberapa cara merebut perhatian orang sewaktu berbicara:

Berbicara Tanpa Persiapan Materi

bicara tanpa persiapan
Ilustrasi (Foto: google)

            Jika Anda diminta berbicara sekalipun Anda tidak punya persiapan apa-apa, jangan khawatir. Anda bisa menggunakan beberapa trik berikut ini:

  • Putuskan secara cepat apa yang mau Anda katakan
    Anda bisa memakai trik ini dalam rapat atau diskusi. Biasanya, secara tiba-tiba, Anda diminta mengomentari kasus, persoalan, ataupun pokok yang sedang dibahas. Anda bisa menyiasatinya dengan membuat kata kunci. Jika tidak, sentillah satu pesan atau tema yang sedang dibahas. Biasanya gagasan yang lain akan keluar dengan sendirinya setelah Anda mulai berbicara.
  • Jangan berusaha mengingat apa yang akan Anda katakan
    Ketika Anda sudah mulai berbicara, jangan tergoda untuk mengingat apa yang akan Anda katakan. Berusaha mengingat kata-kata akan membuat Anda gugup, mengacaukan urutan kalimat Anda, bahkan bisa membuat Anda terdengar tak logis. Anda akan lebih sibuk berpikir menyusun kalimat daripada pesan yang ingin Anda sampaikan.
  • Mulailah dengan rasa percaya diri yang tinggi
    Sekalipun belum tentu Anda mendapat kesempatan untuk berbicara, yakinkan diri Anda bahwa pada gilirannya nanti Anda juga mendapat giliran untuk berbicara. Persiapan batin semacam ini penting untuk merancang opening statement. Lalu bangunlah rasa percaya diri bahwa Anda punya beberapa poin penting yang bisa dan mampu Anda katakan. Selama persiapan itu, Anda bisa membuat catatan kecil, yang kemudian bisa Anda lihat sepintas sebelum berbicara. Jika Anda punya beberapa poin atau ide penting yang mau Anda sampaikan, sampaikan secara berurutan.
  • Tentukan transisi
    Setelah opening statement, buatlah kalimat transisi sederhana. Jika Anda punya lebih dari satu poin, Anda bisa menggunakan transisi alamiah seperti “Poin kedua saya adalah….atau poin berikutnya,…selanjutnya” dan lain-lain.
  • Pertahankan kontak mata
    Ini cara termudah untuk menghilangkan rasa gugup Anda. Jika Anda menunduk dan sibuk melihat coretan Anda, orang akan tahu bahwa Anda sebetulnya gugup dan tak siap. Pandanglah mata mereka dalam beberapa detik dan berbicaralah.
  • Buatlah kesimpulan yang singkat, padat dan jelas
    Untuk konteks tanpa persiapan materi, Anda cukup mengatakan, “Poin terakhir yang mau saya katakan adalah…” atau “Kesimpulan saya adalah…” Di sini Anda bisa berbicara sambil menatap lawan bicara Anda.

Mengatasi Kegugupan 

Presentasi
Ilustrasi (Foto: saxonsgroup.com.au)

Tidak banyak orang yang tidak gugup ketika berbicara di depan banyak orang. Sekalipun orang itu sudah sangat sering berbicara di depan banyak orang, bahkan ribuan orang, pada saat-saat tertentu, orang itu juga akan merasa gugup. Untuk mengatasi rasa gugup itu, Anda bisa menggunakan trik berikut ini:

  • Kenali ruangan
    Datanglah lebih awal, berjalanlah di sekitar ruangan, kenali setiap elemen yang ada di dalam ruangan, dan bayangkan diri Anda sedang berbicara di hadapan pendengar yang ada dalam ruangan itu. Trik ini membuat Anda bisa dengan mudah mencari analogi, membuat perbandingan, ataupun contoh. Sekalipun Anda sudah cukup familiar dengan ruangan, Anda perlu datang lebih awal untuk menyiapkan batin.
  • Kenali pendengar
    Anda mesti tahu kepada siapa Anda berbicara. Ini membantu Anda menggunakan permainan bahasa supaya bisa klop dengan daya tangkap pendengar, sekaligus membantu Anda untuk menguasai materi.
  • Kuasai materi
    Siapkan materi baik-baik sesuai dengan tema atau persoalan yang sedang dibedah. Di samping sumber utama, pakai juga sumber sekunder untuk mengafirmasi, mengkomparasi dan menarik kesimpulan.
  • Belajar rileks
    Anda bisa mengatasi kegugupan dan ketegangan Anda dengan duduk santai atau bersandar di kursi (jika Anda tak perlu berdiri sewaktu berbicara), menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan. Atau jika Anda berdiri, berjalanlah beberapa langkah, alihkan konsentrasi pada papan atau whiteboard sambil mempertegas isi materi dan mengatur volume suara.
  • Pendengar ingin Anda sukses
    Para pendengar ingin mendapat insight atau pencerahan lewat presentasi Anda. Sadari itu. Oleh karena itu, jelaskan materi Anda sebaik-baiknya .
  • Jangan meminta maaf jika Anda gugup
    Hindari kalimat, “Maaf, saya agak gugup.” Banyak orang berpikir bahwa dengan meminta maaf, mereka bisa ‘menguasai’ pendengar. Justru sebaliknya, ketika Anda meminta maaf, Anda sebetulnya sedang “mengemis” maaf orang. Permintaan maaf Anda bisa dijadikan senjata untuk “mendesak” dan menantang Anda.

Supaya Anda Didengarkan

Perempuan berbicara dental penuh percaya diri
Ilustrasi (Foto: laksani.com)

Bagaimana cara Anda untuk membuat orang mendengarkan Anda? Ini pekerjaan yang gampang-gampang susah. Anda hanya perlu tahu beberapa trik sederhana, yaitu:

  • Perhatikan artikulasi/pronunsiasi
    Ada perbedaan mendasar antara tidak didengarkan (not being heard) dan tidak dimengerti (not being understood). Persoalan “tidak didengarkan” bisa menyangkut persoalan teknis. Misalnya, pendengar Anda sibuk dengan pembicaraan sendiri atau materi Anda tak relevan. Sementara persoalan “tidak dimengerti” tergantung pada artikulasi atau pronunsiasi Anda. Jika Anda tak jelas mengucapkan kalimat atau istilah, pendengar Anda tidak bisa mengerti apa yang Anda ucapkan. Bisa juga terjadi bias penafsiran atas apa yang Anda katakan. Oleh karena itu, ucapkan kalimat atau kata dengan benar dan jelas serta sesuai dengan kamus (kalau ada istilah asing).
  • Kontrol volume suara
    Jangan monoton dengan suara yang tinggi. Harus ada dinamika. Kadang-kadang suara Anda perlu naik, jelas dan tegas untuk mengafirmasi isi, lembut untuk membuka ruang pemahaman pendengar, serta datar untuk masuk ke materi berikutnya.
  • Proyeksikan suara
    Maksudnya, jangan tahan suara Anda. Keluarkan suara dan fokuskan pada daerah wajah. Lalu rasakan itu. Dr. Morton Cooper, seorang terapis dalam bidang pidato atau pembicaraan, memberikan cara mudah untuk merasakan suara di daerah wajah dengan metode “Hmmmm.” Misalnya, “Hmmmm nama saya Budi.”
  • Cara Anda mengalami diri sewaktu berbicara
    Sewaktu berbicara, rasakan diri Anda yang sedang berbicara. Sadari setiap gerak tubuh Anda secara natural. Semakin bisa Anda mengalami dan menyadari diri, semakin bisa Anda berbicara dengan jelas. Dan dengan cara itu Anda dapat merebut perhatian orang dan menguasai ruangan.

Belajar dari Franklin D. Roosevelt 

Fireside chats
(Foto; mentalfloss.com)

Orang nomor satu Amerika ini terkenal dengan teknik fireside chats. Maksudnya, berbicara dengan orang seperti obrolan ringan di depan perapian. Seperti apa fireside chats itu?

  • Pendengar sebagai individu
    Bayangkan bahwa orang yang sedang mendengarkan Anda adalah teman baik Anda. Mengapa? Karena Anda didengar sebagai individu. Buatlah prototipe pendengar dan ceritakan kisahnya, masalahnya dan kebutuhannya. Sentilan Anda semacam ini membangkitkan simpati dan penghargaan pendengar.
  • Bayangkan bahwa Anda dan pendengar sedang duduk mengelilingi meja makan atau asyik di beranda
    Trik ini membantu Anda untuk menciptakan intimasi yang kuat. Anda dan pendengar Anda akan merasa nyaman dan rileks. Anda akan lebih mudah berbicara, lebih jelas dan lebih fokus.
  • Sadari pendengar
    Cobalah untuk lebih spesifik dengan melihat dan menyadari kehadiran pendengar. Wajah, tangan, pakaian dan rumah mereka. Jika Anda bisa spesifik dan mampu menyelami kebutuhan mereka, Anda akan tahu apa yang mesti Anda katakan.
  • Suara dan ekspresi wajah
    Intonasi suara Anda berhubungan erat dengan ekspresi wajah Anda. Jika Anda cemberut, suara Anda akan terdengar berat atau bahkan seperti menghardik.
  • Gestikulasi yang tepat
    Jangan menggerakkan tangan atau kepala berlebihan. Gerakan sewajarnya. Lakukan seirama dengan dengan intonasi suara dan apa yang mau Anda katakan.
  • Tersenyumlah
    Anda tak perlu tersenyum sepanjang pembicaraan berlangsung. Tersenyumlah sewajarnya pada saat Anda berbicara, berhenti sejenak, atau mulai menyentuh poin berikut. Jika Anda tersenyum, orang akan tahu bahwa Anda menguasai materi, menguasi diri dan bisa mengendalikan pendengar. Tersenyumlah sekalipun Anda sulit tersenyum.

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry