Apa Itu “Post-Holiday Blues” yang Menyerang Para Pekerja?

Apa Itu “Post-Holiday Blues” yang Menyerang Para Pekerja?
Ilustrasi (Foto: Crello)

Libur Lebaran sudah selesai. Para karyawan harus kembali bekerja. Harus menyelesaikan pekerjaan yang belum diselesaikan sebelum libur Lebaran.

Ada hal yang menarik dari bagaimana orang mengawali hari pertama bekerja setelah liburan sekitar seminggu itu. Pada beberapa orang, hari pertama bekerja setelah liburan dihadapi dengan semangat. Orang-orang ini membawa semangat dari tempat liburan, keluarga, dan lingkungan ke tempat kerja. Nasihat, dorongan, dan pesan-pesan keluarga atau orang terdekat dijadikan pemicu semangat.

Sementara itu, pada beberapa orang lain, hal ini adalah tantangan berat. Mereka merasa sulit untuk kembali kepada rutinitas sebelum liburan. Masih belum sepenuhnya siap untuk kembali bekerja karena terpengaruh oleh suasana dan kenangan selama liburan.

Apa Itu “Post-Holiday Blues” yang Menyerang Para Pekerja?
Ilustrasi (Foto: Crello)

Tidak siapnya orang untuk mulai bekerja setelah liburan panjang ini disebut post-holiday blues. Kondisi ini mengacu pada tekanan mental jangka pendek, kecemasan, dan kesedihan yang muncul setelah liburan. Dia bukanlah sebuah gangguan mental, melainkan sekumpulan perasaan negatif yang muncul setelah orang menjalani liburan yang menyenangkan.

Hal ini, seperti dikutip YUKK dari Very Well Mind, sudah diteliti oleh para ilmuwan beberapa tahun lalu. Dalam penelitian berjudul “The Christmas Effect on Psychopathology” yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine, para ilmuwan melakukan pencarian literatur dari tahun 1980 hingga sekarang.  Mereka menggunakan kata-kata pencarian seperti Natal, bunuh diri, depresi, gangguan kejiwaan, dan perilaku melukai diri sendiri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan dalam pemanfaatan layanan psikiatri, perilaku melukai diri sendiri, dan upaya bunuh diri selama liburan. Namun, setelah liburan, semuanya berubah. Hal-hal negatif itu justru meningkat.

Apa Itu “Post-Holiday Blues” yang Menyerang Para Pekerja?
Ilustrasi (Foto: Crello)

Berikut tanda-tanda seseorang mengalami post-holiday blues:
– cemas;
– tidak termotivasi;
– suasana hati yang buruk;
– mudah tersinggung;
– stres;
– depresi;
– insomnia;
– khawatir berlebihan tentang keuangan.

Apa Itu “Post-Holiday Blues” yang Menyerang Para Pekerja?
Ilustrasi (Foto: Crello)

Orang dengan post-holiday blues ini biasanya mengalami emosi yang beragam. Mulai dari merasakan kekosongan, kecewa, kesepian, stres, hingga merasa kehilangan. Penyebab munculnya emosi itu beragam. Bisa karena kelelahan setelah perjalanan yang panjang. Bisa juga karena kesedihan karena harus kembali berpisah dengan keluarga.

Lalu bagaimana mengatasi hal ini? Orang dengan post-holiday blues disarankan untuk berolahraga. Mengapa? Karena olahraga dapat mengurangi gejala kecemasan yang kerap muncul secara tiba-tiba. Kecemasan diketahui berhubungan dengan adrenalin dan kortisol. Keduanya membuat otot menjadi tegang. Olahraga akan membuat otot-otot itu kembali kendur.

Apa Itu “Post-Holiday Blues” yang Menyerang Para Pekerja?
Ilustrasi (Foto: Crello)

Selain berolahraga, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan. Misalnya, melakukan terapi alam. Bisa dengan cara berkebun. Bisa juga dengan berjalan santai di taman atau halaman.

Cara lainnya adalah mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Misalnya, biji-bijian, ikan, cokelat, dan teh hijau. Kandungannya dapat membantu mengurangi stress dan meningkatkan suasana hati.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry