Terkuak! Ini 7 Alasan yang Bikin Startup Tutup & Bangkrut

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berperan aktif dalam mendorong kemunculan start up dengan program Gerakan Nasional 1000 Startup. Namun, apa yang terjadi? Hanya 10% di antara total 1.300 startup yang ikut serta masih bertahan sampai sekarang. Dari jumlah tersebut, kenapa banyak start up yang tutup? 

Fakta terkait bangkrut dan tutupnya para startup di Indonesia sudah berlangsung cukup lama. Faktor pemicu utamanya adalah pandemi COVID dan kemudian berlanjut pada kondisi perekonomian global yang buruk akibat perang antara Ukraina dan Rusia. Beberapa perusahaan rintisan dengan nama yang sudah dikenal luas pun tutup. 

Nama-nama startup yang telah tutup tersebut di antaranya adalah: 

  • AiryRooms
  • Fabelio
  • Qlapa
  • Beres.id
  • JD.ID
  • HOOQ
  • Mobile Premier League (MPL)
  • Elevenia

Lalu, apa alasan start up bangkrut dan tutup yang berlangsung cukup masif di Indonesia? Selain karena problem keuangan akibat pandemi dan perang Ukraina-Rusia, ada beberapa faktor lain yang menjadi pemicu kenapa banyak start up tutup di Indonesia, yaitu: 

Minimnya Cash Flow

Faktor pertama yang menjadi penyebab kenapa banyak start up tutup adalah karena permasalahan keuangan. Survei CB Insight bersama dengan Skynova pada 2022 menunjukkan hampir 44% startup bangkrut karena kehabisan modal. 

Hal ini tak lepas dari ketergantungan para pendiri startup pada modal dari para investor. Di sisi lain, pengelolaan keuangan tidak berjalan dengan baik dan kemudian diperparah pada tingkat penghasilan yang masih minim. 

Salah satu contoh bentuk pengelolaan keuangan yang buruk pada startup di Indonesia adalah terkait gaji karyawan. Dalam beberapa tahun terakhir, bekerja di startup menjadi impian besar para generasi muda di Indonesia. Alasannya, karena banyak startup yang menjanjikan gaji tinggi. 

Dengan kondisi bisnis yang masih belum stabil dan hanya mengandalkan sumber keuangan dari investor, banyak start up yang mengalami gangguan cash flow. Aliran uang masuk yang dimiliki tak mampu memenuhi kebutuhan pengeluaran rutin yang perlu mereka bayarkan. 

Produk yang Dihasilkan Tidak Bisa Memenuhi Kebutuhan Target Pasar

Produk yang dihasilkan oleh perusahaan tidak memenuhi kebutuhan pasar

Startup kerap menawarkan nilai utama produk miliknya, baik yang berupa barang maupun jasa, pada inovasi. Mereka pun menghadirkan kemudahan bagi para pelanggan untuk bisa menggunakan layanan jasa maupun produk lewat aplikasi di smartphone

Hanya saja, dalam berbagai kejadian alasan kenapa banyak start up tutup adalah karena produk yang ditawarkan tak sesuai dengan kebutuhan pasar. Alhasil, meski telah melakukan aktivitas pemasaran yang masif, produk tersebut tak laku di pasaran. 

Kalah Bersaing dalam Kompetisi yang Sengit

Anda dapat pula melihat alasan start up bangkrut karena tingkat persaingan yang sangat sengit. Mereka tidak memiliki kemampuan yang mencukupi untuk bisa bersaing dan akhirnya harus tersingkir dan tutup. 

Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kenapa produk barang maupun jasa dari sebuah startup tidak mampu bersaing di pasaran, di antaranya adalah: 

  • Aktivitas promosi dan pemasaran yang kurang masif
  • Produk yang terkesan biasa-biasa saja dan tak mempunyai nilai tambah
  • Kualitas produk tak sesuai dengan harga yang ditetapkan

Baca juga: Ini 8 Rahasia Strategi Pemasaran Digital untuk UMKM, Mau Tau?

Fondasi Model Bisnis yang Buruk

fondasi model bisnis yang kurang baik

Faktor yang menjadi pemicu kenapa banyak start up tutup berikutnya adalah karena buruknya fondasi bisnis. Beberapa aspek yang memiliki kaitan erat dengan fondasi bisnis tersebut di antaranya adalah: 

  • Struktur organisasi yang timpang dan berantakan
  • Teamwork yang tidak berjalan dengan baik
  • Riset pasar yang minim
  • Produk yang tak mampu memberikan solusi pada permasalahan konsumen
  • Visi misi para founder yang tidak jelas
  • SOP perusahaan yang amburadul

Perubahan Peraturan dan Kebijakan Hukum Negara

Jawaban dari pertanyaan kenapa banyak start up tutup dan bangkrut di Indonesia yang berikutnya adalah karena adanya perubahan kebijakan pemerintah. Perubahan tersebut dapat menimbulkan risiko hambatan bisnis bagi para startup. 

Kualitas SDM yang Rendah

Kualitas sumber daya manusia yang tidak sesuai dengan kebutuhan

Alasan selanjutnya yang membuat banyak startup di Indonesia tutup dan bangkrut adalah karena faktor SDM. Tidak semua startup mampu merekrut karyawan dengan kualitas tinggi dan sesuai kebutuhan mereka. 

Alasan kenapa para startup tersebut tak mampu merekrut karyawan berkualitas disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa di antaranya adalah karena penawaran gaji dan fasilitas yang minim, kalah bersaing dengan startup yang lebih besar, dan lain sebagainya. 

Alhasil, startup-startup tersebut memiliki keterbatasan dalam melakukan perekrutan karyawan. SDM yang mereka miliki pun tidak mempunyai kualitas yang mencukupi dan kemudian berdampak pada operasional bisnis yang kurang optimal. 

Tidak Bisa Beradaptasi dengan Perubahan yang Cepat

Startup dibuat dengan harapan agar mampu melakukan adaptasi dengan cepat pada ekosistem bisnis yang sangat dinamis. Namun, pada kenyataannya tak semua startup mampu beradaptasi dengan baik pada perubahan tersebut. 

Di sisi lain, ekosistem bisnis startup memiliki tingkat risiko jauh lebih besar dibanding bisnis konvensional. Oleh karenanya, startup perlu melakukan perubahan serta inovasi secara terus-menerus. Tujuannya adalah untuk menemukan model bisnis yang bisa ditingkatkan secara terus-menerus. 

Nah, itulah pengetahuan tentang kenapa banyak start up tutup dan bangkrut di Indonesia. Pengetahuan semacam ini sangat penting dan bisa menjadi pelajaran penting bagi setiap pelaku bisnis biar tidak melakukan kesalahan serupa. 

Baca juga: 7 Alasan yang Bikin Investor Dunia Berinvestasi di Indonesia

Pelajaran ini bakal sangat berharga, apalagi bagi Anda yang saat ini punya usaha sendiri. Oleh karenanya, keberadaan layanan seperti YUKK Payment Gateway sangat penting demi kelangsungan bisnis Anda. 

YUKK Payment Gateway dapat menjadi nilai lebih bagi bisnis Anda. Keberadaannya dapat memberikan kemudahan cara pembayaran digital yang praktis dan mudah. Dengan begitu, konsumen pun bisa melakukan pembayaran dari mana saja dan kapan saja.

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry