Ada “Kobaran Api Ungu Raksasa” di Atas Langit Amerika dan Kutub Utara

Awan ungu raksasa di langit Amerika
(Foto: Instagram/@nasa)

NASA (The National Aeronautics and Space Administration) mengunggah sebuah foto yang terlihat “mengerikan” melalui akun Instagram-nya, @nasa. Dalam foto itu, tampak sesuatu seperti angin Matahari yang menyeruak dari belakang gerhana. Fenomena itu muncul di kawasan Greenland dan Kutub Utara. Fenomena yang sama juga dilaporkan muncul di beberapa tempat lain seperti di Amerika Serikat, Meksiko, dan Eropa pada Juni lalu.

Ternyata apa yang tampak mengerikan itu adalah awan. Biasanya disebut noctilucent cloud (awan noktilusen). Disebut demikian lantaran awan ini hanya muncul pada senja hari setelah Matahari terbenam. Awan ini berada sangat tinggi di atmosfer, sehingga masih mendapat cahaya Matahari walaupun pusat Tata Surya itu sudah berada di bawah horison jika dilihat dari sudut pandang orang-orang di permukaan Bumi.

Awan ungu raksasa di langit Amerika
Ilustrasi (Foto: Wikimedia Commons)

Mengapa awan itu bisa berwarna ungu? Ternyata warna ungu itu dihasilkan oleh partikel es dari debu-debu meteor yang ada di dalam awan tersebut. Jika diperhatikan baik-baik, memang ada pancaran warna ungu dan putih dari awan. Warna-warna itu menandakan kepadatan partikel es di masing-masing titik.

Gambar awan noktilusen itu dihasilkan oleh data yang dikumpulkan wahana antariksa milik NASA bernama Aeronomy of Ice in the Mesosphere (AIM). Instrumen yang dimiliki wahana antariksa tersebut dapat mengukur albedoAlbedo merupakan jumlah cahaya yang dipantulkan kembali ke angkasa luar oleh awan-awan yang sangat tinggi posisinya di atmosfer. Gambar ini sendiri merupakan hasil gabungan penglihatan wahana antariksa itu yang beberapa kali melewati awan tersebut.

Awan ungu raksasa di langit Amerika
Ilustrasi (Foto: Phys.org)

AIM diluncurkan pada 2007 lalu. Sejak diluncurkan, AIM telah membantu para peneliti untuk mengetahui bahwa awan noktilusen tengah meluas hingga ke ketinggian rendah dengan frekuensi yang tinggi. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ini merupakan akibat berubahnya atmosfer, termasuk di dalamnya adalah semakin banyaknya uap air, sebagai bagian dari perubahan iklim.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry