Perhatian! Paus Bukan Ikan, Melainkan Mamalia

Paus bukan ikan
Paus (Foto: iStock)

Hingga saat ini, banyak orang masih menganggap bahwa paus adalah salah satu jenis ikan. Dia disebut “ikan paus”. Mengapa ikan? Karena dia hidup di dalam air.

Sebenarnya ini adalah anggapan yang salah. Dilansir dari ThoughtCo, paus dan anggota ordo cetacean lainnya seperti lumba-lumba dan pesut tergolong mamalia. Mereka adalah mamalia sekalipun hidup di dalam air.

Mengapa mereka disebut mamalia? Karena mereka memenuhi 4 karakteristik utama dari mamalia: berdarah panas, melahirkan dan menyusui anaknya, menghirup oksigen, dan berambut. Paus memiliki 4 karakteristik itu.

Berdarah panas

Paus bukan ikan
(Foto: Istimewa)

Paus berdarah panas karena memiliki lapisan lemak bawah kulit. Lapisan lemak inilah yang membantu menjaga suhu tubuhnya agar tetap panas. Berenang dan mencerna makanan adalah juga caranya untuk menghasilkan dan menjaga suhu tubuh tetap panas. Suhu tubuh yang panas ini membantunya untuk dapat bermigrasi dan hidup di berbagai perairan. Mulai dari yang sangat dingin seperti di kutub hingga yang hangat seperti di daerah tropis.

Melahirkan dan menyusui anaknya

Paus bukan ikan
Paus dan anaknya (Foto: Suzi Eszterhas/Minden Pictures)

Ikan bertelur. Namun, paus melahirkan anaknya setelah mengandung selama 9—15 bulan. Setelah lahir, anak-anak ini menyusu selama setahun. Susu ini dihasilkan oleh kelenjar susu paus betina. Selama setahun itu, sang induk mengajari anak-anaknya lokasi untuk mencari makan dan berkembang biak, serta cara untuk melindungi diri dari predator.

Menghirup oksigen

Paus bukan ikan
(Foto: Istimewa)

Ikan bernapas dengan insang. Namun, paus tidak. Paus bernapas dengan paru-paru. Mereka bernapas melalui lubang di tengkorak mereka ketika keluar dari air. Beberapa spesies paus bisa bertahan di dalam air hingga 90 menit. Sementara itu, sebagian besar paus hanya mampu menahan napas selama 20 menit.

Punya rambut

Paus bukan ikan
(Foto: Coolokinawa.com)

Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya paus punya rambut. Namun, banyak spesies kehilangan rambut sebelum dilahirkan. Hanya sedikit yang mampu mempertahankan rambut di area kepala atau sekitar mulut mereka. Paus bungkuk, misalnya. Mamalia itu memiliki bonggol di kepala yang rupanya adalah folikel rambut. Inilah sebabnya beberapa paus bungkuk dewasa memiliki rambut yang keluar dari bonggol-bonggol tersebut.

Memiliki tulang keras

Paus bukan ikan
(Foto: Flickr)

Karakteristik berikutnya adalah tulang keras. Paus, seperti ordo cetacean lainnya, punya tengkorak yang terbuat dari tulang keras. Tulang keras ini dilewati oleh darah. Sementara ikan tidak demikian. Tengkorak ikan terbuat dari tulang rawan yang tipis, fleksibel, dan dapat mengapung di air.

Cara renang yang berbeda

Paus bukan ikan
(Foto: Shutterstock)

Paus bukanlah ikan jika diperhatikan bagaimana caranya berenang. Pada umumnya, ikan berenang maju dengan cara menggerakkan ekornya ke samping. Namun, paus tidak. Paus justru melengkungkan punggungnya dan menggerakkan ekornya naik-turun untuk berenang maju.

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry