Inilah Srikandi Indonesia yang Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh di Dunia

News | 18 September 2021
Inilah Srikandi Indonesia yang Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh di Dunia
Prof. dr. Adi Utarini (Foto: Istimewa)

TIME baru saja merilis daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia pada 2021 ini. Pangeran Harry dan Meghan Markle masuk dalam daftar ini untuk kategori “Icons”. Nama besar dari panggung Hollywood seperti Kate Winslet dan Scarlett Johansson juga masuk dalam daftar ini untuk kategori “Artist”. Demikian juga para pemimpin dunia seperti Joe Biden, Xi Jinping, dan Kamala Harris dalam kategori “Leaders”.

Di antara nama-nama besar itu, ada satu nama perempuan dari Indonesia. Nama yang membuat Indonesia bangga. Dia adalah Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D. Bersama dengan Ben Crump, pengacara terkenal dari Amerika Serikat, Billie Eilish, penyanyi asal Amerika Serikat yang terkenal dengan lagu Ocean Eyes-nya, dan beberapa nama lainnya, Prof. dr. Adi masuk dalam daftar “The 100 Most Influential People of 2021” untuk kategori “Pioneers”.

Inilah Srikandi Indonesia yang Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh di Dunia
Prof. dr. Adi Utarini (Foto: tangkapan layar)

Dosen dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu ditetapkan menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia pada 2021 versi TIME berkat hasil kerja kerasnya dengan tim WMP Yogyakarta untuk mengatasi masalah demam berdarah.

“Tentu bersyukur. Itu buat saya ‘kan artinya apa yang dirintis oleh seluruh tim World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta sejak 2011 sampai saat ini itu diapresiasi, dihargai, dan disemangati oleh berbagai pihak,” katanya seperti dikutip YUKK dari detikcom.

Bersama tim WMP Yogyakarta, Adi melakukan inokulasi nyamuk Aedes Aegypti dengan bakteri Wolbachia. Bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia. Namun, bakteri ini bisa menginfeksi nyamuk Aedes Aegypti, sehingga tidak bisa lagi menularkan virus dengue.

Inilah Srikandi Indonesia yang Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh di Dunia
Nyamuk (Foto: Istimewa)

Teknologi Wolbachia ini telah melalui uji efikasi dan selesai pada Agustus 2020 lalu. Adi dan tim lalu mengimplementasikan teknologi ini di Kabupaten Sleman melalui program Si Wolly Nyaman.

“Dalam program ini, kami bekerja sama dengan Pemkab Sleman melalui Dinas Kesehatan Sleman,” imbuhnya.

Teknik ini berhasil menurunkan kasus demam berdarah di Yogyakarta sebesar 77%.

Wolbachia terbukti efektif menurunkan kasus DBD sebesar 77% serta menurunkan kasus DBD yang dirawat di rumah sakit sebesar 86%,” ungkapnya.

Inilah Srikandi Indonesia yang Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh di Dunia
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, pada 2020 lalu, namanya pun masuk dalam daftar 10 ilmuwan paling berpengaruh di dunia versi Nature. Dan itu juga berhubungan dengan Teknologi Wolbachia ini.

“Jadi, ini saya kira ungkapan keberhasilan tim, ya. Saya sama sekali tidak melihat ini penghargaan untuk saya. Itu bukan, ya. Ini pengharapan untuk tim penelitian,” katanya pada Desember tahun lalu.

 

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry