Corona Memaksa Italia Menghidupkan Tradisi Kuno: Jendela Anggur

Corona Memaksa Italia Menghidupkan Tradisi Kuno: Jendela Anggur
Jendela anggur (Foto: La Nazione)

Italia punya cara unik menyajikan anggur. Anggur dimasukkan ke dalam botol dan diberikan kepada orang yang membeli anggur melalui sebuah jendela kecil. Jendela anggur. Buchette del vino.

Tradisi itu hidup pada abad ke-17. Muncul di tengah wabah besar di Italia Utara antara tahun 1629—1631. Wabah itu disebut sebagai Wabah Besar Milan. Sekitar 280.000 jiwa melayang karena wabah itu.

Corona Memaksa Italia Menghidupkan Tradisi Kuno: Jendela Anggur
(Foto: Buchette del Vino)

Jendela anggur muncul sebagai jawaban atas kekalutan para pedagang anggur untuk tetap berjualan anggur di tengah wabah bubonik. Mereka ingin tetap menyajikan anggur sambil berusaha untuk menjaga jarak dengan para pembeli. Dan terbersitlah ide itu: menyajikan anggur melalui lubang atau jendela kecil.

Sama seperti cara penyajiannya, cara pembayarannya pun unik.  Para pedagang tidak menerima uang secara langsung dari tangan pembeli. Mereka memberikan palet logam dan pembeli meletakkan koin di atasnya. Koin itu diambil dan dibersihkan.

Corona Memaksa Italia Menghidupkan Tradisi Kuno: Jendela Anggur
(Foto: Getty Images)

Dalam perjalanan waktu, permintaan dan pelanggan mulai berkurang. Sampai akhirnya jendela-jendela kecil ini ditutup. Tidak ada lagi pedagang yang menggunakannya.

Kini, tradisi itu dihidupkan lagi. Sebuah cara untuk tetap bertahan dalam gempuran wabah Covid-19. Pabrik anggur, gelateria, dan bar di Tuscany, Italia, menggunakan “jendela anggur” untuk melayani pelanggan sembari tetap menjaga jarak aman.

Corona Memaksa Italia Menghidupkan Tradisi Kuno: Jendela Anggur
(Foto: Istimewa)

Menurut Buchette del Vino, sebuah organisasi budaya nirlaba yang didirikan oleh Matteo Faglia, Diletta Corsini, dan Mary Christine Forrest, ada sekitar 150 spot di Tuscany yang melayani pelanggan dengan cara kuno ini. Pada awalnya, tujuan organisasi ini adalah untuk mempromosikan, melestarikan, dan menyoroti jendela kecil ini. Namun, pandemi Covid-19 membuat semua orang yang bergelut dalam bisnis anggur tidak punya pilihan lain selain menghidupkan lagi “jendela anggur” itu.

Kini, orang-orang yang berbisnis minuman kembali membuka jendela kecil mereka di rumah atau di kafe untuk menyajikan minuman. Tidak hanya anggur, pengusaha es krim dan kopi pun melakukan yang sama. Mereka menyajikan kopi dan es krim melalui “jendela anggur”.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry