
Banyak pelaku usaha kecil mengalami kondisi seperti ini: penjualan meningkat, tapi kondisi keuangan justru tersendat. Mengapa ini bisa terjadi? Salah satu penyebab utamanya adalah pengelolaan cash flow yang kurang tepat. Padahal arus kas adalah hal penting yang berpengaruh langsung pada keberlangsungan usaha.
Banyak orang beranggapan bahwa selama penjualan tinggi, kondisi keuangan pasti aman. Kenyataan menunjukkan hal sebaliknya. Dalam praktiknya, arus kas tidak hanya tentang berapa banyak uang yang masuk dan keluar, tetapi juga tentang dari mana dan kapan uang masuk dan kapan harus dikeluarkan untuk membayar kebutuhan operasional. Tanpa pengelolaan yang baik, bisnis bisa terganggu bahkan saat terlihat sedang berkembang.
10 Cara Mengatur Cash Flow untuk Bisnis Kecil dan UMKM
Para pelaku usaha harus tahu bagaimana cara mengatur cash flow agar usaha tetap berjalan sehat dan stabil. Berikut ini beberapa cara praktis yang bisa kamu terapkan seperti dikutip dari UMKM Indonesia:
1. Susun Rencana Keuangan Sejak Awal
Langkah pertama adalah membuat rencana keuangan yang matang. Mulailah dengan memperkirakan pendapatan dan seluruh pengeluaran rutin, seperti gaji, sewa tempat, bahan baku, hingga biaya listrik. Dari sana, buatlah anggaran yang realistis agar kamu tahu batas pengeluaran dan bisa mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak.
Tips: lakukan evaluasi bulanan terhadap rencana ini. Lingkungan bisnis bisa berubah sewaktu-waktu, Jadi, penting untuk menyesuaikan perencanaan dengan kondisi terbaru.
2. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis
Salah satu kesalahan umum pelaku UMKM adalah mencampuradukkan uang pribadi dan usaha. Hal ini bisa membuatmu sulit menilai keuntungan sebenarnya. Solusinya? Buka rekening khusus untuk bisnis dan pastikan seluruh transaksi usaha hanya dilakukan melalui rekening itu. Ini akan membantu dalam pencatatan dan pelaporan keuangan yang lebih akurat.
3. Catat Setiap Transaksi Secara Teratur
Mencatat arus kas secara konsisten adalah hal yang sangat penting agar kamu bisa memantau kesehatan keuangan bisnismu. Usahakan mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap hari atau setidaknya setiap minggu. Data ini penting untuk mengetahui apakah bisnismu sedang untung atau justru merugi.
Tools: gunakan aplikasi atau software kasir digital agar pencatatan lebih mudah dan minim kesalahan.
4. Kelola Piutang dengan Disiplin dan Strategi Jelas
Jika kamu menawarkan sistem pembayaran tempo kepada pelanggan, seperti jatuh tempo 14 atau 30 hari, pastikan kamu memiliki prosedur penagihan yang teratur dan profesional. Jangan biarkan piutang menumpuk tanpa kejelasan karena hal ini bisa sangat memengaruhi kelancaran cash flow bisnismu. Tetapkan tenggat waktu pembayaran yang realistis sejak awal transaksi dan pastikan pelanggan memahaminya. Untuk menghindari keterlambatan, kirimkan pengingat sebelum jatuh tempo, bukan setelahnya.
5. Kontrol Pengeluaran Operasional Secara Aktif

Mengatur cash flow bukan hanya tentang meningkatkan pemasukan, melainkan juga tentang mengelola pengeluaran dengan cermat. Pengeluaran rutin seperti tagihan listrik, internet, pembelian bahan baku, atau ongkos kirim harus terus dipantau agar tidak membengkak tanpa disadari. Evaluasilah secara berkala mana saja pengeluaran yang bisa ditekan, ditunda, atau bahkan dihilangkan jika tidak terlalu penting.
6. Atur Persediaan Barang dengan Efisien
Persediaan yang tidak terkelola dengan baik bisa mengganggu cash flow. Jika stok terlalu banyak, modalmu akan tertahan dalam bentuk barang yang belum tentu cepat terjual. Sebaliknya, jika stok terlalu sedikit, kamu bisa kehilangan peluang penjualan. Untuk menjaga keseimbangannya, kelola persediaan secara efisien, misalnya, dengan metode FIFO (first in, first out), agar barang yang masuk lebih dulu juga dijual lebih dulu. Ini membantu menghindari risiko barang rusak atau kedaluwarsa di gudang.
7. Manfaatkan Teknologi Keuangan
Pada era digital ini, teknologi keuangan bisa menjadi sahabat terbaik dalam mengatur cash flow bisnis kecil. Salah satu solusi yang paling praktis untuk UMKM adalah QRIS. Dengan sistem pembayaran digital ini, pelanggan bisa melakukan transaksi secara nontunai. Setiap pembayaran yang masuk akan langsung tercatat otomatis di dashboard atau aplikasi.
Kamu jadi bisa memantau pemasukan harian dengan lebih mudah, tanpa perlu repot mencatat secara manual. Selain mempercepat transaksi, penggunaan QRIS juga bikin pencatatan keuangan menjadi lebih rapi dan transparan.
8. Siapkan Sumber Pendanaan Cadangan
Dalam menjalankan usaha, kadang ada pengeluaran tak terduga yang harus segera ditangani. Untuk itu, penting punya dana cadangan, entah dari tabungan usaha, pinjaman ringan, atau bantuan dari keluarga atau investor. Kalau perlu, pinjam dana dari luar dan pastikan kamu paham cara pembayarannya, sehingga tidak memberatkan bisnismu.
9. Rutin Cek Kondisi Keuangan Bisnismu
Pada setiap akhir bulan, luangkan waktu sebentar untuk melihat laporan keuangan. Apakah arus kas kamu lancar, naik turun, atau malah minus? Dari situ, kamu bisa tahu apa yang harus kamu perbaiki dan strategi apa yang perlu kamu siapkan. Evaluasi ini penting supaya kamu bisa mengambil keputusan yang tepat.
10. Cari Cara untuk Tambah Pemasukan
Mengatur cash flow tidak hanya tentang upaya untuk mengurangi biaya, tapi juga tentang bagaimana menambah penghasilan. Coba tingkatkan promosi, manfaatkan media sosial, ikut bazar, atau kerja sama dengan komunitas sekitar. Bikin promo menarik, seperti diskon, bundling, atau program referensi supaya lebih banyak pelanggan yang datang dan membeli produkmu.
Mengelola cash flow memang bukan hal yang mudah, apalagi bagi bisnis kecil yang masih terus berkembang. Namun, dengan membiasakan diri membuat pencatatan yang rapi, strategi yang terencana, dan dukungan teknologi, kamu bisa menjaga arus kas tetap terkendali. Ingat, penjualan yang tinggi tidak selalu menjamin kelancaran bisnis kalau arus kas kamu bermasalah. Oleh karena itu, mulai sekarang, perhatikan setiap arus keuangan kamu, baik yang masuk maupun yang keluar. Jadikan cash flow sebagai salah satu hal yang penting dalam pengelolaan usahamu. Dengan begitu, kamu bisa lebih tenang menghadapi tantangan bisnis dan lebih siap ketika ada peluang.