Bukan Anosmia! Ini Gejala Dominan Omicron

Bukan Anosmia! Ini Gejala Dominan Omicron
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Demam, batuk, dan sesak napas sempat menjadi gejala dominan infeksi virus SARS-CoV-2 pada awal pandemi. Setelah itu, anosmia atau kehilangan penciuman menjadi gejala yang paling banyak dikeluhkan penderita Covid-19. Namun, seiring dengan terus bermutasinya virus Corona, keempat gejala itu tidak lagi menjadi gejala dominan.

Saat ini, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 mendominasi kasus Covid di dunia, termasuk di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan, seperti dikutip dari WebMD, pun berbeda. Hal ini bisa dilihat dari hasil penelitian Imperial College London.

Bukan Anosmia! Ini Gejala Dominan Omicron
Ilustrasi (Foto: Crello)

Para peneliti melakukan survei terhadap sekitar 17.500 pasien di Inggris. Hasil survei menunjukkan bahwa gejala terbanyak yang dialami pasien Covid-19 adalah sakit tenggorokan dan sakit kepala.Berdasarkan penelitian itu, berikut ini gejala terbanyak yang dialami pasien Covid-19 saat ini:

  • Sakit tenggorokan (58%),
  • Sakit kepala (49%),
  • Hidung tersumbat (40%),
  • Batuk tanpa dahak (40%),
  • Pilek (40%),
  • Batuk berdahak (37%),
  • Suara serak (35%),
  • Bersin (32%),
  • Kelelahan (27%)
  • Perubahan bau (13%),
  • Sesak napas (11%),
  • Kehilangan penciuman (10%)

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry