Sistem Pre-Order Semakin Populer; Ini Alasan Banyak Bisnis Menggunakannya

pre-order
(Ilustrasi: Freepik)

Ketika sedang berbelanja online atau berselancar dalam media sosial, kamu pasti pernah melihat iklan seperti ini: “Pre-Order Now” atau “Open Pre-Order (PO)”.  Sistem ini, kini, semakin sering digunakan, terutama saat peluncuran produk baru atau edisi terbatas. Mulai dari gadget hingga pakaian.  Banyak pelaku usaha memanfaatkan sistem ini sebagai bagian dari strategi penjualan mereka. 

Pre-order bukan sekadar tren, melainkan strategi bisnis untuk memvalidasi permintaan pasar, mengurangi risiko produksi berlebih, serta menyiapkan peluncuran produk secara lebih terukur di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Penerapan sistem ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Penjual dapat memperoleh gambaran awal mengenai minat pasar terhadap produk barunya, sementara konsumen memiliki kesempatan untuk mendapatkan produknya lebih awal tanpa khawatir kehabisan stok. 

Apa Itu Pre-Order?

Pre-order adalah sistem pemesanan produk yang dilakukan sebelum produk tersebut tersedia secara resmi di pasar. Melalui sistem ini, konsumen dapat memesan barang lebih awal dengan melakukan pembayaran di muka, baik secara penuh maupun sebagian sebagai uang muka. Setelah itu, konsumen menunggu hingga produk selesai diproduksi dan dikirim sesuai estimasi waktu yang ditetapkan oleh penjual. Sistem pre-order umumnya diterapkan pada produk baru, edisi terbatas, atau produk dengan tingkat permintaan tinggi.

Jika dibandingkan dengan sistem pembelian konvensional, pre-order memiliki perbedaan yang cukup jelas. Pada pembelian biasa, produk sudah tersedia dan dapat langsung dibeli serta diterima oleh konsumen. Sementara itu, pre-order diterapkan pada barang yang belum diproduksi secara massal, produk impor, atau produk yang bersifat eksklusif. Oleh karena itu, sistem ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mengelola stok dengan lebih efisien sekaligus mengukur minat pasar sebelum produksi dilakukan dalam jumlah besar.

Selain membantu pengelolaan stok, sistem PO juga berperan sebagai strategi pemasaran. Banyak industri, mulai dari teknologi hingga makanan dan minuman, memanfaatkan pre-order untuk menciptakan rasa urgensi dan eksklusivitas. Strategi ini mendorong konsumen untuk segera melakukan pembelian tanpa harus menunggu produk tersedia secara umum di pasar.

Bagaimana Sistem Pre-Order Bekerja?

pre-order
(Ilustrasi: Freepik)

Sistem pre-order memerlukan perencanaan yang matang agar dapat berjalan dengan lancar. Mulai dari tahap penawaran hingga produk diterima oleh konsumen, terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah alur kerja sistem pre-order seperti dikutip dari Mekari Jurnal:

  1. Penawaran Produk
    Penjual menginformasikan produk yang akan diluncurkan dengan menyampaikan detail penting, seperti deskripsi produk, harga, periode atau batas waktu pre-order, serta estimasi pengiriman. Promosi dapat dilakukan melalui berbagai platform, seperti media sosial, website, maupun platform penjualan online lainnya, untuk menjangkau calon konsumen secara lebih luas.
  2. Pemesanan dan Pembayaran
    Konsumen dapat melakukan pemesanan melalui platform yang disediakan. Pada tahap ini, penjual menetapkan kebijakan pembayaran, baik secara penuh maupun dengan uang muka, serta menjelaskan ketentuan pemesanan secara transparan, termasuk kebijakan pengembalian, guna menghindari kesalahpahaman pada kemudian hari.
  3. Produksi atau Pemesanan Barang
    Setelah periode pre-order berakhir dan pesanan terkumpul, penjual mulai melakukan proses produksi atau memesan barang dari supplier sesuai dengan jumlah permintaan. Tahap ini menjadi dasar dalam perencanaan stok dan produksi agar lebih efisien serta sesuai dengan estimasi waktu pengiriman yang telah dijanjikan.
  4. Pengiriman Produk
    Setelah proses produksi selesai, penjual melakukan pengemasan dan mengirimkan produk kepada konsumen sesuai dengan alamat yang tertera saat pemesanan. Pada tahap ini, penjual perlu memastikan barang dikirim dalam kondisi baik dan sesuai dengan estimasi waktu pengiriman yang telah dijanjikan. Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, penjual juga dapat memberikan informasi atau pembaruan terkait status pengiriman pesanan.
  5. Evaluasi Program Pre-Order
    Sebagai tahap akhir, penjual melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pre-order dengan mengumpulkan feedback dari pelanggan. Evaluasi ini mencakup kualitas produk, ketepatan pengiriman, serta pengalaman pembelian secara keseluruhan. Hasil evaluasi dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan sistem pre-order pada masa mendatang.

Mnafaat dari Pre-Order 

Penerapan sistem ini tidak hanya memudahkan proses penjualan, tetapi juga memberikan berbagai keuntungan bagi pihak penjual maupun pembeli. Baik penjual maupun konsumen dapat merasakan manfaat dari sistem ini jika dijalankan dengan perencanaan yang tepat.

Bagi Penjual

  • Sistem ini membantu penjual mengetahui tingkat permintaan konsumen sebelum produksi dilakukan dalam jumlah besar.
  • Jumlah pesanan yang masuk dapat dijadikan acuan untuk menentukan volume produksi agar stok lebih terkelola.
  • Pembayaran di muka memungkinkan penjual memperoleh dana awal untuk mendukung proses produksi dan pemasaran.
  • Sistem ini sering menciptakan rasa eksklusivitas dan urgensi pada pelanggan, sehingga mendorong mereka untuk segera melakukan pemesanan.

Bagi Konsumen

  • Mendapatkan penawaran khusus, seperti harga lebih hemat, diskon khusus, bonus tambahan, atau produk eksklusif yang tidak tersedia pada penjualan reguler.
  • Memberikan kepastian untuk memperoleh produk tanpa khawatir kehabisan atau harus berebut saat produk resmi dirilis.
  • Memungkinkan konsumen mengamankan produk sejak awal, terutama untuk barang dengan permintaan tinggi atau edisi terbatas.

Sistem pre-order menjadi salah satu strategi yang relevan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Dengan perencanaan yang matang, sistem ini membantu penjual mengelola produksi, meminimalkan risiko, serta membangun antusiasme pasar sebelum peluncuran produk. Pada sisi lain, konsumen memperoleh kepastian ketersediaan produk serta berbagai keuntungan tambahan yang tidak selalu ditemukan pada penjualan reguler. Oleh karena itu, pre-order dapat menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi penjual dan konsumen apabila dijalankan dengan pengelolaan yang tepat.

Baca juga artikel:Cashback vs Diskon: Mana yang Lebih Efektif Meningkatkan Penjualan?

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry