Apa Saja Jenis Diskon? Strategi Cerdas Meningkatkan Penjualan

diskon
(Ilustrasi: Freepik)

Saat ini, persaingan bisnis semakin ketat. Bisnis harus memiliki strategi untuk tetap bersaing dan menarik perhatian konsumen. Salah satu strategi yang paling sering digunakan dan terbukti efektif adalah diskon. Diskon atau potongan harga mampu menciptakan daya tarik yang mendorong konsumen untuk segera melakukan pembelian.

Memang terlihat sederhana. Namun, penerapannya memerlukan perencanaan yang matang. Diskon tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga harus tetap menjaga keuntungan bisnis. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk memahami berbagai bentuk dan mekanisme diskon sebelum menerapkannya.

Apa Itu Diskon?

Diskon adalah pengurangan harga yang diterapkan pada produk atau layanan dengan tujuan menarik konsumen, mendorong peningkatan penjualan, atau memberikan insentif tertentu. Diskon sering digunakan untuk

  • Mempercepat perputaran stok,
  • Meningkatkan daya tarik promosi,
  • Merayakan hari besar atau event khusus,
  • Mendukung peluncuran produk baru.

Baca juga artikel: Apa, Sih, Perbedaan Cashback dan Diskon?

Jenis-Jenis Diskon yang Umum Digunakan

diskon
(Ilustrasi: Freepik)

Berikut beberapa jenis diskon yang paling sering digunakan:

1. Diskon Persentase

Diskon ini diberikan dalam bentuk persentase dari harga asli produk atau layanan. Ini adalah jenis diskon yang paling umum.

Contoh:
Harga produk Rp100.000 dengan diskon 20%.

Perhitungan:

  • Nilai diskon = 100.000 × 20% = 20.000
  • Harga setelah diskon = 100.000 – 20.000 = 80.000

Diskon persentase sangat efektif untuk menarik perhatian karena terlihat lebih besar secara visual, terutama saat angka persentasenya tinggi.

2. Diskon Harga Tetap (Nominal)

Diskon ini berupa potongan harga dalam jumlah tertentu.

Contoh:
Harga awal Rp150.000 dengan diskon Rp30.000.

Perhitungan:

  • Harga setelah diskon = 150.000 – 30.000 = 120.000

Jenis diskon ini sederhana dan mudah dipahami oleh konsumen.

3. Diskon Beli 1 Gratis 1

Penawaran ini memungkinkan konsumen membeli satu produk dan mendapatkan satu produk tambahan secara gratis.

Contoh:
Harga satu produk Rp50.000.

Perhitungan:

  • Nilai diskon = 50.000 (produk kedua gratis)
  • Total pembayaran = 50.000

Secara tidak langsung, konsumen mendapatkan diskon 50% jika dihitung per unit.

Diskon bukan sekadar strategi menurunkan harga, melainkan bagian dari perencanaan bisnis yang harus dihitung secara cermat. Pemilihan jenis diskon yang tepat dapat membantu meningkatkan penjualan tanpa mengorbankan margin keuntungan. Oleh karena itu, baik pelaku usaha maupun konsumen perlu memahami mekanisme dan perhitungannya agar setiap promosi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat yang optimal.

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry