Sistem pre-order atau PO sering digunakan oleh bisnis untuk melihat antusiasme pasar terhadap suatu produk sebelum barang resmi tersedia di pasar. Melalui sistem ini, pelaku usaha dapat memperkirakan jumlah pesanan sejak awal, sehingga proses produksi dan pengiriman bisa direncanakan dengan lebih matang. Selain itu, sistem pre-order juga membantu bisnis mengelola modal dengan lebih efisien karena pesanan sudah tercatat sejak awal. Cara ini banyak dimanfaatkan oleh bisnis online maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengurangi risiko kerugian.
Sistem PO ini memang sangat membantu. Namun, penerapannya memiliki tantangan tersendiri. Tanpa perencanaan yang jelas, seperti estimasi pengiriman dan komunikasi yang baik dengan pelanggan, PO dapat menimbulkan ketidakpuasan. Oleh karena itu, penting bagi bisnis untuk memahami cara menjalankan sistem pre-order secara tepat agar tetap memberikan pengalaman yang baik bagi pelanggan.
Baca juga artikel: Tidak Selalu Harus Ready Stock: Ini Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Sistem Pre-order
Cara Menjalankan Sistem Pre-order

Agar sistem pre-order berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala pada kemudian hari, pengelolaan yang tepat menjadi kunci utama. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat open pre-order seperti dikutip dari OneCart:
1. Tetapkan estimasi waktu pengiriman yang jelas
Sebelum kamu membuka PO, pastikan estimasi waktu pengiriman sudah diperhitungkan dengan baik dan ditampilkan secara jelas pada halaman produk. Informasi ini membantu mengatur ekspektasi pelanggan agar mereka memahami kapan pesanan akan diterima. Contoh: “Pre-order dibuka 1–15 Februari, estimasi pengiriman akhir Maret.”
2. Jelaskan kebijakan secara transparan
Kebijakan terkait refund, pembatalan, atau perubahan pesanan perlu disampaikan secara jelas dan mudah dipahami. Transparansi ini dapat mengurangi pertanyaan dari pelanggan sekaligus meningkatkan rasa percaya mereka terhadap bisnismu.
3. Manfaatkan data PO untuk produksi
Data pesanan yang masuk selama periode PO bukan hanya menunjukkan angka penjualan, melainlkan juga mencerminkan permintaan pasar. Informasi ini bisa digunakan untuk menyesuaikan jumlah produksi agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan stok.
4. Siapkan strategi pemasaran yang tepat
Menjalankan PO tidak cukup hanya dengan membuka tombol “pre-order”. Promosi tetap diperlukan, seperti mengumumkan PO melalui media sosial, mengirimkan informasi melalui email, atau menampilkan konten teaser produk. Strategi ini membantu meningkatkan antusiasme dan awareness sebelum produk tersedia.
5. Berikan update secara berkala kepada pelanggan
Selama periode PO hingga pengiriman, penting untuk memberikan pembaruan status pesanan kepada pelanggan. Mulai dari konfirmasi pemesanan hingga informasi pengiriman. Komunikasi yang konsisten membuat pelanggan merasa lebih aman dan dihargai.
Dengan pengelolaan yang tepat, sistem pre-order dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Mulai dari penetapan estimasi pengiriman, transparansi kebijakan, hingga komunikasi yang konsisten dengan pelanggan. Setiap langkah memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran proses PO.
Untuk mengoptimalkan proses pre-order, bisnis perlu didukung oleh sistem pembayaran yang andal dan fleksibel. Sistem pembayaran yang memudahkan para pelanggan melakukan transaksi. Mulai dari metode pembayaran yang beragam hingga proses transaksi yang cepat.
YUKK Payment Gateway bisa menjadi solusi untuk bisnis Anda karena menyediakan metode pembayaran yang cepat, mudah, dan aman, seperti QRIS, virtual account, payment link, dan e-wallet. Dengan menyediakan berbagai metode pembayaran digital, Anda membuat pelanggan dapat bertransaksi dengan mudah sesuai preferensi mereka. Kepercayaan mereka kepada bisnis Anda meningkat dan pengelolaan pesanan pre-order menjadi lebih mudah dan efisien.
Maksimalkan strategi pre-order bisnismu bersama YUKK Payment Gateway. Daftar sekarang!
