Usia Ini Diklaim Paling ‘Kebal’ Covid-19

News | 24 March 2021
Usia Ini Diklaim Paling 'Kebal' Covid-19
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sudah 124.802.652 penduduk dunia yang terinfeksi virus Corona. Sebanyak 100.828.877 orang dinyatakan sembuh. Dan yang meninggal dunia berjumlah 2.746.273 orang. Demikian data yang ditampilkan Worldometer, Rabu (24/3).

Hampir semua golongan usia rentan terhadap serangan virus Corona. Mulai dari bayi hingga yang sudah lanjut usia. Namun, hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa ada kelompok usia tertentu yang memiliki respons antibodi lebih banyak ketika terinfeksi virus Corona.

Penelitian itu dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Well Cornell Medicine, Amerika Serikat. Dalam penelitian itu, para ilmuwan memeriksa hampir 32.000 tes antibodi dari New York City antara April—Agustus tahun lalu. Mereka juga meneliti 85 orang anak dan 3.648 orang dewasa yang dinyatakan positif Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 orang anak (berusia 1—10 tahun) menunjukkan tingkat antibodi 5 kali lebih besar dibandingkan 127 orang dewasa muda (berusia 19—24 tahun).

Usia Ini Diklaim Paling 'Kebal' Covid-19
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Para ilmuwan juga memeriksa 126 pasien Covid-19 (berusia 1—24 tahun) yang tak pernah mengalami gejala parah akibat infeksi Corona. Diketahui bahwa anak-anak berusia (1—10 tahun) rata-rata memiliki antibodi 2 kali lebih banyak dibanding remaja (berusia 11—18 tahun). Dan remaja ini memiliki lebih dari 2 kali lipat tingkat antibodi daripada rata-rata orang dewasa muda (berusia 19—24 tahun).

“Hasil penemuan kami menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam manifestasi Covid-19 pada pasien anak-anak dan pasien dewasa yang mungkin sebagian disebabkan oleh respons kekebalan terkait usia,” kata peneliti.

Usia Ini Diklaim Paling 'Kebal' Covid-19
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Ada teori lain yang mengatakan bahwa anak-anak memiliki lebih sedikit reseptor sel di saluran pernapasan mereka. Reseptor sel itu disebut ‘ACE2’. Reseptor sel inilah yang digunakan virus Corona untuk masuk ke sel tubuh manusia.

Yang menarik adalah terdapat hasil yang bertentangan dari penelitian ini, yakni tingkat antibodi terendah terjadi pada orang dewasa muda. Kemudian antibodi itu meningkat lagi seiring bertambahnya usia. Para ilmuwan mengaku bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya menjelaskan hasil penelitian ini. Namun, penyakit penyerta bisa menjadi alasan mengapa kematian dan rawat inap akibat Covid-19 sangat tinggi pada kelompok usia tua.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry