Pembayaran digital kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, termasuk bagi pelaku UMKM. Kehadiran berbagai metode pembayaran, seperti QRIS, transfer bank, kartu debit/kredit, virtual account, payment link, dan e-wallet memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai. Selain membuat proses pembayaran lebih praktis, metode pembayaran digital juga membantu pelaku usaha menjangkau lebih banyak pelanggan yang terbiasa bertransaksi secara cashless.
Di balik kemudahan tersebut, terdapat beberapa komponen biaya yang perlu dipahami oleh merchant. Salah satunya adalah merchant discount rate (MDR). Istilah ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian pelaku usaha, padahal MDR berkaitan langsung dengan setiap transaksi digital yang diterima. Dengan memahami apa itu MDR, pelaku UMKM dapat mengetahui bagaimana biaya transaksi dihitung, mengelola pendapatan dengan lebih akurat, serta memilih layanan pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Apa Itu MDR?
Merchant discount rate (MDR) adalah biaya yang dikenakan kepada merchant setiap kali menerima pembayaran digital, seperti kartu debit, kartu kredit, dan QRIS. Biaya ini dikenakan oleh penyelenggara jasa pembayaran (PJP). Besar atau kecilnya MDR tergantung pada beberapa faktor, seperti volume transaksi yang diproses oleh merchant, jenis kartu yang digunakan pelanggan (kartu debit atau kartu kredit), serta nilai rata-rata transaksi (average transaction value).
Sebagai salah satu metode pembayaran digital yang banyak digunakan di Indonesia, QRIS juga menerapkan MDR. Besaran MDR QRIS mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Saat ini, besaran MDR QRIS adalah sebagai berikut:
- Usaha Mikro (UMI) dengan transaksi di atas Rp500.000: 0,3%
- Usaha Kecil (UKE), Usaha Menengah (UME), dan Usaha Besar (UBE): 0,7%
- Sektor pendidikan: 0,6%
- SPBU (Badan Layanan Umum/Public Service Obligation): 0,4%
- Government to People (G2P), People to Government (P2G), serta donasi sosial: 0%
Sebagai gambaran, kategori merchant di Indonesia umumnya dibedakan menjadi usaha mikro dan usaha kecil-menengah ke atas. Besaran MDR berbeda untuk masing-masing kategori. Usaha mikro biasanya dikenakan tarif MDR yang lebih rendah dibandinkan dengan kategori usaha yang lebih besar. Ini adalah bentuk dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan UMKM.
Cara Kerja MDR dalam Transaksi QRIS

Secara sederhana, MDR bekerja dengan cara memotong sebagian kecil dari nilai transaksi yang diterima merchant. Pemotongan ini dilakukan secara otomatis dan real-time saat pembayaran berhasil diproses. Pelanggan tetap membayar sesuai dengan harga yang tertera, tetapi merchant menerima dana setelah dikurangi biaya MDR.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh perhitungan MDR pada transaksi QRIS. Misalnya, kamu punya usaha kedai kopi dan seorang pelanggan melakukan pembayaran sebesar Rp100.000 menggunakan QRIS. Jika kategori merchant kamu dikenakan MDR sebesar 0,7%, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
- Total transaksi pelanggan: Rp100.000
- MDR (0,7%): Rp100.000 × 0,007 = Rp700
- Dana yang diterima merchant: Rp100.000 − Rp700 = Rp99.300
Dari contoh tersebut, bisa dilihat bahwa pelanggan membayar Rp100.000 sesuai dengan harga yang tertera. Sementara itu, merchant menerima dana sebesar Rp99.300 karena terdapat potongan MDR sebesar Rp700 yang diproses secara otomatis oleh PJP. Perlu diingat bahwa besaran MDR dapat berbeda tergantung kategori merchant dan jenis transaksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Biaya MDR ditanggung oleh merchant dan tidak boleh dibebankan kepada konsumen. Dengan kata lain, pelanggan tidak dikenakan biaya tambahan saat melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Ketentuan ini ditetapkan untuk menjaga transparansi biaya, memberikan kepastian bagi merchant, serta mendorong penggunaan sistem pembayaran digital yang aman dan lancar bagi seluruh pihak.
Mengapa Ada Biaya MDR?
Sebagian pelaku usaha mungkin bertanya mengapa setiap transaksi QRIS dikenakan biaya MDR. Pada dasarnya, MDR lebih dari sekadar potongan dari nilai transaksi. MDR adalah biaya yang digunakan untuk mendukung keberlangsungan ekosistem pembayaran digital. Biaya ini memungkinkan layanan pembayaran digital dapat terus beroperasi dengan baik sehingga transaksi dapat diproses secara cepat, aman, dan lancar.
Selain mendukung operasional layanan pembayaran, MDR juga berkontribusi terhadap pengembangan infrastruktur teknologi serta peningkatan keamanan sistem untuk mengurangi risiko gangguan maupun penyalahgunaan transaksi. Dengan ekosistem pembayaran yang semakin andal, merchant dapat menyediakan berbagai pilihan pembayaran digital kepada pelanggan, sementara konsumen pun dapat bertransaksi dengan lebih praktis dan aman.
Kelola Pembayaran Digital Lebih Mudah bersama YUKK Payment Gateway
Memahami MDR merupakan salah satu langkah penting dalam mengelola transaksi pembayaran digital. Namun, selain mengetahui besaran biaya transaksi, pelaku UMKM juga perlu memastikan bahwa layanan pembayaran yang digunakan mampu mendukung operasional bisnis secara optimal. Mulai dari kemudahan menerima berbagai metode pembayaran, proses transaksi yang aman, hingga pencatatan transaksi yang rapi. Semuanya menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih payment gateway.
Sebagai solusi pembayaran digital, YUKK Payment Gateway membantu bisnis menerima berbagai metode pembayaran digital, seperti QRIS, virtual account, e-wallet, payment link, dan e-wallet. Dengan proses integrasi yang mudah, sistem yang aman, serta dashboard dan aplikasi YUKK Merchant, YUKK Payment Gateway memudahkan merchant memantau setiap pembayaran secara real-time dan mengelola transaksi dengan lebih efisien. Dengan begitu, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnis tanpa perlu khawatir terhadap proses pembayaran.
Ingin menerima pembayaran digital dengan lebih mudah? Bergabunglah dengan YUKK Payment Gateway. Daftarkan bisnis Anda dan nikmati solusi pembayaran yang praktis, aman, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
