Tahukah Kamu Mengapa Keju Swiss Berlubang-lubang?

Alasan mengapa keju Swiss berlubang
(Foto: Freepik)

Ambil sepotong keju Swiss. Perhatikan baik-baik keju itu. Dan kamu akan tahu bahwa permukaan keju itu tidak rata. Keju itu berlubang-lubang. Mengapa keju itu berlubang-lubang?

Dilansir The Daily Meal, para ilmuwan dan pembuat keju percaya bahwa lubang di keju Swiss adalah hasil dari bakteri yang tumbuh seiring dengan proses penuaan keju. Bakteri yang dimaksud adalah S. thermphilus, Lactobacillus, dan P. shermani. Bakteri-bakteri ini menghasilkan asam laktat yang kemudian dikonsumsi bakteri P. shermani. Pada gilirannya, bakteri P. shermani ini mengeluarkan gas karbondioksida. Hal inilah yang menyebabkan kantong udara kecil yang akhirnya menciptakan lubang pada keju.

Alasan mengapa keju Swiss berlubang
(Foto: Freepik)

Pada tahun 2015 lalu, seperti dilansir The New York Times, dilakukan sebuah penelitian oleh Agroscope, lembaga pertanian Swiss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lubang di keju Swiss makin lama makin kecil. Mengapa? Karena banyak peternakan susu modern sudah meninggalkan proses pemerahan tradisional demi metode yang lebih bersih dan efisien. Hal inilah yang mengurangi partikel-partikel kecil yang masuk ke dalam susu.

Dalam proses pemerahan susu secara tradisional di lumbung, di mana para peternak menggunakan ember, peneliti menemukan fakta bahwa ada banyak partikel kecil jerami atau bahan lainnya yang sering jatuh ke dalam susu. Lantaran terlalu kecil untuk dilihat, partikel ini sulit dihilangkan. Selama proses penuaan keju itu, partikel-partikel ini melemahkan struktur dadih keju yang kokoh, sehingga terjadilan lubang-lubang itu. Ditambah dengan gas yang dihasilkan bakteri P. shermani, lubang keju Swiss menjadi lebih besar.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry