Kamu Harus Tahu: Ini 6 Gejala Serangan Virus Corona Ringan

Ini 6 Gejala Serangan Virus Corona Ringan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Penyebaran virus Corona semakin tidak terkendali. Saat ini, sudah 198 negara yang mengonfirmasi terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, China, itu. Jumlah kasus Covid-19 pun terus bertambah. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, kasus positif yang dikonfirmasi bertambah lebih dari 45.000 kasus.

Rabu (25/3) lalu pukul 16.44 WIB, jumlah kasus adalah 425.964 kasus. Jumlah itu meningkat pada Kamis (26/3) pukul 10.29 WIB menjadi 471.044 kasus. Dari total kasus itu, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia mencapai 21.284 orang dan 114.228 orang dinyatakan sembuh.

Ini 6 Gejala Serangan Virus Corona Ringan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Di Indonesia, hingga Rabu (25/3) sore, tercatat sudah 790 kasus dengan 58 pasien yang meninggal dunia. Itu berarti terjadi penambahan 105 kasus dalam 24 jam sejak Selasa (24/3) pukul 12.00 WIB. Dan diprediksi penambahan kasus masih akan terus terjadi hingga April mendatang.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing untuk memutus rantai penyebaran virus ini. Salah satu wujud physical distancing adalah dengan melakukan berbagai kegiatan, mulai dari kerja hingga berdoa, di dan dari rumah. Pasalnya, siapa saja bisa menjadi pembawa dan penyebar virus. Apalagi ada beberapa orang yang terinfeksi, tapi tidak memperlihatkan gejala. Ada yang hanya memperlihatkan gejala ringan.

Berikut ini beberapa gejala ringan Covid-19 seperti yang dikutip YUKK dari Mirror:

Kehilangan indra perasa dan penciuman

Ini 6 Gejala Serangan Virus Corona Ringan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Asosiasi Otorhinolaringologi Inggris mengatakan bahwa kehilangan indra penciuman dan perasa bisa menjadi salah satu gejala COVID-19. Itu bisa terjadi karena virus Corona bersarang di hidung dan tenggorokan.

“Bukti dari negara lain menunjukkan coronavirussering menyerang daerah mata, hidung, dan tenggorokan. Orang tanpa gejala lain tetapi mengalami kehilangan indra perasa dan penciuman mungkin harus mengisolasi diri untuk mengurangi penyebaran virus,” tulis mereka.

Kelelahan fisik

Ini 6 Gejala Serangan Virus Corona Ringan
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Selain flu, batuk, dan demam, orang yang terserang virus ini biasanya merasa mudah lelah. Kelelahan bisa terjadi karena tidak bisa tidur lantaran sulit bernapas karena batuk.

“Saya merasa sedikit lelah dan tidak bisa makan,” kata Jaimuay Sae-ung, 73 tahun, warga negara Thailand pertama yang terjangkit virus corona pada Desember tahun lalu.

Kelelahan mental

Ini 6 Gejala Serangan Virus Corona Ringan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Memang belum resmi dicatat sebagai gejala Covid-19. Namun, harus tetap menjadi perhatian karena banyak pasien melaporkan mengalami kelelahan mental. Thea Jourdan, salah satu pasien, mengatakan kepada The Daily Mailbahwa dia pertama kali berpikir dia mungkin terinfeksi ketika dia merasakan rasa geli di tenggorokan dan sakit kepala. Ibu tiga anak itu kemudian mulai mengalami kabut otak atau brain fogyang ditandai dengan gejala sering lupa dan sulit fokus.

Kehilangan nafsu makan

Ini 6 Gejala Serangan Virus Corona Ringan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Tidak sedikit orang yang positif Covid-19 mengeluh kehilangan nafsu makan. Beberapa di antaranya tidak tertarik pada makanan favorit mereka dan tidak sedikit yang tak punya nafsu makan sama sekali.

“Saya sudah berada di tempat tidur dengan demam yang parah, sakit kepala, batuk ringan, dan sakit punggung selama hampir empat hari. Sekarang, saya benar-benar kelelahan dan tidak memiliki keinginan untuk bergerak atau makan,” kata salah satu pasien asal London.

Sakit perut dan diare

Ini 6 Gejala Serangan Virus Corona Ringan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Sebuah hasil penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Gastroenterology mengaitkan masalah perut dengan Covid-19. Para peneliti menemukan bahwa 48,5% dari 204 orang yang telah terinfeksi oleh coronavirusdi provinsi Hubei, China, memiliki gejala pencernaan seperti diare.

Mata merah

Ini 6 Gejala Serangan Virus Corona Ringan
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Beberapa waktu lalu, Chesley Earnest, seorang perawat asal Amerika Serikat, membagikan kisahnya yang menakutkan saat menangani pasien Covid-19. Ia mengatakan bahwa hampir semua pasien bergejala sedang-berat memiliki mata yang memerah.

“Ada pasien yang hanya memiliki mata merah sebagai satu-satunya gejala yang kami lihat di rumah sakit dan ia telah meninggal,” katanya.

American Academy of Ophthalmology lalu mengirimkan pesan kepada semua tenaga medis bahwa virus Corona dapat menyebabkan konjungtivitis. Itu berarti bahwa mata dan sekitarnya menjadi merah. Oleh karena itu, mereka harus lebih hati-hati dalam merawat pasien agar tidak tertular.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry