Hari Kartini: Melihat Lagi Karya Seni R. A. Kartini

News | 21 April 2022
Hari Kartini: Melihat Lagi Karya Seni R. A. Kartini
RA KArtini (Foto: Istimewa)

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Sebuah hari untuk mengenang dan menimba semangat Raden Ajeng Kartini (1879—1904) dalam memperjuangkan emansipasi perempuan Indonesia. Berkat dialah, perempuan-perempuan Indonesia tidak lagi hanya diam di dapur, tetapi berkarya dalam berbagai bidang.

Perempuan asal Jepara itu boleh dibilang sebagai perempuan multitalenta. Dia diketahui pandai menulis. Tulisan-tulisannya dimuat oleh De Hoandsche Lelie, majalah perempuan di Belanda.

Hari Kartini: Melihat Lagi Karya Seni R. A. Kartini
Buku (Foto: Istimewa)

Dia juga menulis surat kepada teman-temannya di Belanda. Salah satunya bernama Rosa Abendanon. Dikutip dari Encyclopedia Britannica (2015), melalui surat-surat itu, Kartini mengungkapkan keprihatinannya atas nasib orang Indonesia di bawah pemerintahan kolonial Belanda.

Tulisan di majalah dan surat itu kemudian dibukukan oleh Jacques Henrij Abendanon, Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht (Dari Kegelapan menuju Cahaya). Pada 1922, tulisan itu diterbitkan menjadi buku kumpulan surat Kartini dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran oleh Balai Pustaka.

Hari Kartini: Melihat Lagi Karya Seni R. A. Kartini
RA Kartini dan kedua adiknya sedang membatik (Foto: Istimewa)

Ternyata Kartini tidak hanya pandai menulis. Dia juga pandai memainkan alat musik, membatik, dan melukis. Pada masanya, karya lukis dan kiprahnya membawa pengaruh yang besar terhadap kehidupan para seniman Jepara.

Dikutip YUKK dari kemdikbud.go.id, salah satu lukisan wanita kelahiran Jepara, 21 April 1879, adalah lukisan empat ekor angsa. Tiga ekor berada di depan dan seekor lagi di belakang. Ketiga ekor angsa itu adalah simbol dari Kartini beserta dua orang adiknya, yaitu Roekmini dan Kardinah. Sedangkan angsa yang ada di belakang itu adalah simbol dari kakak kandungnya, Sosrokartono. Dialah yang memberikan dukungan kepada Kartini dan kedua adiknya.

Hari Kartini: Melihat Lagi Karya Seni R. A. Kartini
Lukisan Kartini (Foto: dok. Rumah Kartini Jepara)

Lukisan realis bergaya Eropa ini tampak elips dengan diameter 29 x 46 cm. Menariknya adalah lukisan itu diberi bingkai ukir khas kriya Jepara era 1900-an berukuran 40,5 x 59 x 3 cm. Lukisan dan bingkai tersebut lengkap dengan stijger (penyanggah) direproduksi oleh Rumah Kartini dengan penelitian mendalam sebelumnya oleh para peneliti dan kurator seperti Nano Warsono, Anjib, dan Bambang Toko.

Kartini, Roekmini, dan Kardinah memang selalu menampilkan ukiran Jepara. Berkat merekalah, ukiran Jepara ini diminati orang-orang Belanda. Dan itu dimulai dari sebuah pameran di Den Haag pada 1898.

Hari Kartini: Melihat Lagi Karya Seni R. A. Kartini
RA Kartini dan kedua adiknya (Foto: Istimewa)

Dalam pameran itu, Kartini dan dua adiknya itu menampilkan karya ukir baru yang dikembangkan dari motif-motif ukiran gayor Gong Senen, rumah-rumah tua pegawai di Jepara, masjid, dan makam mantingan, serta wayang. Ternyata karya ini mengundang decak kagum orang-orang Belanda, termasuk Ratu Wilhelmina, Ratu Belanda kala itu. Setelah pameran itu, Kartini, Roekmini, dan Kardinah dikenal dengan sebutan Klaverblad van Japara (Daun Semanggi dari Jepara).

Pengaruh dari pameran itu sangat besar. Setelah pameran itu, seni ukir Jepara bangkit lagi. Sebelumnya, seperti tercatat dalam buku The Complete Writings 1898-1904 karya Jost Cote, cukup banyak surat Kartini yang menyebut kesenian dan kriya Jepara yang mati suri setelah masa pembuatan Gong Senen karya Adipati Tjitrosomo, serta akibat mulai ditinggalkannya pelabuhan Jepara dan perubahan era seni yang digemari.

Hari Kartini: Melihat Lagi Karya Seni R. A. Kartini
Seorang perajin sedang membuat ukiran motif daun klasik khas Jepara di Kediri, Jawa Timur (Foto: Antara)

Setelah Klaverblad van Japara menampilkan karya-karya ukirnya di Belanda, banyak pesanan ukiran Jepara dari orang-orang Belanda. Hingga akhirnya Oost en West, sebuah perkumpulan yang bertujuan menggalakkan seni di Hindia, menunjuk Kartini dan kedua adiknya tersebut sebagai agen resmi pembelian kriya di Jepara. Mulai dari sisir, kotak dari cangkang kura-kura, kain dringin, hingga batik.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry