Banyak pelanggan toko online meninggalkan keranjang belanja mereka tanpa menyelesaikan pembayaran. Fenomena ini dikenal sebagai cart abandonment atau batal checkout, dan bisa membuat bisnis kehilangan potensi penjualan. Penting untuk memahami alasan di balik perilaku ini agar pelanggan bisa nyaman berbelanja dan konversi penjualan meningkat.
Cart abandonment adalah fenomena yang terjadi ketika pelanggan menambahkan produk ke keranjang, tetapi tidak menyelesaikan pembelian. Sering kali hal ini terjadi karena mereka belum siap membeli atau hanya menggunakan keranjang sebagai “daftar keinginan” untuk membandingkan produk dan harga. Fenomena ini sangat umum terjadi dalam dunia e-commerce dan menandakan bahwa meskipun ada minat awal, banyak pengguna mundur sebelum checkout.
Penyebab Pelanggan Batal Checkout

Banyak faktor yang bisa membuat pelanggan batal menyelesaikan pembayaran, mulai dari pengalaman checkout hingga metode pembayaran. Berikut lima alasan yang membuat pelanggan batal checkout seperti dikutip dari RevoU:
1. Proses checkout terlalu panjang atau rumit
Form checkout yang panjang, banyak langkah, atau meminta informasi berlebihan bisa membuat pelanggan capek atau bingung, sehingga mereka meninggalkan keranjang belanja. Membuat proses checkout lebih singkat dan sederhana membantu pelanggan menyelesaikan pembelian.
2. Biaya tambahan atau pengiriman terlalu tinggi
Biaya ekstra, seperti ongkos kirim, biaya admin, atau biaya tak terduga yang muncul pada akhir halaman checkout sering membuat pelanggan batal membeli. Menampilkan estimasi total biaya sejak awal dan menawarkan opsi pengiriman yang fleksibel dapat membantu mengurangi masalah ini.
3. Metode pembayaran tidak lengkap
Jika toko hanya menyediakan sedikit opsi pembayaran, misalnya, tidak ada e-wallet, virtual account, QRIS, kartu kredit, atau metode lainnya, pelanggan bisa menunda atau membatalkan pembelian. Menyediakan berbagai metode pembayaran membuat pelanggan lebih mudah menyelesaikan transaksi.
4. Kebijakan pengembalian (return policy) tidak jelas
Pelanggan sering meninggalkan keranjang karena merasa kebijakan pengembalian dana kurang jelas. Memberikan informasi lengkap tentang return policy dan garansi produk membantu mereka lebih yakin untuk membeli.
5. Pelanggan masih membandingkan harga atau menunda pembelian
Beberapa pelanggan hanya ingin membandingkan harga dengan toko lain atau menunggu promo tertentu sebelum membeli. Mengirim pengingat otomatis atau menawarkan diskon terbatas bisa mendorong mereka menyelesaikan transaksi.Keranjang belanja yang ditinggalkan memang menjadi tantangan, tapi bukan berarti pelanggan tidak tertarik membeli. Dengan memperbaiki pengalaman checkout, menampilkan biaya dengan jelas, menyediakan metode pembayaran lengkap, dan memberikan kepastian melalui kebijakan pengembalian, bisnis bisa membuat belanja lebih mudah dan nyaman. Hal ini membuat peluang pelanggan menyelesaikan pembelian meningkat.
Baca juga artikel: Ini “3 Kata Ajaib” yang Bikin Pelanggan Cepat Checkout
