Jangan Buang Masker Bedah Bekas Pakai Sembarangan!

Jangan Buang Masker Bedah Bekas Pakai Sembarangan!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Semua orang diwajibkan memakai masker untuk memutus penyebaran virus Corona. Masker yang disarankan adalah masker bedah 3 lapis, makser, kain, dan masker KN95. Masker jenis ini diyakini lebih efektif.

Setelah dipakai, masker-masker itu tidak boleh dibuang sembarangan. Mengapa? Karena ada virus yang menempel pada permukaan masker. Jika dibuang sembarangan, masker itu akan menjadi media penyebaran baru virus Corona.

Jangan Buang Masker Bedah Bekas Pakai Sembarangan!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Menurut Ketua Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Dr. dr. Lia G. Partakusuma, SpPK., MM., MARS, ada tata cara tersendiri dalam membuang masker bedah bekas bagi pasien Covid-19 yang menjalani. Pertama, masker bedah harus didisinfeksi terlebih dahulu sebelum dibuang. Bisa dengan cara merendamnya di dalam larutan detergen.

“Kemudian kita gunting, kita rusak, termasuk talinya. Itu supaya tidak ada oknum yang menyalahgunakan masker tersebut, sehingga dijual lagi,” katanya dalam konferensi pers BNPB, Jumat (19/2).

Jangan Buang Masker Bedah Bekas Pakai Sembarangan!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Masker bekas itu lalu dimasukkan ke dalam kantong kertas atau plastik ramah lingkungan dan ditempeli dengan label ‘infeksius’. Kemudian dibuang ke dalam tempat sampah berwarna kuning khusus untuk limbah medis.

“Sebaiknya dikumpulkan di tempat sampah khusus. Nanti akan diangkut dan dikelola sebagai limbah medis. Dari pihak ketiga atau puskesmas yang akan mengolahnya,” katanya.

Jangan Buang Masker Bedah Bekas Pakai Sembarangan!
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Tata cara pembuangan masker ini harus dilakukan karena bisa sangat berbahaya jika tidak dikelola dengan baik. Virus Corona diketahui dapat bertahan cukup lama di bagian dalam masker bedah. Menurut Ratih Asmara Ningrum dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), virus Corona dapat bertahan hidup selama 7 hari di permukaan bagian dalam masker bedah.

“Di bagian dalam itu 7 hari dan di permukaan bagian luarnya ternyata lebih dari 7 hari stabilitas virusnya,” kata Ratih dalam webinar yang diadakan oleh LIPI, Selasa (16/2) lalu.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry