Apa Saja Jenis MDR QRIS? Ini 6 Kategori dan Tarifnya

jenis MDR QRIS
(Ilustrasi: magnific)

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah menjadi salah satu metode pembayaran digital yang banyak digunakan di Indonesia. Mulai dari warung makan, kedai kopi, toko ritel, hingga bisnis berskala besar. Berbagai jenis usaha kini dapat menerima pembayaran hanya melalui satu kode QR yang praktis, dan mudah digunakan. 

Setiap transaksi pembayaran melalui QRIS dikenakan biaya layanan yang disebut merchant discount rate (MDR). MDR adalah biaya yang dikenakan kepada merchant atau pelaku usaha atas setiap transaksi pembayaran. Besaran tarif MDR ditetapkan oleh Bank Indonesia dan berbeda sesuai dengan kategori maupun skala usaha. 

Biaya MDR ini dipotong secara langsung dari nilai transaksi oleh Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) sebagai bagian dari biaya operasional. Dengan demikian, tarif MDR yang dikenakan tidak sama untuk setiap pelaku usaha. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu memahami jenis-jenis MDR QRIS beserta tarif yang berlaku agar dapat memperkirakan biaya transaksi yang akan dikenakan pada setiap pembayaran. 

Baca selengkapnya di artikel: Apa Itu MDR? Jangan Sampai Merchant Salah Paham Soal Biaya Ini!

Jenis MDR QRIS Berdasarkan Kategori Merchant

jenis MDR QRIS
(Ilustrasi: magnific)

Bank Indonesia mengelompokkan merchant atau pelaku usaha ke dalam beberapa kategori berdasarkan skala usaha dan jenis layanan yang diberikan. Setiap kategori dikenakan tarif MDR yang berbeda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perbedaan tarif ini bertujuan untuk mendukung inklusi keuangan sekaligus menyesuaikan karakteristik masing-masing sektor usaha. Berikut rincian tarif MDR QRIS berdasarkan Kategori merchant

Jenis MerchantKategori MerchantTarif MDR
RegulerUsaha Mikro (UMI) – nominal transaksi hingga Rp500.0000%
Usaha Mikro (UMI) – nominal transaksi di atas Rp500.0000,3%
Usaha Kecil (UKE), Usaha Menengah (UME), dan Usaha Besar (UBE)0,7%
KhususPendidikan0,6%
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)0,4%
Badan Layanan Umum (BLU), Public Service Obligation (PSO), Government to People (G2P) seperti bantuan sosial, serta People to Government (P2G) seperti pembayaran pajak, paspor, dan donasi sosial (nirlaba)0%

Catatan: Tarif MDR QRIS di atas mengacu pada ketentuan Bank Indonesia dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Contoh Perhitungan MDR QRIS

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh perhitungan MDR untuk setiap kategori merchant.

1. Usaha Mikro (UMI) dengan Transaksi hingga Rp500.000 (MDR 0%)

Misalnya, sebuah warung yang termasuk kategori merchant UMI menerima pembayaran melalui QRIS sebesar Rp50.000:

  • Nilai transaksi: Rp50.000
  • Tarif MDR: 0%
  • MDR: Rp50.000 × 0% = Rp0
  • Dana yang diterima merchant: Rp50.000

2. Usaha Mikro (UMI) – Transaksi di atas Rp500.000 (MDR 0,3%)

Misalnya, pelanggan melakukan pembayaran sebesar Rp800.000.

  • Nilai transaksi: Rp800.000
  • Tarif MDR: 0,3%
  • MDR: Rp800.000 × 0,3% = Rp2.400
  • Dana yang diterima merchant: Rp797.600

3. Usaha Kecil (UKE), Usaha Menengah (UME), dan Usaha Besar (UBE) – MDR 0,7%

Misalnya, sebuah minimarket menerima pembayaran melalui QRIS sebesar Rp50.000:

  • Nilai transaksi: Rp50.000
  • Tarif MDR: 0,7%
  • MDR: Rp50.000 × 0,7% = Rp350
  • Dana yang diterima merchant: Rp49.650

4. Pendidikan – MDR 0,6%

Misalnya, sekolah menerima pembayaran uang kegiatan sebesar Rp2.000.000.

  • Nilai transaksi: Rp2.000.000
  • Tarif MDR: 0,6%
  • MDR: Rp2.000.000 × 0,6% = Rp12.000
  • Dana yang diterima merchant: Rp1.988.000

5. SPBU – MDR 0,4%

Misalnya, pelanggan membeli BBM senilai Rp100.000:

  • Nilai transaksi: Rp100.000
  • Tarif MDR: 0,4%
  • MDR: Rp100.000 × 0,4% = Rp400
  • Dana yang diterima merchant: Rp99.600

6. BLU, PSO, G2P, P2G, dan Donasi Sosial – MDR 0%

Misalnya, masyarakat membayar retribusi sebesar Rp100.000 melalui QRIS.

  • Nilai transaksi: Rp100.000
  • Tarif MDR: 0%
  • MDR: Rp100.000 × 0% = Rp0
  • Dana yang diterima instansi: Rp100.000

Memahami jenis dan besaran MDR QRIS penting bagi setiap pelaku usaha agar dapat memperkirakan biaya transaksi sekaligus mengelola operasional bisnis dengan lebih baik. Meskipun setiap kategori merchant dikenakan tarif yang berbeda, QRIS tetap menawarkan berbagai keuntungan, seperti proses pembayaran yang cepat, praktis, aman, dan dapat menerima transaksi dari berbagai aplikasi pembayaran hanya dengan satu kode QR. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengikuti ketentuan terbaru dari Bank Indonesia terkait tarif MDR QRIS agar dapat memanfaatkan sistem pembayaran digital ini secara optimal. 

Baca juga artikel: Siapa yang Menanggung MDR QRIS? Merchant atau Konsumen?