Ini 5 Alasan Mengapa QRIS Bisa Tumbuh Sangat Cepat

QRIS
(Ilustrasi: Freepik)

Dalam beberapa tahun terakhir, metode pembayaran digital di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu metode pembayaran digital yang mengalami pertumbuhan pesat adalah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yaitu sistem pembayaran berbasis kode QR yang terintegrasi secara nasional. Kehadiran QRIS menjadi solusi untuk menyederhanakan berbagai metode pembayaran digital yang sebelumnya menggunakan kode QR berbeda di setiap aplikasi pembayaran. Sistem ini memungkinkan transaksi nontunai dilakukan dengan cara yang lebih cepat, mudah, dan aman bagi masyarakat luas.

Kini, QRIS tidak hanya digunakan di kota-kota besar, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari warung makan di pinggir jalan hingga pusat perbelanjaan modern. Semuanya telah menyediakan QRIS sebagai metode pembayaran. Perluasan penggunaan ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam perilaku transaksi masyarakat. Pembayaran digital yang sebelumnya dianggap sebagai alternatif kini mulai menjadi pilihan utama dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada semester I  tahun 2025, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 57 juta pengguna. Sementara itu, jumlah merchant yang menggunakan QRIS telah mencapai 39,3 juta merchant dengan 93,16% di antaranya adalah UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Jumlah transaksi pun meningkat hingga mencapai 6,05 miliar transaksi dengan nilai 579 triliun rupiah. Angka ini menunjukan bahwa penggunaan QRIS semakin luas dan merata dan memiliki peran besar dalam aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat.

Lalu apa yang membuat QRIS bisa berkembang begitu cepat? Berikut lima faktor utama yang mendorong pertumbuhannya.

1. Satu kode QR untuk semua aplikasi pembayaran

QRIS
(Ilustrasi: Freepik)

Sebelum QRIS hadir, merchant biasanya harus menyediakan banyak kode QR dari berbagai aplikasi pembayaran digital. Hal ini sering membingungkan pelanggan dan merepotkan penjual. QRIS menyederhanakan sistem tersebut. Dengan satu kode QR saja, pelanggan dapat membayar menggunakan berbagai aplikasi dompet digital maupun mobile banking. QRIS membuat transaksi menjadi lebih praktis, baik bagi penjual maupun pembeli.

2. Cara pembayaran yang sangat mudah

Konsumen hanya perlu membuka aplikasi pembayaran di smartphone, memindai kode QR, memasukkan nominal pembayaran, lalu mengonfirmasi transaksi. Tidak perlu membawa uang tunai atau kartu fisik. Proses pembayaran menjadi lebih cepat, mudah, dan aman, sehingga cocok digunakan dalam transaksi sehari-hari.

3. Mudah diakses oleh pelaku UMKM

QRIS dirancang agar dapat digunakan oleh semua pelaku usaha, termasuk UMKM dan pedagang kecil. Untuk mulai menerima pembayaran QRIS, merchant tidak perlu membeli mesin EDC (electronic data capture)  atau perangkat tambahan yang mahal. Merchant hanya perlu bekerja sama dengan payment gateway. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui penyedia jasa pembayaran resmi dengan proses yang relatif sederhana. Setelah terdaftar, pelaku usaha cukup mencetak kode QR dan langsung bisa menerima pembayaran nontunai. Kemudahan inilah yang membuat QRIS cepat menyebar hingga ke usaha skala mikro dan kecil.

4. Perubahan gaya hidup menuju transaksi digital

Pertumbuhan QRIS juga didorong oleh perubahan perilaku masyarakat, terutama generasi muda. Generasi Z dan milenial sudah terbiasa menggunakan smartphone untuk berbagai aktivitas, termasuk bertransaksi. Bagi kelompok ini, pembayaran digital lebih praktis dibandingkan dengan pembayaran menggunakan uang tunai. Ketika QRIS hadir dengan proses yang cepat dan universal, penggunaannya langsung menyatu dengan kebiasaan sehari-hari, mulai dari membeli makanan hingga berbelanja kebutuhan rutin.

5. Dukungan kuat dari Bank Indonesia dan infrastruktur digital

Keberhasilan QRIS tidak lepas dari dukungan penuh Bank Indonesia sebagai regulator. QRIS ditetapkan sebagai standar nasional pembayaran berbasis QR code, sehingga seluruh penyedia layanan mengikuti sistem yang sama. Pada sisi lain, meningkatnya jumlah pengguna internet dan smartphone di Indonesia turut menciptakan ekosistem yang mendukung pembayaran digital. Kombinasi antara regulasi yang jelas dan infrastruktur digital yang semakin matang membuat pertumbuhan QRIS berlangsung stabil dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan pesat QRIS menunjukkan bagaimana inovasi teknologi dapat mempercepat transformasi sistem pembayaran di Indonesia. Kemudahan penggunaan, akses yang inklusif bagi UMKM, serta dukungan regulator menjadi kombinasi penting yang mendorong adopsinya secara luas. QRIS tidak hanya menghadirkan metode pembayaran yang lebih praktis, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional. Ke depan, perkembangan QRIS berpotensi semakin besar seiring meningkatnya literasi digital masyarakat dan perluasan transaksi nontunai dalam berbagai sektor ekonomi.

Untuk kamu pemilik bisnis yang ingin menggunakan QRIS, daftar sekarang menjadi merchant YUKK Payment Gateway!

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry