Coba perhatikan lingkungan sekitar: warung-warung makan di pinggir jalan, minimarket, bazar, hingga gerobak milik pedagang keliling. Di situ ada QRIS. Baik dalam bentuk tent card yang diletakkan di atas meja, maupun stiker yang ditempel pada papan atau kaca.
Kehadiran QRIS menunjukkan adanya perubahan besar dalam cara masyarakat Indonesia bertransaksi. Makin banyak masyarakat yang beralih kepada sistem pembayaran digital. Pergeseran ini tidak hanya terjadi pada bisnis berskala besar, tetapi juga bisnis berskala kecil.
Dalam waktu kurang dari enam tahun sejak diluncurkan, QRIS berkembang menjadi salah satu sistem pembayaran dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Masyarakat kini tidak lagi harus membawa uang tunai karena transaksi dapat dilakukan cukup dengan memindai kode QR melalui dompet digital (e-wallet) atau aplikasi m-banking. Kemudahan inilah yang membuat QRIS dengan cepat menjadi pilihan utama bagi pelanggan maupun pelaku usaha dalam mendukung transaksi sehari-hari.
Apa Itu QRIS?

QRIS (dibaca “Kris”) merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Ini adalah standar nasional pembayaran berbasis kode QR yang diluncurkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019. Sistem ini memungkinkan satu kode QR digunakan untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi uang elektronik maupun mobile banking secara terintegrasi.
Sebelum QRIS diterapkan, pelaku usaha menyediakan kode QR dari masing-masing penyedia jasa pembayaran untuk mengakomodasi pembayaran para pelanggan. Biasanya mereka menyediakan lebih dari satu kode QR. Tergantung pada berapa banyak pelanggan yang ingin mereka jangkau. Hal ini sering menimbulkan masalah karena untuk bisa menggunakan kode respons cepat itu, para pelanggan harus menggunakan aplikasi pembayaran tertentu.
Dengan QRIS, proses pembayaran menjadi lebih mudah. Para pelanggan tidak harus mengunduh aplikasi pembayaran tertentu untuk bisa memindai QRIS. Mereka bisa memindainya dari aplikasi pembayaran apa saja dan dari mobile banking mana pun. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Bank Indonesia membuat QRIS: menyederhanakan sistem pembayaran, membuatnya lebih mudah diakses, dan menyatukan berbagai kode QR yang sebelumnya berbeda-beda.
QRIS, seperti dikutip dari Tempo, mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung, dan Langsung):
- Universal: QRIS inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat dan dapat dimanfaatkan untuk melakukan transaksi pembayaran di dalam maupun luar negeri.
- Gampang: QRIS menawarkan kemudahan dan keamanan; transaksi bisa dilakukan melalui smartphone.
- Untung: QRIS sangat praktis, sehingga memberikan keuntungan, baik bagi pembeli maupun penjual.
- Langsung: transaksi dengan QRIS dapat berjalan lebih cepat dan lancar.
Kehadiran QRIS menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pembayaran digital yang lebih efisien, aman, dan inklusif di Indonesia. Bagi pelaku usaha, sistem ini memudahkan mereka dalam mengelola berbagai transaksi. Bagi pelanggan, sistem ini membuat pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan fleksibel.
Pertumbuhan QRIS di Indonesia Kian Pesat
Pertumbuhan penggunaan QRIS di Indonesia sangat pesat sejak pertama kali diluncurkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2019. Sistem pembayaran berbasis kode QR ini semakin luas digunakan oleh masyarakat. Dikutip dari Liputan 6, hingga awal 2026, Bank Indonesia mencatat jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 60 juta orang yang tersebar di berbagai sektor ekonomi, mulai dari ritel modern hingga pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima.
Seiring dengan pertumbuhan adopsi tersebut, Bank Indonesia juga menargetkan peningkatan transaksi QRIS yang jauh lebih besar dalam beberapa tahun ke depan. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa transaksi digital melalui QRIS ditargetkan mampu mencapai 150 miliar transaksi per hari pada tahun 2030 sebagaimana tercantum dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Target ini meningkat signifikan dibandingkan dengan capaian saat ini yang telah mencapai sekitar 47 miliar transaksi digital secara nasional. Ambisi tersebut menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah dan otoritas moneter dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran sekaligus memperluas inklusi keuangan, terutama bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Perkembangan QRIS menunjukkan bahwa pembayaran digital kini telah menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan membuat QRIS tidak lagi sekadar alternatif pembayaran, tetapi kebutuhan bagi pelaku usaha pada era digital. Dengan menghadirkan metode pembayaran nontunai, bisnis dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus membuka peluang transaksi yang lebih luas.
Sejalan dengan misi Bank Indonesia, YUKK Payment Gateway berkomitmen mendukung digitalisasi pembayaran di Indonesia dengan menyediakan layanan yang aman, cepat, dan mudah bagi semua pelaku usaha. Komitmen ini diwujudkan dengan menyediakan berbagai metode pembayaran digital, seperti QRIS, virtual account, payment link dan e-wallet dalam satu sistem yang terintegrasi. Bagi Anda yang ingin menyediakan metode pembayaran digital untuk bisnis, Anda bisa menggunakan menggunakan layanan dari YUKK Payment Gateway. Proses integrasi mudah dan cepat.
