Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Hipotermia, Musuh Pendaki Gunung

Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Hipotermia, Musuh Pendaki Gunung
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Senin (17/8) lalu, Wawan Kurniawan meninggal dunia. Pendaki gunung asal Batupangka, Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilauale, Kabupaten Bulukumba, itu meninggal dunia di atas puncak Gunung Bawakaraeng, Lembana, Gowa, Sulawesi Selatan. Seperti dilansir kompas.tv, pemuda berusia 16 tahun itu diduga mengalami hipotermia saat hendak memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Wawan bukanlah yang pertama mengalami hipotermia seperti yang diduga dan berakhir dengan nahas. Sudah banyak pendaki gunung yang tidak bisa kembali dengan selamat karena serangan hipotermia. Tidak sedikit juga yang tidak sampai melihat puncak dan terpaksa kembali ke kaki gunung karena hipotermia.

Sebenarnya apa itu hipotermia? Mengapa bisa terjadi hipotermia? Dan apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan ketika terjadi hipotermia?

Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Hipotermia, Musuh Pendaki Gunung
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Hipotermia adalah sebuah gangguan medis yang terjadi ketika suhu tubuh menurun secara drastis. Suhu tubuh yang normal adalah sekitar 37 derajat Celcius. Pada orang yang mengalami hipotermia, suhu tubuh mereka menurun hingga di bawah 35 derajat Celcius.

Yang terjadi ketika suhu tubuh turun secara drastis adalah jantung, sistem saraf, dan berbagai organ tubuh lainnya tidak bisa bekerja secara normal. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah yang sangat serius jika tidak segera diatasi. Bisa terjadi gagal jantung dan masalah pernapasan yang berujung pada kematian.

Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Hipotermia, Musuh Pendaki Gunung
Ilustrasi (Foto: circuit-magazine)

Ada beberapa hal yang menyebabkan hipotermia. Yang paling umum adalah cuaca yang dingin atau paparan air dingin. Mengenakan pakaian tipis di lingkungan dengan cuaca yang dingin juga bisa menjadi penyebab. Juga karena mengenakan pakaian basah saat cuaca dingin, berada terlalu lama di lingkungan yang dingin, dan berada di dalam ruangan yang dingin.

Ada beberapa gejala hipotermia. Yang paling pertama adalah menggigil kediginginan. Gejala lainnya adalah gemetar, bicara cadel atau berguman, napas menjadi lambat dan dangkal, denyut nadi melemah, koordinasi tubuh terganggu, mengantuk atau energi melemah, kebingungan atau kehilangan memori, dan hilang kesadaran.

Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Hipotermia, Musuh Pendaki Gunung
Ilustrasi (Foto: outdoorsbycracky)

Gejala-gejala ini muncul secara bertahap. Hal inilah yang membuat penderita biasanya tidak menyadari kondisinya. Itulah mengapa ada banyak penderita yang bingung dan kemudian melakukan hal-hal yang membahayakan nyawa.

Lalu bagaimana mengatasi masalah ini? Tentu saja penderita hipotermia harus segera mendapatkan pertolongan pertama. Pertolongan pertama adalah memindahkan penderita hipotermia ke tempat yang hangat dan kering, melepaskan pakaiannya yang basah, menyelimuti seluruh tubuhnya, memeriksa pernapasannya dan melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation) jika pernapasannya berhenti, melakukan kontak kulit ke kulit jika penderita masih sadar, dan memberikannya minuman hangat tanpa kafein.

Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Hipotermia, Musuh Pendaki Gunung
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Bagaimana mencegah masalah ini? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan: memeriksa kondisi cuaca sebelum mendaki, mengenakan pakaian ber-layer yang terbuat dari wol, sutra, atau polypropylene karena bahan-bahan ini mempertahankan panas lebih baik daripada katun, memakai topi atau syal tebal di kepala, dan mengonsumsi kalori dalam jumlah yang cukup. Jangan minum alkohol sebelum dan pada saat mendaki gunung.

 

 

#YUKKpakeYUKK

 

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry