Yang Harus Kamu Ketahui tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama

Fakta tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama
Satelit pertama Asgardia diluncurkan (Foto: Twitter.com/@AsgardiaSpace)

Pada 12 Oktober 2016 lalu, Igor Ashurbeyli, ilmuwan dan pengusaha dari Rusia, mengumumkan bahwa ia sedang menyusun sebuah megaproyek ambisius; sebuah megaproyek yang membuat kaget banyak warga dunia. Megaproyek itu adalah membangun sebuah negara di luar angkasa.

Kurang dari 2 hari setelah pengumuman itu, lebih dari 100 ribu orang melamar menjadi Asgardian, sebutan untuk penghuni Asgardia. Dalam tempo 3 minggu, yang melamar bertambah menjadi 500 ribu orang. Namun, pada bulan Juni, jumlahnya berkurang menjadi 210 ribu orang karena ditambahkannya proses verifikasi yang lebih ketat.

Minggu (12/11) lalu, Asgardia meluncurkan satelit pertamanya, Asgardia-1. Satelit berukuran sebesar sepotong roti itu membawa setengah terabyte data berisi dasar proyek Asgardia seperti konstitusi bangsa, simbol nasional, hingga 115.000 data warganya. Berikut ini beberapa fakta penting tentang negara Asgardia yang harus kamu ketahui.

Dari mitologi

Fakta tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama
Wahana dan lambang Asgardia (Foto: asgardia.space)

Negara itu ia beri nama Asgardia. Nama resminya adalah Space Kingdom of Asgardia. Nama “Asgardia” ia ambil dari nama salah satu wilayah yang ada dalam mitologi Nors. Wilayah itu dihuni para dewa. Asgard juga muncul dalam film Thor sebagai sebuah kota fiktif.

Negara yang damai

Fakta tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama
Ilustrasi rancangan kota di Asgardia (Foto: bbc.com)

Bumi yang didiami manusia dihantam berbagai masalah. Tidak ada hari tanpa masalah. Hal inilah yang mendorong Igor menciptakan sebuah negara yang bebas dan demokratis. Ia ingin menciptakan sebuah komunitas masyarakat yag damai, punya akses yang mudah ke teknologi antariksa, dan bisa melindungi Bumi dari ancaman luar angkasa seperti asteroid.

Negara yang demokratis

Fakta tentang Asgardia, negara angkasa luar pertama
Orang yang ingin menjadi penduduk Asgardia datang dari berbagai negara (Foto: google)

Asgardia yang diimpikan Igor adalah sebuah negara demokratis berdasarkan hukum. Semua warga negara Asgardia diminta untuk memberikan suara dalam perumusan dasar konstitusi negara. Mereka juga bisa memilih presiden dalam 5 tahun ke depan. Namun, pada 5 tahun pertama, negara ini dipimpin oleh Igor. Semua warga juga berhak memilih bendera negara, lagu kebangsaan, dan lainnya.

Syarat untuk menjadi warga negara Asgardia adalah berusia 18 tahun ke atas dan punya e-mail. Bangsa, suku, gender, ras, agama, dan kondisi keuangan tidak dipersoalkan. Namun, “pemerintah” Asgardia tidak menerima calon Asgardian hewan dan robot.

Kalender yang berbeda

Fakta tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama
Data Asgardia (Foto: Twitter.com/@AsgardiaSpace)

Kalender Asgardia berbeda dengan kalender yang saat ini dipakai. Asgardia hanya punya 3 hari libur: 12 Oktober (ulang tahun Asgardia), 31 Desember, Tahun Baru, dan 18 Juni sebagai Hari Persatuan Nasional.

Jumlah bulan dalam setahun dalam kalender Asgardia pun berbeda dengan yang berlaku di Bumi. Asgardia punya 13 bulan dalam setahun. Bulan tambahannya disebut bulan Asgardia. Bulan itu diletakkan di antara Juni dan Juli. Dalam setiap bulan ada 28 hari. Dan setiap tahun dimulai pada Minggu, pada tanggal dan hari yang sama.

Tinggal di Bumi

Fakta tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama
Ilustrasi kota di Asgardia (Foto: google)

Asgardia adalah sebuah negara virtual. Itu berarti penduduknya tetap tinggal di Bumi. Tetap tinggal di negara mana mereka berasal. Hal ini berarti bahwa Asgardia memperbolehkan warga negaranya mempunyai lebih dari satu status kewarganegaraan.

“Secara fisik, penduduk dari negara ini akan berada di Bumi. Mereka akan tinggal di negara yang berbeda di Bumi. Jadi, mereka bisa menjadi warga negara di dunia dan pada waktu yang sama menjadi warga negara Asgardia,” kata Igor.

Wahana raksasa

Fakta tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama
ilustrasi Wahana Asgardia (Foto: google)

Sejauh ini, semua penduduk Asgardia masih akan tinggal di dunia. Menjadi warga Bumi. Pada akhirnya, penduduk Asgardia akan tinggal di wahana raksasa di orbit rendah Bumi atau sekitar 161-321 km dari antariksa di mana lokasi Stasiun Antariksa Internasional berada. Wahana raksasa itu dirancang bergaya futuristik oleh para ahli antariksa dari Kanada, Rumania, Rusia, dan Amerika Serikat. Wahana itu akan menampung setidaknya 150 ribu jiwa. Selanjutnya Igor akan menambah ruang wahana agar Asgardia bisa menampung 1,5 juta jiwa.

Diminati orang Indonesia

Fakta tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama
Banyak warga Indonesia yang tertarik menjadi Asgardian (Foto: google)

Asgardia rupanya diminati oleh begitu banyak orang dari begitu banyak negara. Tercatat lebih dari 300 ribu orang yang datang dari lebih dari 200 negara yang ingin menjadi Asgardian. Menariknya, dari satu dari sekian banyak negara itu adalah Indonesia. Dari laman web negara virtual ini diketahui bahwa banyak orang Indonesia yang sudah melamar menjadi Asgardian. Mereka datang dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, dan lainnya.

Belum diakui PBB

Fakta tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama
Igor Ashurbeyli sedang berusaha agar Asgardia diakui PBB (Foto: Twitter.com/@AsgardiaSpace)

Membangun sebuah negara yang damai di luar ruang angkasa adalah sebuah impian yang menarik. Namun, mewujudnyatakan negara seperti ini jelas bukanlah hal yang mudah. Hingga hari ini, Igor dan timnya masih berusaha mendapatkan pengakuan dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Saat ini, Asgardia menempati urutan 185 di antara negara-negara di dunia berdasarkan ukuran populasi.

Hanya sebatas konsep?

Fakta tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama
Ilustrasi Wahana Asgardia (Foto: Twitter.com @AsgardiaSpace)

Hingga saat ini, Asgardia masih merupakan sebuah konsep. Sebuah konsep yang dianggap baik oleh perkumpulan astronom dari badan antariksa negara-negara besar. Namun, mewujudkan konsep itu jelas bukan hal yang mudah. Belum ada teknologi yang mendukung kehidupan sebuah koloni manusia di luar ruang angkasa. Tambahan lagi, belum ada aturan untuk membangun sebuah negara di luar Bumi.

#YUKKpakeYUKK

Baca juga : “Warga” Negara Luar Angkasa Pertama Sudah Meninggalkan Bumi

1
like
0
love
0
haha
1
wow
0
sad
0
angry