Waspadai Love Scamming: Penipuan Berkedok Cinta!

Waspadai Love Scamming: Penipuan Berkedok Cinta!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Sebuah kisah viral melalui Twitter. Akun bernama @FashionkuStyle mengungkapkan perjalanan asmaranya dengan seseorang bernama Ahnaf. Mulai dari perkenalan hingga pernikahan dan berakhir dengan terbongkarnya penipuan yang dilakukan Ahnaf.

Pemilik akun @FashionkuStyle ini mengatakan bahwa mereka berkenalan melalui aplikasi Tantan. Saat itu, Ahnaf mengaku sebagai seorang mualaf dan bekerja sebagai seorang dokter dan pengusaha batu bara. Dia berasal dari Lahat, Sumatera Selatan. Dan dia sedang mencari perempuan yang mau dijadikan istri.

Dua minggu setelah perkenalan itu, Ahnaf datang ke Jambi untuk menemui @FashionkuStyle. Dia ikut merawat orang tua @FashionkuStyle yang ketika itu sedang sakit. Akhirnya @FashionkuStyle mau diajak menikah.

Waspadai Love Scamming: Penipuan Berkedok Cinta!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Setelah menikah, barulah berbagai kejanggalan terkuak. Mulai dari identitas Ahnaf yang tidak jelas hingga berbagai “keanehan” yang terjadi ketika mereka melakukan hubungan suami-istri. Selama 10 bulan pernikahan siri itu, @FashionkuStyle mengaku bahwa Ahnaf telah menggelapkan uangnya sebesar Rp300 juta. Akhirnya terkuak bahwa Ahnaf sebenarnya adalah seorang perempuan bernama Era Yani.

Jika diperhatikan baik-baik, apa yang dilakukan oleh Era Yani ini adalah sebuah aksi love scamming atau romance scams.  Dikutip YUKK dari laman resmi FBI, romance scams terjadi ketika seorang pelaku kejahatan menggunakan identitas palsu untuk mendapatkan perhatian dan rasa percaya korban. Pelaku memanfaatkan kedekatan atau hubungan yang sudah dibangun itu untuk memanipulasi dan atau menguras harta korban.

Ciri-ciri love scamming:

  • Pelaku memalsukan identitas dan foto. Dalam beberapa kasus, pelaku tidak mau melakukan komunikasi secara langsung seperti menelepon,video call, atau bertemu di dunia nyata,
  • Pelaku secara cepat meminta nomor telepon atau alamat e-mail korban untuk menjalin komunikasi secara lebih personal,
  • Pelaku mempercepat hubungan dari perkenalan ke jenjang asmara, bahkan hingga merencanakan perkawinan. Namun, pelaku selalu berkelit ketika diajak untuk bertemu secara langsung,
  • Pelaku selalu minta uang dengan alasan sedang berada dalam keadaan darurat. Mereka membuat alasan beragam dengan maksud untuk mendapatkan uang dalam waktu cepat,
  • Pelaku selalu mengelak untuk memberikan informasi tentang orang terdekatnya.
Waspadai Love Scamming: Penipuan Berkedok Cinta!
Ilustrasi (Foto: Crello)

Cara mengatasi love scamming:

  • Berhati-hatilah ketika hendak mengunggah sesuai ke media sosial karena pelaku bisa dengan mudah memahami karakter dan kebiasaan korban melalui internet,
  • Selalu cek foto profil terduga pelaku melalui internet. Cari tahu apakah identitasnya, baik nama, foto, maupun alamat, saling berkesinambungan atau merupakan identitas orang lain.
  • Jangan ragu untuk banyak bertanya dan memastikan fakta,
  • Berhati-hatilah ketika pelaku tampak berupaya menjauhkanmu dari kerabat dan orang-orang terdekat dengan berbagai bujukan,
  • Jangan memberikan uang kepada siapa pun yang belum kamu kenal (belum kamu ketahui latar belakang dan asal-usulnya).

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry