Waspada! Pasutri Otaki Pencurian Data Kartu Kredit untuk Beli Kripto

Ilustrasi (Foto: halomoney)

Nasabah kartu kredit atau mereka yang ingin memiliki kartu kredit dan berniat mengajukannya kepada bank penerbit kartu kredit harus waspada. Belakangan ini marak terjadi aksi pencurian data kartu kredit oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sudah banyak orang yang menjadi korban dari kejahatan ini.

Teranyar adalah aksi sepasang suami-istri yang menjadi otak dari pencurian data kartu kredit. Kejahatan yang dilakukan 9 orang ini berhasil dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini, kasus ini sedang berada dalam tahap pengembangan.

Dikutip YUKK dari Tribunnews.com, para pelaku melancarkan aksi kejahatan ini dengan mengaku sebagai customer service kartu kredit. Mereka menelepon korban dan menawarkan jasa penerbitan kartu kredit. Mereka memandu korban untuk mengaktivasi kartu kredit secara online.

Waspada! Pasutri Otaki Pencurian Data Kartu Kredit untuk Beli Kripto
Ilustrasi (Foto: Crello)

“Modus operandinya (adalah) mereka mengaku sebagai costumer service penerbit kartu kredit. Kemudian mereka memandu korban dengan menawarkan promo, tetapi ujung-ujungnya mereka minta data-data kartu kredit milik korban,” kata AKBP Roberto GM Pasaribu, Direskrimsus Polda DIY.

Setelah mendapatkan data-data berupa nomor kartu, nomor CVC, limit kartu, tanggal kedaluwarsa, dan kode OTP (one time password), para pelaku langsung melakukan transaksi ilegal.

“Otak para pelaku itu kemudian melakukan transaksi virtual untuk dibelanjakan uang kripto.  Setelah itu, uangnya dirupiahkan dan diambil oleh pelaku. Jadi, setelah dibelanjakan kripto, uang diambil dalam bentuk rupiah,” sambungnya.

Waspada! Pasutri Otaki Pencurian Data Kartu Kredit untuk Beli Kripto
Ilustrasi (Foto: Crello)

Korban, yang merasa tidak membeli mata uang kripto, benar-benar kaget setelah membaca laporan m-banking-nya. Di situ tertera informasi bahwa telah ada transaksi sebesar Rp84 juta untuk membeli mata uang kripto.

“Korban dari DIY awalnya dua, lalu mengembang menjadi tiga. Dia kaget (karena) merasa tidak membeli kripto senilai Rp84 juta. Terus kami cek, kami selidiki. Jadi, awalnya demikian,” paparnya.

Waspada! Pasutri Otaki Pencurian Data Kartu Kredit untuk Beli Kripto
Pelaku pencurian data kartu kredit (Foto: Tribun Jogja)

Dari hasil penyelidikan Ditreskrimsus Polda DIY, diketahui bahwa markas komplotan ini terletak di Jakarta Selatan. Ketika digerebek, komplotan ini sedang melakukan aksi kejahatan yang sama. Polisi menyita 15 ponsel, 13 perangkat telepon, 12 buah buku catatan keuangan, 1 unit Pajero Sport, dan uang sebesar Rp295 juta. Para pelaku disangkakan pasal 378, pasal 30 ayat 1, pasal 32 ayat 1, atau pasal 35 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta UU Tindak Pidana Pencucian Uang dengan masing-masing hukuman di atas 5 tahun penjara.

Peristiwa ini harus menjadi pelajaran sekaligus peringatan bahwa tindak kejahatan bisa dilakukan dengan cara apa pun. Jangan mudah memberikan data pribadi kepada orang lain. Jika ingin mengajukan penerbitan kartu kredit, calon nasabah harus menghubungi bank penerbit kartu kredit.

Waspada! Pasutri Otaki Pencurian Data Kartu Kredit untuk Beli Kripto
Promo YUKK (Grafis: YUKK)

Untuk nasabah yang ingin melakukan pembayaran tagihan kartu kredit, YUKK memberikan promo menarik pada bulan ini. Ada cashback 10% untuk pembayaran tagihan dengan minimal transaksi Rp500 ribu. Cashback diberikan dalam bentuk YUKK Point dengan jumlah maksimal mencapai 25.000 poin.

Poin-poin yang sudah dikumpulkan itu bisa digunakan lagi untuk melakukan banyak transaksi lainnya melalui YUKK. Mulai dari membayar tagihan bulanan hingga berbelanja barang kebutuhan. Bisa secara online lewat fitur “YUKK Online” dan “YUKK Makan”, bisa juga secara offline di berbagai merchant yang sudah bekerja sama dengan YUKK.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry