Waspada! Mimisan Bisa Jadi Tanda Penyakit yang Berbahaya 

Mimisan bisa jadi gejala dari penyakit yang berbahaya
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Mimisan atau epistaksis adalah kondisi keluarnya darah melalui lubang hidung. Bisa dari satu lubang hidung. Bisa juga dari kedua lubang hidung.

Orang yang tinggal di daerah beriklim kering ekstrem seperti musim panas atau musim dingin sering mengalami epistaksis. Epistaksis ini terjadi secara spontan ketika selaput hidung mengering, terjadi infeksi saluran pernapasan, dan kemudan pecahnya pembuluh darah. Lamanya perdarahan itu tergantung pada penyebabnya. Ada yang berlangsung hanya selama beberapa detik. Namun ada juga yang berlangsung selama lebih dari 10 menit.

Dalam beberapa kasus, mimisan bisa berhenti dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus yang kronis, orang yang mengalami mimisan harus menjalani perawatan. Mimisan dengan volume darah yang sangat banyak bisa menjadi gejala dari sebuah penyakit yang sangat serius.

Berikut ini, seperti dikumpulkan dari berbagai sumber, ada beberapa penyakit berbahaya yang ditandai dengan mimisan:

Hereditary Hemorrhagic Telangiectasia (HHT)

Mimisan bisa jadi gejala dari penyakit yang berbahaya
Ilustrasi (Foto: Freepik)

HHT atau dikenal dengan sindrom Osler-Weber-Rendu adalah kelainan genetik langka yang dapat menyebabkan pendarahan hidung dan melemahnya pembuluh darah. Gejalanya adalah munculnya bintik-bintik merah kecil di wajah, tangan, kaki, dan sering mimisan ketika bangun tidur. Mimisan ini biasanya dialami pada usia paruh baya karena kemungkinan besar diperkuat dengan faktor lain seperti hipertensi atau insufisiensi hati. Penyakit ini dapat menyebabkan strokejantung, pembekuan darah di paru-paru, perdarahan saluran pencernaan akut dan kronis, dan berbagai masalah yang menyebar pada organ lain.

Hipertensi

Mimisan bisa jadi gejala dari penyakit yang berbahaya
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Mimisan terjadi karena pecahnya pembuluh darah. Biasanya darah yang keluar sangat banyak. Perdarahan tidak berhenti meskipun hidung telah ditekan. Kadang-kadang disertai dengan pusing atau sakit kepala.

Sinus kering

Mimisan bisa jadi gejala dari penyakit yang berbahaya
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Mimisan bisa juga terjadi karena sinus kering. Sinus kering seringkali membuat hidung dan mulut kering, sehingga rongga saluran sinus menjadi sangat sensitif dan sakit. Karena kering, kulit pada lubang hidung pecah dan terjadilah pendarahan. Jika dibiarkan terus-menerus hingga parah, sinus kering dapat menyebabkan infeksi.

Barotrauma

Mimisan bisa jadi gejala dari penyakit yang berbahaya
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Perlu diketahui bahwa di telinga terdapat saluran yang menghubungkan bagian tengah telinga ke tenggorokan dan hidung. Saluran ini disebut saluran eustachius. Fungsinya adalah membantu mengatur tekanan pada telinga.

Ketika saluran eustachius tersumbat karena sebuah tekanan, bisa terjadi barotrauma telinga. Barotrauma adalah suatu kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan pada telinga karena perubahan tekanan pada lingkungan tertentu. Dalam beberapa kasus, gejala barotrauma adalah nyeri hebat pada telinga, mimisan, rusaknya gendang telinga, hingga tuli.

Tumor

Mimisan bisa jadi gejala dari penyakit yang berbahaya
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Bisa jadi mimisan merupakan gejala dari sebuah tumor. Untuk memastikan hal ini, lakukan tes pencitraan lebih lanjut seperti pemindaian tomografi atau pencitraan resonansi magnetik untuk mengevaluasi penyebab sebenarnya.

Leukemia

Mimisan bisa jadi gejala dari penyakit yang berbahaya
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Mimisan terjadi terus-menerus? Bisa jadi itu gejala leukimia. Leukimia merupakan kanker darah karena tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal. Saat seseorang mengidap leukemia, sumsum tulang belakangnya tidak dapat memproduksi sel-sel darah merah secara optimal, sehingga trombosit untuk memasok kebutuhan tubuh akan berkurang.

Limfoma

Mimisan bisa jadi gejala dari penyakit yang berbahaya
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Mimisan bisa juga menjadi tanda bahwa ada kanker di dalam sistem limfatik. Mengapa bisa demikian? Perlu diketahui bahwa sistem limfatik adalah salah satu bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Dalam sistem ini, sel-sel darah putih limfosit (sel B) berperan penting dalam pembentukan imun atau antibodi untuk memerangi infeksi. Jika sel-sel limfosit B diserang kanker, sistem kekebalan tubuh akan menurun, sehingga tubuh rentan mengalami infeksi.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry