Waspada! Corona Mutan Ganda dari India Sudah Masuk Jakarta

Waspada! Corona Mutan Ganda dari India Sudah Masuk Jakarta
Ilustrasi (Foto: Getty Images)

Corona di India makin mengganas. Rumah sakit, kamar mayat, dan krematorium kewalahan menerima jenazah pasien Covid-19. Setiap hari selama lebih dari 10 hari berturut-turut, negara itu melaporkan lebih dari 300 ribu kasus baru.

Indonesia harus waspada. Mengabaikan protokol kesehatan akan membuat Indonesia mengalami nasib yang sama seperti India. Apalagi saat ini sudah ditemukan kasus varian baru Corona dari India di Jakarta.

“Sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India. Ada dua insiden yang sudah kita lihat. Dua-duanya di Jakarta,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang disiarkan oleh Sekretariat Presiden, Senin (3/5) lalu.

Waspada! Corona Mutan Ganda dari India Sudah Masuk Jakarta
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Menurut keterangan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, varian India yang terdeteksi ini merupakan B1617. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa bahaya varian ini?

Perlu diketahui bahwa varian B1617 ini memiliki dua mutasi kunci, yakni E484Q dan L452R. Para peneliti menduga bahwa dua mutasi inilah yang menyebabkan varian B1617 menjadi lebih mudah menular. Dan menurut Dr. Alain Lamarre, imunolog dari Institut National de la Recherche Scientifique (INRS), ada kemungkinan varian B1617 ini bisa menurunkan efektivitas vaksin Covid-19.

Waspada! Corona Mutan Ganda dari India Sudah Masuk Jakarta
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Menurut virolog di Louisiana State University, Amerika Serikat, Dr. Jeremy Kamil, varian B1617 memiliki kemiripan dengan varian baru Corona dari Afrika Selatan dan Brasil karena bisa melawan antibodi. Meskipun demikian, dia yakin bahwa kemiripan itu tak membuat varian B1617 menjadi lebih berbahaya daripada strain virus Corona lainnya.

“Saya meragukan bahwa varian India ini lebih menular dibandingkan varian Inggris. Itu seharusnya membuat kita semestinya tidak panik,” katanya seperti dikutip dari BBC.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry