“Warga” Negara Luar Angkasa Pertama Sudah Meninggalkan Bumi

“Warga” Negara Luar Angkasa Pertama Sudah Meninggalkan Bumi
Wahana dan lambang Asgardia (Foto: asgardia.space)

Minggu (12/11) lalu, Asgardia secara resmi meluncurkan satelit pertamanya, Asgardia-1. Satelit pertama dari kerajaan luar angkasa pertama itu, seperti dirangkum kompas.com dari New Scientist, Senin (13/11) lalu, berukuran sebesar sepotong roti. Namun, satelit itu membawa setengah terabyte data berisi dasar proyek Asgardia seperti konstitusi bangsa, simbol nasional, hingga 115.000 data warganya.

Asgardia-1 diluncurkan di Virginia, Amerika Serikat, melalui fasilitas peluncuran Wallops milik NASA (The National Aeronautics and Space Administration). Satelit itu diluncurkan di atas Cygnus, pesawat ruang angkasa, di orbit roket ATK Antares. Pesawat ruang angkasa itu berlabuh di International Space Station (ISS) pada Selasa (14/11).

“Warga” Negara Luar Angkasa Pertama Sudah Meninggalkan Bumi
Satelit pertama Asgardia diluncurkan (Foto: Twitter @AsgardiaSpace)

Misi pertama dari Cygnus adalah mengirim barang-barang untuk astronot. Kira-kira sebulan setelah itu, Cygnus akan terbang kembali dan melepaskan satelit pertama dari negara luar angkasa pertama itu ke orbitnya.

“Warga” Negara Luar Angkasa Pertama Sudah Meninggalkan Bumi
Data Asgardia (Foto: Twitter.com/@AsgardiaSpace)

Sejak diumumkan oleh pendirinya, Igor Ashurbeyli, seorang ilmuwan dan pengusaha dari Rusia, pada 12 Oktober 2016 lalu, sudah lebih dari 300 ribu warga Bumi mendaftar menjadi penduduk Asgardia.  Angka itu sebenarnya sudah berkurang setelah Igor meminta dilakukannya proses verifikasi yang ketat. Salah satu hal yang dituntut Igor adalah pelamar harus mengisi data primer seperti tanggal lahir dan alamat.

“Warga” Negara Luar Angkasa Pertama Sudah Meninggalkan Bumi
Igor Ashurbeyli (Foto: Twitter.com/@AsgardiaSpace)

Sebelumnya, seperti dilansir wikipedia.org, 40 jam setelah megaproyek ambisius itu diumumkan, lebih dari 100 ribu orang melamar melalui situs Asgardia. Tiga minggu kemudian, jumlah pelamar meningkat menjadi 500 ribu orang. Namun, setelah Igor menuntut proses verifikasi yang ketat itu, jumlah pelamar berkurang. Pada Juni lalu, lebih dari 200 ribu orang dari 217 negara tercatat menjadi warga Kerajaan Asgardia. Kebanyakan berusia antara 18—35 tahun. Saat ini, warga Asgardia sudah berjumlah lebih dari 300 ribu orang.

Jumlah warga Bumi yang melamar menjadi warga negara luar angkasa itu memang terus bertambah. Namun, hingga saat ini, PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) belum mengakui Asgardia sebagai sebuah negara. Mengapa? Karena Asgardia masih merupakan sebuah negara virtual. Tidak bisa dihuni secara fisik. Penduduknya masih tetap tinggal di Bumi. Sejauh ini, satu-satunya hak yang bisa diberikan Asgardia kepada warganya adalah izin untuk mengirimkan data diri ke luar angkasa.

“Warga” Negara Luar Angkasa Pertama Sudah Meninggalkan Bumi
Orang yang ingin menjadi penduduk Asgardia datang dari berbagai negara (Foto: google)

Apakah negara dengan nama resmi Kerajaan Luar Angkasa Asgardia ini akan menjadi negara berbasis antariksa pertama atau hanya merupakan sebuah external hard drive yang mengorbit belum diketahui secara pasti. Agaknya hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan penduduk Bumi. Yang jelas, Igor dan timnya sedang berjuang untuk mewujudkan sebuah komunitas masyarakat yang damai.

“Saat ini, ada banyak masalah yang berkaitan dengan hukum ruang angkasa yang tidak akan pernah bisa dipecahkan di hutan gelap hukum internasional modern. Sekarang saatnya menciptakan realitas peradilan baru di luar angkasa,” kata Igor seperti dilansir Popular Science.

#YUKKpakeYUKK

Baca juga : Yang Harus Kamu Ketahui tentang Asgardia, Negara Luar Angkasa Pertama

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry