Warga Indonesia, Jangan Jual KTP Sebagai NFT! Berbahaya!

Warga Indonesia, Jangan Jual KTP Sebagai NFT! Berbahaya!
Ilustrasi (Foto: iStock)

Melihat keberhasilan Ghozali menjual swafotonya menjadi NFT (Non Fungible Token) melalui OpenSea, banyak masyarakat yang mulai tergoda. Mereka menjual apa saja melalui marketplace NFT terbesar di dunia itu dengan harapan bisa mendapatkan uang seperti Ghozali.  Ghozali sendiri diketahui mendapatkan miliaran rupiah dari penjualan swafotonya sebagai NFT.

Masalahnya adalah apa yang dijual tidak berhubungan dengan karya seni atau karya yang layak di-NFT-kan. Ada yang menjual kue lapis. Yang lain menjual pakaian, indomi, bakso, dan gorengan. Bahkan ada yang menjual foto KTP (Kartu Tanda Penduduk).

Warga Indonesia, Jangan Jual KTP Sebagai NFT! Berbahaya!
Ada warga Indonesia yang menjual makanan melalui OpenSea (Foto: tangkapan layar)

Yang terakhir ini adalah tindakan yang sangat berbahaya. Mengapa? Karena yang dijual adalah dokumen kependudukan yang bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Itu hati-hati, loh. Kalau KTP dijual, lalu dimasukkan ke marketplace NFT, nanti KTP-nya sudah tersambung teknologi blockchainatau sudah ada smart contract-nya,” kata MC Basyar, Pakar Metaverse dari Indonesia Digital Milenial Cooperatives (IDM Co-op), seperti dikutip dari detikcom.

Warga Indonesia, Jangan Jual KTP Sebagai NFT! Berbahaya!
KTP dijual sebagai NFT (Foto: tangkapan layar)

Perlu diketahui bahwa hal-hal yang dijual dalam bentuk NFT akan tersambung dalam teknologi blockchain. Ketika produk itu dibeli, akan ada smart contract yang menjadi bukti bahwa NFT itu sudah dibeli dan menjadi hak kekayaan intelektual secara universal oleh si pembeli. Dengan demikian, pemilik KTP bisa kehilangan kekuatan atau kuasa atas KTP-nya ketika si pembeli menyalahgunakannya.

“Nanti ketika ada yang beli, orang tidak boleh protes loh kalau KTP itu digunakan di mana-mana secara komersial. Karena dia sudah resmi dijual di marketplaceNFT. Itu ada smart contract-nya. Bisa dibilang, hak kekayaan intelektual secara universal,” jelasnya.

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry