“Tsunami Corona” di India: Jenazah Dibawa dengan Motor—Diikat di Kap Mobil

News | 28 April 2021
“Tsunami Corona” di India: Jenazah Dibawa dengan Motor—Diikat di Kap Mobil
(Foto: AP Photo)

Pada awal tahun ini, India tercatat sebagai salah satu negara di Asia yang berhasil menekan kasus harian Covid-19 menyusul tingginya jumlah vaksinasi Covid-19. Dalam sehari, India pernah menyuntikkan 3 juta dosis vaksin. Namun, karena euforia vaksinasi ini pula, warga mulai abai terhadap protokol kesehatan. Festival-festival agama digelar meriah. Demikian juga pesta pernikahan dan kampanye pemilu di berbagai negara bagian.

Pengabaian terhadap protokol kesehatan itu membuat India bak neraka Corona. Seperti “tsunami”, gelombang kedua Covid-19 menghantam India. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut “tsunami Covid” di India ini lebih memilukan. Setiap jam, 117 orang meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan medis.

“Tsunami Corona” di India: Jenazah Dibawa dengan Motor—Diikat di Kap Mobil
(Foto: Aljazeera)

Situasi kritis di India ini digambarkan dr. Gautam Singh dengan bunyi “bip” pada ventilator yang tak kunjung henti setiap hari. Tidak ada lagi pasokan oksigen di rumah sakit tempat dia bekerja di New Delhi. Dia pernah “mengemis” pasokan oksigen kepada rumah sakit lain agar pasiennya bisa tetap bernapas, setidaknya untuk satu hari ke depan. Namun, persediaan oksigen di rumah sakit lainnya pun habis. Akhirnya dia meminta pertolongan lewat media sosial.

“Tolong kirim oksigen kepada kami. Pasien saya sekarat,” katanya dengan suara tercekat seperti dikutip dari Newscomau.

“Tsunami Corona” di India: Jenazah Dibawa dengan Motor—Diikat di Kap Mobil
(Foto: AP Photo)

Tidak hanya pasokan oksigen yang habis, unit perawatan intensif juga kewalahan menghadapi jumlah pasien yang membeludak setiap jam. Rumah-rumah sakit tidak bisa lagi menampung pasien. Sampai-sampai banyak pasien yang terpaksa berbaring di jalan karena tidak ada lagi tempat di rumah sakit.

Dalam sehari, lebih dari 200.000 pasien yang meninggal dunia. Banyaknya kasus kematian membuat ambulans kewalahan. Beberapa keluarga bahkan tak mendapat ambulans untuk membawa jenazah anggota keluarganya ke krematorium. Masyarakat harus menunggu hampir 6 jam untuk bisa membawa jenazah korban Covid-19 ke tempat kremasi.

“Tsunami Corona” di India: Jenazah Dibawa dengan Motor—Diikat di Kap Mobil
(Foto: AP)

Kurangnya jumlah ambulans membuat masyarakat melakukan apa saja untuk bisa membawa anggota keluarga mereka ke tempat kremasi. Seperti yang dilakukan oleh seorang pria di kota Agra, Uttar Pradesh, ini. Dia pergi ke krematorium dengan jenazah ayahnya terikat di atas kap mobilnya. Sebuah pemandangan yang lebih dari sekadar memilukan.

Sementara itu, cerita di Srikakulam Andhra Pradesh pun tak kalah memilukan. Sebuah keluarga terpaksa membawa jenazah anggota keluarganya dengan sepeda motor ke tempat kremasi. Jenazah itu adalah jenazah seorang perempuan berusia 50 tahun.

“Tsunami Corona” di India: Jenazah Dibawa dengan Motor—Diikat di Kap Mobil
(Foto: AP)

Pada awalnya, seperti dikutip dari India Today, perempuan itu mengalami gejala Covid-19. Dia dibawa ke rumah sakit pada Senin (26/4) lalu. Dia sudah menjalani tes dan sedang menunggu hasilnya. Namun, belum juga keluar hasi tesnya, perempuan yang berasal dari Desa Mandasa Mandal di Distrik Srikakulam, Andhra Pradesh, itu sudah meninggal dunia.

Keluarga berharap bisa mendapatkan ambulans atau kendaraan lain untuk membawa jenazah perempuan itu ke tempat kremasi. Namun, mereka tidak kunjung mendapatkan ambulans. Akhirnya putra dan menantu perempuan itu membawa jenazahnya ke desa dengan sepeda motor.

“Tsunami Corona” di India: Jenazah Dibawa dengan Motor—Diikat di Kap Mobil
(Foto: AP)

Saat ini, di banyak kota di India, krematorium tidak lagi bisa menampung jumlah jenazah yang datang tanpa henti. Akhirnya masyarakat menebang pohon dan membuat tumpukan kayu untuk membakar jenazah Covid-19 di tempat terbuka. Dalam beberapa bulan ke depan, situasi di India diprediksi akan makin memburuk.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry