Tidak Mau Tertipu? Ini Cara Aman Berbelanja Dalam Jaringan

Cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: exabyteinfo.com)

Pada pertengahan abad 20, sistem EDI (Electronic Data Interchange) muncul. Dengan sistem ini, perusahaan-perusahaan besar bisa melakukan transaksi secara elektronik. Namun, para pengguna internet masih belum melirik model transaksi seperti ini.

Pengguna internet mulai melirik model transaksi secara elektronik itu pada era 70-an. Tepatnya pada tahun 1979. Adalah Michael Aldrich, seorang pengusaha asal Inggris, yang menemukan sistem yang sekarang dikenal dengan nama belanja online itu. Sejak saat itu, sistem belanja online berkembang begitu cepat. Hampir seluruh pengguna internet di dunia menggunakan sistem itu.

cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: pcquest.com)

Di Indonesia, toko online baru mulai populer pada tahun 2006 lalu. Namun, pada waktu itu, jumlahnya belum terlalu banyak. Mengapa? Karena sebagian besar orang belum yakin untuk berbelanja dalam jaringan. Pasalnya, aktivitas seperti itu masih tergolong baru di Indonesia. Baru ketika jumlah pengguna internet semakin banyak dan transaksi tanpa uang tunai diterima, orang mulai menerima bahwa aktivitas berbelanja dalam jaringan itu adalah bagian dari perkembangan teknologi. Sejak saat itu, jumlah toko online bertambah banyak.

Saat ini, berbelanja dalam jaringan sudah lebih dari sekadar sebuah gaya hidup baru. Berbelanja dalam jaringan dipahami sebagai cara paling praktis untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di mana pun dan kapan pun, orang bisa berbelanja. Tidak perlu repot-repot keluar dari rumah. Tinggal klik, bayar lewat ATM atau m-banking, dan barang datang.

Yang kemudian menjadi masalah adalah sistem seperti ini punya kelemahan yang nyata. Beberapa kelemahan yang bisa disebut, antara lain, pertama, besar kemungkinan terjadi penipuan dalam proses belanja ini. Sangat bisa terjadi bahwa apa yang dijual, yaitu apa yang ditampilkan melalui internet, benar-benar tidak ada. Artinya setelah kamu mentransfer sejumlah uang, kamu tidak mendapat apa pun karena memang barang itu tidak ada.

cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: venicemedan.com)

Kelemahan kedua, sangat mungkin terjadi bahwa apa yang diterima jauh berbeda dengan apa yang ditampilkan melalui internet. Pernah terjadi orang membeli ponsel pintar melalui situs belanja dalam jaringan. Apa yang dia terima setelah transaksi? Sabun mandi yang dikemas seperti ponsel.

Apa yang harus kamu lakukan agar kamu tidak ditipu orang? Apa yang harus kamu lakukan agar proses jual-beli secara online ini tidak merugikan baik kamu maupun penjual? Berikut ini panduan praktis yang bisa kamu pakai:

Cari tahu “kelayakan” situs jual-beli online

cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: google)

Ini cara pertama yang harus kamu lakukan. Kamu harus tahu situs itu. Harus tahu pula siapa penjualnya. Catat nomor teleponnya dan hubungi. Manfaatkan Google atau Yahoo utuk mencari tahu situs itu. Bacalah baik-baik penilaian orang yang pernah berbelanja melalui situs itu. Jika ternyata ada banyak hal yang mencurigakan, tinggalkan saja situs itu. Jangan ambil risiko!

Seperti apa kebijakannya?

Cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: iconscout)

Jangan hanya karena kamu suka barang yang dipajang di situs jual-beli itu lalu kamu begitu mudah memberikan data pribadi kamu dan mentransfer uang. Kamu harus tahu poin-poin kebijakan situs itu, antara lain, apakah pengelola situs itu boleh memberikan data pribadi kamu ke pihak lain atau tidak, barang yang sudah dibeli bisa dikembalikan/ditukar atau tidak, dan siapa yang membayar biaya pengembalian barang itu.

Cari tahu barangnya

cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: iconfinder.com)

Bacalah baik-baik deskripsi barang yang dijual. Spesifikasinya apa saja? Sesuaikah dengan apa yang kamu cari? Bandingkan harga barang itu dengan yang dijual di tempat lain. Manfaatkan Google untuk mencari tahu informasi itu. Jika ternyata barang yang dijual adalah barang bermerek terkenal, tapi harganya sangat murah, kamu harus curiga!

Itu spammer?

Cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: PCMag)

Ini yang harus kamu waspadai. Jangan mudah tergoda pada iklan barang dengan harga yang murah! Jangan cepat-cepat memberikan ID dan password surat elektronikmu. Kamu harus tahu bahwa spammer bisa menggoda hasratmu dengan mengirim e-mail yang seolah-olah datang dari perusahaan besar dan sudah terkenal dalam dunia jual-beli barang dan jasa. Cara paling aman adalah kunjungi situs perusahaan itu dan berbelanjalah di situ.

Situs aman atau tidak?

Cara aman berbelanja secara online
(Foto: google)

Ini harus kamu ketahui supaya kamu tidak tertipu. Apakah situs jual-beli itu aman atau tidak? Aman atau tidaknya situs itu bisa kamu lihat dari tanda berupa gembok di baris status (status bar) browser. Sebelum mengisi data pribadi di situ, periksa tanda itu. Jika ada, berarti situs itu aman. Lihatlah alamat situs itu ketika kamu memasukkan informasi kartu kreditmu. Seharusnya alamat situs berubah dari http ke ‘shttp’ atau ‘https’. Itu berarti informasi pembayaran itu dienkripsi, sehingga lebih aman.

PC-mu aman?

Cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: Rulnovekom)

Perhatikan portable computer-mu. Apakah aman dari serangan virus? Supaya aktivitas belanja dalam jaringanmu aman, PC-mu harus dilengkapi dengan peranti lunak keamanan itu.

Bagaimana metode pembayarannya?

cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: google)

Pilihlah metode pembayaran yang sangat aman. Jika COD (cash on delivery) adalah yang terbaik menurutmu, pilihlah metode itu (jika ada). Jika tidak, kamu bisa pilih metode lain seperti menggunakan kartu kredit, PayPal, dan transfer.

Simpan bukti

cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto: papdan.com)

Jika kamu sudah melakukan transaksi, bukti-buktinya harus kamu simpan baik-baik: deskripsi produk, harga, kuitansi digital, dan salinan e-mail yang berisi tentang berhasilnya transaksi itu antara kamu dengan penjual.

Matikan PC

cara aman berbelanja secara online
Ilustrasi (Foto; google)

Transaksi sudah selesai? Kalau sudah, langsung matikan PC-mu! Itu cara paling baik untuk menghindari masalah. Mengapa? Karena bisa saja terjadi bahwa sudah ada pihak tidak bertanggung jawab yang telah menanamkan malware dalam PC-mu! Jika PC-mu tetap menyala setelah transaksi itu, dia bisa mengambil alih dan melakukan transaksi lagi.

Itulah beberapa cara praktis yang bisa kamu gunakan agar kamu tidak tertipu.

#YUKKpakeYUKK

3
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry