Ternyata Ini Penyebab Ambrolnya Lantai Mezanin di BEI

News | 16 January 2018
Penyebab ambrolnya lantai mezanin Gedung BEI
(Foto: Antara)

Senin (15/1) siang, lantai mezanin di Tower 2 Gedung BEI (Bursa Efek Indonesia), kawasan SCBD, Jakarta Selatan, ambrol. Lantai yang menghubungkan Tower 1 dan Tower 2 Gedung BEI itu ambrol ketika sejumlah pengunjung dan pegawai sedang melintas di atasnya. Kebanyakan dari antara mereka adalah mahasiswa dari Universitas Bina Darma, Palembang, Sumatera Selatan, yang sedang melakukan study tour.

Data terakhir dari Pemprov DKI Jakarta, seperti dilansir dari kompas.com, menunjukkan bahwa 77 orang menjadi korban dari ambrolnya lantai mezanin itu. Korban yang mengalami luka ringan dibaringkan di halaman gedung untuk mendapatkan perawatan. Sementara yang mengalami luka parah dilarikan ke beberapa rumah sakit dengan ambulans. Ada yang dirawat di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Pusat. Sebagian yang lain dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo, dan Rumah Sakit Jakarta.

Penyebab ambrolnya lantai mezanin Gedung BEI
Korban dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat (Foto: kompas.com)

Korban yang menderita luka ringan seperti luka lecet sudah diperbolehkan pulang. Sementara yang menderita luka berat seperti patah tulang harus menjalani perawatan intensif di rumah-rumah sakit di atas. Ada yang mengalami patah tulang tangan dan kaki. Dan ada pula yang tulang punggungnya retak. Dari beberapa korban yang mengalami patah tulang itu, ada yang sudah dioperasi.

Hanya ditempel?
Ambrolnya lantai mezanin di gedung sekelas BEI mengejutkan masyarakat. Sebuah peristiwa yang tentu saja mencoreng dunia konstruksi di tanah air. Lalu bermunculanlah daftar pertanyaan dan dugaan tentang mengapa lantai yang menghubungkan dua menara di BEI itu bisa ambrol.

Penyebab ambrolnya lantai mezanin Gedung BEI
(Foto: detikcom)

Gedung BEI ini diketahui dibangun pada tahun 1997 silam. Sejak dibangun, menurut Farida Riyadi, pengelola Gedung BEI, gedung ini belum pernah direnovasi. Pada setiap tahun, demikian yang dilansir dari kompas.com, dilakukan pemeriksaan secara berkala. Tahun lalu, pemeriksaan dilakukan pada bulan Mei.

Hingga saat ini, dilansir dari jawapos.com, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum bisa memastikan secara rinci penyebab ambrolnya lantai mezanin itu. Sejauh ini, ada dua hal yang diduga sebagai penyebab. Yang pertama adalah konstruksi lantai itu. Dan yang kedua adalah beban konstruksi.

Faktor pertama dianggap lebih kuat. Banyak orang menduga bahwa ada kesalahan dalam prosedur pembuatan mezanin itu. Dori Herlambang, arsitek dan pakar konstruksi, melihat ada beberapa kejanggalan dari balkon yang menghubungkan dua tower BEI itu.

Penyebab ambrolnya lantai mezanin Gedung BEI
(Foto: jawapos.com)

“Dari beberapa tayangan video yang saya lihat, tampak jika selasar kantilever atau menggantung ini ada yang janggal. Seharusnya bangunan kantilever strukturnya harus ditopang balok yang dibuat sejak awal, menerus dari dalam bangunan inti ke arah luar,” ungkapnya seperti dilansir dari viva.co.id.

Ia menduga bahwa struktur tambahan balkon ini dibuat dari balok-balok baja yang hanya ditempel pada dinding. Seharusnya bangunan tambahan itu tidak boleh hanya ditempel pada bangunan inti karena daya cengkramnya pasti tidak kuat. Bangunan tambahan sebuah gedung tetap harus mengandalkan balok terusan dari gedung intinya.

Penyebab ambrolnya lantai mezanin Gedung BEI
Para korban dievakuasi ke luar gedung (Foto: kompas.com)

“Memang, pada saat kejadian, ada beban sekelompok mahasiswa. Namun, kalau kantilevernya benar, sebenarnya tidak masalah. Terlebih itu beban yang bergerak tidak statis. Kalau statis seperti perabotan yang berat, mungkin lama-kelamaan akan berpengaruh. Jadi, intinya, kantilever itu tidak didesain dengan baik,” jelasnya.

Dari insiden ini, ia melihat bahwa ada banyak hal yang harus diteliti atau dicermati. Termasuk di dalamnya adalah adanya kemungkinan balkon itu dibangun setelah gedung utama dibangun.

“Sebenarnya ada TABG (Tim Ahli Bangunan Gedung), sebuah tim yang dibentuk pemda untuk memantau dan mengawasi pembangunan sebuah gedung. Nah, yang jadi pertanyaan, apakah selasar ini dibangun setelah bangunan utama jadi atau tidak,” katanya.

Penyebab ambrolnya lantai mezanin Gedung BEI
Gubernur DKI Jakarta menjenguk korban di RS Siloam (Foto: kompas.com)

Peristiwa ambrolnya lantai penghubung dua gedung tinggi ini harus menjadi pelajaran penting untuk para arsitek dan semua orang yang bekerja dalam dunia konstruksi. Karena mezanin itu dibangun lebih dari 2 m di atas tanah, strukturnya tidak boleh merupakan struktur tambahan. Struktur penopangnya harus menyatu dengan bangunan utama.

Baca juga : Cerita Saksi Mata Ambrolnya Lantai Mezanin BEI: “Lihat teman-teman sudah pada jatuh”

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
2
sad
0
angry