Tahukah Kamu Sejarah Bluetooth?

Sejarah Bluetooth
Ilustrasi (Foto; google)

Kita harus dengan rendah hati berterima kasih kepada Bluetooth. Kehadirannya telah memudahkan kita dalam melakukan begitu banyak hal. Melakukannya dengan begitu mudah. Kita bisa melakukan proses tukar-menukar informasi dan data tanpa perlu repot-repot menarik kabel.

Bluetooth ini dapat menciptakan sebuah Personal Area Network (PAN) dengan tingkat keamanan tinggi melalui sebuah perangkat mobile. Teknologi perangkat nirkabel ini diciptakan oleh Ericsson, sebuah perusahaan multinasional yang didirikan pada tahun 1876, pada tahun 1994 untuk menggantikan teknologi infra merah yang dianggap kurang memadai.

Empat tahun kemudian, teknologi nirkabel ini dikembangkan dan dikelola oleh beberapa perusahaan lain selain Ericsson, yaitu Nokia, IBM, Toshiba, dan Intel. Kolaborasi ini mereka beri nama Bluetooth Special Interest Group (BSIG). Berkat kolaborasi ini, Bluetooth berkembang sangat pesat.

Sejarah Bluetooth
Komunikasi lebih lançar berrar Bluetooth

Yang menjadi pertanyaan orang adalah mengapa produk teknologi nirkabel ini disebut “Bluetooth”? Mengapa bukan yang lain? Lalu apa atau siapa pula “Bluetooth” itu?

Sejarah Bluetooth
Lukisan Raja Harald (Foto: Pinterest)

Kata “Bluetooth” diambil dari nama seorang raja yang hidup pada akhir abad ke-10 di Denmark. Namanya Harald Blatand. Di Inggris, raja ini malah dipanggil Harald Bluetooth. Konon, sang raja dipanggil demikian karena giginya berwarna biru.

Huruf ini analog dengan huruf “H” (Hagall)
(Foto: google)

Raja bergigi biru ini tidak menggunakan kekerasan, tetapi berkomunikasi secara efektif dengan rakyatnya. Dia berhasil menyatukan suku-suku yang dulu selalu berperang, termasuk wilayah yang saat ini bernama Norwegia dan Swedia. Wilayah Scania di Swedia, tempat “Bluetooth” ini ditemukan, adalah daerah kekuasaannya.

Sejarah Bluetooth
Huruf ini analog dengan huruf “B” (Blatand)
(Foto: google)

Nama sang raja lalu diusulkan oleh Jim Kardach dari Intel untuk menjadi nama produk teknologi yang dapat menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lainnya itu pada tahun 1997. Ketika itu, ia sedang membaca sebuah novel karya Frans G. Bengtsson yang berjudul The Long Ships. Novel sejarah itu bercerita tentang bangsa Viking dan Raja Harald Bluetooth.

Sejarah Bluetooth
Lambang Bluetooth yang tidak lain merupakan penggabungan inisial nama Raja Harald Blatand (Foto: google)

Jim memilih nama sang raja karena merasa bahwa produk teknologi yang diciptakan itu dapat “menyatukan” dan menghubungkan berbagai perangkat teknologi komunikasi. Persis seperti sang raja yang dapat menyatukan berbagai suku. Sebagai bentuk pengakuan dan hormat, logo Bluetooth diambil dari inisial sang raja, yaitu dengan menyatukan huruf Jerman yang analog dengan huruf “H” (Hagall) dan “B” (Blatand).

#YUKKpakeYUKK

1
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry