Tahukah Kamu Mengapa Garam dan Merica Selalu Dipasangkan?

Garam dan merica (Foto: Freepik)

Kamu pasti sering melihat ini ketika makan di warung, rumah makan, atau restoran: garam dan merica disediakan di atas meja. Kalau ada garam di atas meja, berarti ada juga merica di situ. Mengapa garam selalu dipasangkan dengan merica?

Sejarah mencatat bahwa sudah sejak dahulu garam dan merica dipasangkan. Sejak 6000 tahun yang lalu. Dan itu, seperti dikutip YUKK dari allrecipes.com, bukan tanpa alasan.

Tahukah Kamu Mengapa Garam dan Merica Selalu Dipasangkan?
Garam (Foto: Freepik)

Dahulu, di Provinsi Shangxi, China, garam digunakan untuk menyedapkan makanan, untuk mumifikasi, dan untuk mengobati luka. Sementara itu, merica, baik merica putih maupun merica hitam, cenderung lebih banyak digunakan di India. Bahkan sempat dijadikan sebagai mata uang.

Mengapa merica menjadi mata uang? Pada masa itu, merica adalah rempah yang mahal. Lantaran mahal, rempah itu hanya mampu dibeli oleh para pejabat, konglomerat, dan orang kaya lainnya.

Tahukah Kamu Mengapa Garam dan Merica Selalu Dipasangkan?
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Baru pada abad ke-17, Francois Pierre La Varenne menganjurkan orang menggunakan garam dan merica untuk menyedapkan makanan. La Varenne adalah koki khusus Raja Louis XIV. Dia menulis buku berjudul Le Cuisinier Francois. Itu adalah sebuah buku revolusioner yang mendorong gastronomi Prancis menuju era modern.

La Verenne tidak hanya menyarankan orang untuk menggunakan garam dan merica, tetapi juga menggunakannya sendiri untuk menyedapkan semua hidangan yang diberikan kepada Raja Louis XIV. Dia mengatakan bahwa Raja Louis XIV memilih-milih makanan apa yang dia sukai, sehingga makanan yang disajikan tidak boleh memiliki rasa yang terlalu kuat. Dan rupanya kombinasi garam dan merica sebagai bumbu utama ini diterima dengan baik oleh sang raja.

Tahukah Kamu Mengapa Garam dan Merica Selalu Dipasangkan?
Merica (Foto: Freepik)

Jauh sebelum dianjurkan La Verenne, para koki rupanya mencampurkan gula dan garam sebelum merica dan lada digunakan secara bersamaan. Raja kemudian meminta agar makanan yang manis dan gurih dipisahkan. Sejak saat itu, gula tidak lagi dipadukan dengan garam.

Sebagai gantinya, merica dipilih untuk dipadukan dengan garam. Mengapa? Karena rasanya tidak terlalu kuat, sehingga tidak mengalahkan garam. Bumbu itu justru membuat rasa masakan menjadi lebih lengkap. Sejak saat itulah, negara-negara di Eropa dan Amerika mulai menyediakan garam dan merica di atas meja sebagai bumbu tambahan. Kebiasaan itu kemudian dibawa orang Eropa dan Amerika ke berbagai penjuru dunia.

 

 

#YUKKpakeYUKK

0
like
0
love
0
haha
0
wow
0
sad
0
angry