Surat Seorang Anak kepada Ayahnya: “Ayah, aku melihatmu menangis hari ini”

News | 23 January 2018
Surat Seorang Anak kepada Ayahnya yang bikin netizen menangis
Zhang Jiaye dipeluk ayahnya di rumah sakit (Foto: South China Morning Post)

Pada Mei 2016 lalu, Zhang Jiaye, seorang gadis dari sebuah desa yang letaknya dekat dengan kota Jiamusi, Provinsi Heilongjiang, wilayah timur laut China, didiagnosa menderita leukemia atau kanker darah. Gadis cantik berusia 7 tahun itu adalah satu dari sekian banyak anak yang menderita penyakit mematikan itu dalam beberapa tahun terakhir ini. Kanker yang menyerang sel darah putih itu merenggut kebahagiaan dan keceriaannya.

Dilansir dari onlinelibrary.wiley.com, kasus kanker meningkat di China pada 10 tahun terakhir ini. Kanker disebut sebagai penyebab kematian tertinggi di Negeri Tirai Bambu itu. Dan salah satunya adalah kanker darah.

Leukemia atau kanker darah adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Sel yang dihasilkan oleh sumsung tulang belakang ini adalah sel darah yang berfungsi melindungi tubuh dari benda asing atau penyakit.

Ilustrasi Leukemia (Foto: google)

Dalam keadaan normal, dilansir dari alodokter.com, sel-sel darah putih berkembang secara teratur ketika tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul.  Namun, pada penderita kanker darah, sumsung tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan. Karena berlebihan, terjadi penumpukan dalam sumsum tulang, sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang. Sel-sel abnormal itu juga menyebar ke organ lain seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, otak, dan tulang belakang.

Ditinggalkan
Zhang Mingliang benar-benar hancur ketika tahu bahwa putri kecilnya itu sedang berjuang melawan penyakit yang ganas. Berjuang  di antara hidup dan mati. “Saat itu, saya merasa langit runtuh dan menimpa saya,” desahnya.

Segera setelah didiagnosa, Zhang Jiaye menjalani pengobatan dan perawatan di rumah sakit setempat. Dalam setahun, ia harus menjalani 18 jenis pengobatan. Jumlah itu tidaklah sedikit untuk bocah seumurannya.

Biaya untuk pengobatan dan perawatan ini sangat besar. Bahkan mencapai 590.000 yuan atau setara dengan lebih dari Rp1 miliar. Kini, keluarga kecil itu terlilit utang.

Penderitaan Zhang Jiaye semakin bertambah karena ibunya pergi meninggalkan ia dan ayahnya pada Juli tahun lalu. Dan tidak kembali sejak saat itu. Hanya ayahnyalah yang mendorongnya untuk tidak menyerah melawan penyakit yang mematikan itu.

Tulis surat
Rupanya Zhang Jiaye tahu bahwa ayahnya sangat terpukul melihat kondisinya; bahwa biaya yang dikeluarkan ayahnya sangat besar; bahwa saat ini ayahnya sudah kehabisan uang. Dan ia ingin “membantu” ayahnya.

Surat Seorang Anak kepada Ayahnya yang bikin netizen menangis
(Foto: South China Morning Post)

Apa yang ia lakukan selanjutnya benar-benar membuat warganet di China bercucuran air mata. Ia menulis sepucuk surat yang isinya benar-benar menggetarkan hati banyak orang.

“Ayah, aku melihatmu menangis hari ini. Aku amat sedih. Aku tahu kau telah menghabiskan uang amat banyak untuk pengobatanku dan kau sudah kehabisan uang. Kini, Ibu juga pergi,” tulisnya dalam selembar kertas putih seperti dilansir South China Morning Post.

Melalui surat itu, ia meminta ayahnya untuk membawanya pulang ke rumah. Ia tidak ingin diobati lagi. Ia merasa bahwa ayahnya menangis karena keadaannya; bahwa ibunya pergi karena kondisinya; dan bahwa mereka terlilit utang yang besar karena penderitaannya.

“Ini semua karena aku. Jika aku meninggal, Ibu pasti kembali dan Ayah pasti akan kembali bahagia. Aku tak ingin diobati lagi. Bisakah kita pulang?”

Sumbangan mengalir
Dalam waktu yang sangat cepat, surat itu sudah tersebar melalui internet. Dan semua orang yang membacanya mencucurkan air mata.

“Saya menangis membaca kisah ini. Kabarkan kepada publik nomor rekening sang ayah. Dengan menyumbang, kita memberi mereka harapan,” kata seorang warganet.

Entah bagaimana surat yang isinya membuat hati banyak orang mengharubiru itu bisa tersebar melalui internet. Tidak banyak yang tahu pasti. Yang orang tahu adalah bahwa isi surat itu menggerakkan sekian banyak hati dan tangan untuk membantu.

Sejauh ini, banyak orang sudah mengulurkan tangan untuk membantu. Jumlah uang yang terkumpul mencapai 600.000 yuan atau setara dengan Rp1,2 miliar. Warganet berharap agar uang itu bisa menyelamatkan nyawa Zhang Jiaye.

 

#YUKKpakeYUKK

 

 

 

0
like
0
love
0
haha
0
wow
1
sad
0
angry